“Darah Perawan Dini “

PahaDada

AGEN558.com –  Pagi itu aku tidak ada kuliah sehingga hari ini aku punya acara bebas dari pagi sampai malam. Jam 7 pagi aku udah mulai mandi pagi, sambil mikirin rencana hari ini. Sehabis ganti baju dan sarapan, aku ninggalin tempat kos-ku dan bawa motorku ke rumah pacarku, Dini.

Sekitar jam 8 pagi aku udah nyampe di rumahnya, kebetulan hari ini dia juga lagi libur. Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Dini membukakan pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR” katanya.

“Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yg datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.
“Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.
“Ih dasar cowok, pikirannya yg ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi.

Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yg paling memabukkan adalah buah dadanya yg ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yg sempurna.Kebayg waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yg suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.

“Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga.
“Eh, makasih ya?!” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Dini cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yg memperlihatkan belahan dadanya yg putih dan montok.
“Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yg kepanasan.
Dini ketawa “makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”.
“Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi”, kataku.
“Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Dini sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yg kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yg habis mandi, hmm.PahaDada

Kudekatkan dudukku pada tubuh Dini, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yg putih, montok menantang dan menggairahkan itu.

Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yg montok membuat pEnisku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yg kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Dini, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yg kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.

Tiba-tiba Dini mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan pEnisku yg sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoygkan pantatnya diatas pEnisku”.

Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya, lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yg putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yg dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yg sangat putih dan montok itu.

Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yg sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.

PahaDada

Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat sekali sambil digoyg-goygkan pantatnya diatas pEnis tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yg montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yg nggak kalah montok dan padat.

Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku,

“Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yg masuk, lagian disana kan lebih leluasa,
tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.

Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yg ramping dan montok itu ke kamarnya yg lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Dini diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yg sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.

Dalam ketegangan pEnisku dan nafsu yg sudah naik, kuhampiri Dini, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yg terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya.

Tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yg menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Dini meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya pEnisku yg sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yg kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Dini yg masih dipakainya.

Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayg, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Dini pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai pEnisku yg sudah sangat tegang.

“Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayg?”.
“Tentu, belai ciumi dan manjakan pEnis besar ini sayg.”, kataku.

PahaDada

PEnisku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.

Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Dini menunjukkan antusias yg sangat tinggi dengan pEnisku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang pEnisku yg sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin dioral sex sama pacarku, cara memperlakukan pEnisku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benarbenar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.

Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga pEnisku yg sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Dini jongkok dibawah sambil membelai perlahan pEnisku, jari jemarinya menari-nari sepanjang pEnisku mengikuti urat-uratnya yg menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Dini sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.

Dari pangkal pEnisku, dekat anus, tiba-tiba Dini menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol pEnisku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang pEnisku, hingga akhirnya kepala pEnisku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat pEnisku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.

Sampai akhirnya batang pEnisku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahanlahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, pEnismu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.

Akhirnya keluar masuk pEnisku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan pEnisku ke dalam mEmeknya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

PahaDada

Suasana pagi yg sejuk, karena jendela kamar yg terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Dini kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benarbenar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yg mengeras.

Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yg putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh celana dalam hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Dini diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu.

Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yg putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Dini bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Dini yg sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yg ditumbuhi rumput hitam yg halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yg menutupi mEmek pacarku, terlihat bibir mEmeknya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Dini melenguh keras dan menggoygkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yg luar biasa.

“Mas, tolong aku sayg, masukkan pEnis besarmu ke mEmekku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis. ” jangan sayg, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.

“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayg, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Dini, sambil mulai menarik pEnisku ke arah mEmeknya yg membasah.

PEnisku yg sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir mEmek Dini, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang pEnisku ke dalam mEmeknya, saat kucoba menyelipkan kepala pEnisku ke mulut mEmeknya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Dini sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit,

PahaDada

“aaah” ,namun akhirnya kepala pEnisku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Dini tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yg menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.

“Aku cabut aja ya ?”
” Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yg sudah merasa kenikmatan yg luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang pEnisku.

Kulihat Dini meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoygkan pantatnya dan tentunya akhirnya pEnisku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yg belum pernah kurasakan, pEnisku serasa digigit bibir yg kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali. Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan pEnismu mas, rasanya nikmat sekali.

Perlahan aku mulai mengayun batang pEnisku keluar masuk ke mEmek Dini, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta pEnisku untuk dimasukkan dalam-dalam ke mEmeknya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di mEmeknya, dan kupercepat ayuhan pEnisku di mEmeknya. Dini berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku.

Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan pEnisku seluruhnya di dalam mEmeknya.

” Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh, Aku merasakan nikmat yg amat sangat, pEnisku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di pEnisku, dan aku yakin pEnisku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam mEmek Dini, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.
Kubuka sedikit jepitan kaki Dini dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Dini, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari mEmek Dini, pEnisku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh pEnisku keluar masuk dari mEmek Dini, nikmat sekali rasanya.

Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan pEnisku di mEmek Dini, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yg akan meledak dari dalam pEnisku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. PEnisku yg sudah kucabut dari dalam mEmek Dini, kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Dini, kuurut-urut batang pEnisku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

PahaDada

Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Dini, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Dini terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yg terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga,

“Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yg berharga yg kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.

Dini bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yg telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.

“Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, ” Hari ini 14 Oktober 2014, aku telah kau berikan sesuatu yg berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”.

Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Dini, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yg sama, “tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Dini”.
“Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yg memang aku idamkan selama ini”.
Keringat yg mengalir di badanku diseka Dini dengan handuk dan dia membersihkan pEnisku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi
AGEN558.com BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA DAN TERBESAR

PahaDada

” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tibatiba mamanya pulang.

Kugandeng tangan Dini dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, PEnisku menjadi tegang saat mandi dan Dini sempat memasturbasi pEnisku yg sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yg halus sangat lincah mengocok batang pEnisku, sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Dini tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.

Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Dini dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu.

agen558-2

BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

Iklan

” Kenikmatan Itu Dari Bapak Ku “

PahaDada

AGEN558.com – Aqu adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yg disiplin dan agak keras sedangkan Bapakku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa Bapak di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yg lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aqu termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar kekasih, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aqu duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yg sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aqu akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yg memaksa-maksa untuk belajar. Aqu juga bebas pulang sore. Kalau Bapak, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam.

Pulang sekolah, aqu mengajak pacarku, Hudson, ke rumah. Aqu sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dgnnya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilaqukan buru-buru sehingga aqu tidak pernah klimaks. Aqu penasaran, bagaimana sih nikmatnya klimaks?

Singkat cerita, aqu dan Hudson sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan Bapak selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Hudson dgn segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya.

“Ah..” kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yg mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aqu benar-benar terangsang. Aqu sudah bisa merasakan bahwa kemaluanqu sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aqu merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dgn segera Hudson membukakannya untukku.

Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aqu pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Hudson. Kulihat segera sesudah CD Hudson lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.
agen558-2

PahaDada

Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dgn tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yg dibungkus kulit yg sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dgn lembut. Kemaluannya kemerah-merahan, dgn kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Hudson melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah.

“Ah..” kumasukkan saja gagang itu ke mulutku. Hudson melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan kemaluanqu dgn jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aqu makin bernafsu. Kuhisap gagangnya. Kujilati kepala kemaluannya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dgn lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dgn lembut.

“Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!”
Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yg tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aqu dan dia betul-betul bugil. Aqu makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yg akan dilaqukannya selanjutnya. Ternyata Hudson naik ke atas tubuhku dgn posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaqu. Selanjutnya yg kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yg panas di permukaan kemaluanqu. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara gagangnya tetap kuhisap. Aqu sudah tidak tahan lagi.

“Son, ayo masukin saja.”
“Sebentar lagi Nitt.”
“Ah.. aqu nggak tahan lagi, aqu mau gagangmu, please!”

Hudson memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala kemaluannya sebentar lalu.. “Bless..” gagang itu masuk dgn mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, kemaluanqu sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aqu tidak tinggal diam. Kugoyg-goyg juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.

Tiba-tiba,
“Ah.. aqu keluar..” Dicabutnya kemaluannya dan air maninya berceceran di atas perutku.
“Shit! Sama saja, aqu belum puas, dia sudah muntah,” rungutku dalam hati.
Tapi aqu berpikir, “Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.”
Dugaanku meleset. Hudson berpakaian.

“Nit, sorry yah.. aqu baru ingat. Hari ini rupanya aqu harus latihan band, udah agak telat nih,” dia berpakaian dgn buru-buru. Aqu betul-betul kecewa.
“Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aqu lonte, cuman memuaskan kamu saja.”
Aqu betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dgnnya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aqu berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aqu berbaring dgn membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa.
Kemudian aqu mendengar suara langkah mendekat.

PahaDada

“Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,” pikirku. Tapi aqu memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aqu tetap cuek.

“Nita!”
Oh.. ini bukan suara Hudson. Aqu bagai disambar petir. Aqu masih telanjang bulat.

“Bapak!” aqu sungguh-sungguh ketaqutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.

“Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Bapak lihat kamu bersetubuh dgn lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.”

Aqu makin ketaqutan, kupeluk lutut Bapakku, “Yah.. jangan Yah, aqu mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,” aqu menangis memohon.

Tiba-tiba, Bapak mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.
“Nit, Bapak tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Bapak masuk, Bapak dengar suara-suara desahan aneh, jadi Bapak jalan pelan-pelan saja, dan Bapak lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Bapak intip aja sampai siap mainnya.”

Aqu diam aja tak menyahut.
“Nit, kalau kamu mau Bapak puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.”

“Sungguh?”

Bapak tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan payudaraqu, digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yg masih basah. Bapak segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aqu terkejut. Kulihat kemaluan Bapakku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari kemaluan si Hudson. Tak tahu aqu berapa ukurannya, yg jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dgn Hudson. Melihat ini saja aqu sudah bergetar.

PahaDada

Kemudian Aqu didudukkannya di sofa. Pahaqu dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaqu. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam kemaluanqu. Aduh, lidah Bapakku menjilati kemaluanqu. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yg dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. “Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,” tanpa sadar, aqu tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan Bapakku. Bapak “memakan” kemaluanqu cukup lama. Tiba-tiba, aqu merasakan nikmat yg sangat dahsyat, yg tak pernah kumiliki sebelumnya.

“Oh.. begini rupanya klimaks, nikmatnya,” aqu tiba-tiba merasa lemas. Bapak mungkin tahu kalau aqu sudah klimaks, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, kemaluannya yg besar itu menengadah. Dgn posisi, Bapak berdiri dan aqu duduk di sofa, kumasukkan gagang Bapakku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulaqukan berulang-ulang. Bapak ikut menggoygkan pantatnya, sehingga gagangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala kemaluannya menyentuh kerongkonganku. Aqu kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya gagang itu di dalam mulutku. Aqu ingin segera Bapak memasuki lubangku, tapi aqu malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin “menelan” gagang yg besar dan panjang.

Tiba-tiba Bapak menyeruhku berdiri.
“Mau main berdiri ini,” pikirku.
Rupanya tidak. Bapak berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.

“Masukkan Nit!” ujar Bapak.

Kuraih gagang itu lalu kuarahkan ke kemaluanqu. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi Bapak menyodokkan pantatnya ke depan.

“Aduh pelan-pelan, Bapak.”

Lalu berhenti sejenak, tapi gagang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan Bapak tadi. Kugoyg perlahan. Dgn perlahan pula gagang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang kemaluanqu betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi Bapakku dgn raqus. Ekspresi Bapakku makin menambah nafsuku. Remasan tangan Bapakku di kedua payudaraqu semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyg pantatku dgn irama keras dan cepat.

PahaDada

Tiba-tiba, aqu mau klimaks, tapi Bapak berkata, “Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.”
“Mau apa ini?” pikirku.
Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala kemaluan di permukaan lubangku kemudian..
“Bless..” gagang itu masuk ke lubangku.

Yg begini belum pernah kurasakan. Hudson tak pernah memperlaqukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yg mengambil perawanku. Tapi yg begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman gagang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala kemaluan itupun terasa membentur dasar kemaluanqu, yg membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan Bapak makin keras dan makin cepat. Perasaan yg kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.

Tiba-tiba,
“Auh..oh.. oh..!” kenikmatan itu meladak. Aqu klimaks untuk yg kedua kalinya. Hentakan Bapak makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dgn itu dicabutnya kemaluannya dari lubang kemaluanqu. Dgn gerakan cepat, Bapak sudah berada di depanku. Disodorkannya gagangnya ke mulutku. Dgn cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dgn cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan air mani panas di dalam mulutku. Aqu tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian air mani tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Bapak memelukku dan menciumku,

“Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.” Aqu tak menjawab. Sebagai jawaban, aqu menggelayut dalam pelukan Bapakku. Yg jelas aqu pasti mau. Dgn pacarku aqu tak pernah merasakan klimaks. Dgn Bapak, sekali main klimaks dua kali. Siapa yg mau menolak?
AGEN558.com BANDAR TARUHAN BOLA ONLINE DAN TERPERCAYA

PahaDada

Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melaqukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dgn nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aqu diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yg menjadi Bapakku itu, sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dgn Bapakku yg pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang.


agen558-2

BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

” Uang Kost Ditukar Memek “

PahaDada

AGEN558.com –  Sebut saja nama saya Albert, usiaku saat ini 27 tahun dan saya tingal di Bandung. Di usiaku yang yang masih tergolong muda saya sudah memliki kos-kosanan 8 kamar, dan bisa dibilang kos-kosan ini kos-kosan elit. Kenapa saya berkata begitu, karena harga perkamar di kos-kosan ku itu harga sewa perbulanya rata-rata 1,5- 2,5 juta, itu semua tergantung fasilitas tambahanya.

Kos-kosan saya ini bisa mencapai harga segitu karena letaknya memang strategis , kosan milik saya ini terletak di jalan Dago dekat dengan pusat tongkrongan, kuliner maupun Factory Outlet. Selain memiliki fasilitas dan interior yang mewah, fasiltas setiap kamar kosan saya adalah sebagai sebagai berikut ; AC, TV LED, Water heater, ruang tamu bersofa, dapur dan kamar mandi dalam.

Kebanyakan yang mengisi kamar kosan saya adalah mahasiswi yang orang tuanya memiliki harta yang berlimpah. Biasanya kosan ku di isi oleh anak-anak pengusaha, atau pejabat, kebetulan kosan ku ini dikhususkan untuk wanita. Karena yang mengisi adalah cewek, maka kosan saya ini terkenal dikalangan para mahasiswa yang kuliah di Bandung.

Inilah awal mula kisah mesum saya, pada suatu sore datanglah seorang wanita yang bertubuh tinggi, kulit putih khas orang Indonesia, buah dada sedang dan berparas cantik menggoda. Saat itu gadis tersebut menghampiri saya dan memperkenalkan diri dengan nama Felisa. Setelah memperkanalkan diri ternyata dia hendak menyewa salah satu kamar kos saya yang kebetulan saat itu memang ada yang kosong.

Kemudian saya-pun mengajak Felisa ke dalam dan melihat salah satu kamar yang memang baru saja habis sewanya dan tidak diperpanjang. Beberapa menit Felisa melihat suasana kamar dengan seksama, saat itu dia melihat mulai dari ruang tamu, dapur, kamar mandi dan terakhir dia melihat kamar tidur yang cukup luas dan mewah. Saat itu Ekspresi wajag Felisa cukup puas dengan keadaan kamar kos saya. Dari situ kami-pun mulai negoisasi tentang harga kamar
agen558-2

PahaDada

“ Bagaimana Mbak, apakah cocok dengan kamarnya ? ”, tanyaku.

“ Cocok banget Mas, kamarnya gede, fasilitas oke dan bersih lagi, memangnya berapa perbulan Mas? ”, tanya Felisa pada saya.

Saat itu saya langsung menjawab pertanyaan yang memang saya harapkan dari tadi,

“ 1,6 jt perbulan-nya Mbak ”, jawabku.

Felisa kaget mendengar harga yang aku tawarkan,

“ Wahhh, mahal banget Mas, nggak bisa kurang apa nih Mas ? Aku udah cocok banget nih sama kamarnya? ”, ucap Felisa memohon.

Karena saat itu nampaknya dia sangat ingin tingggal disana sayapun menahan harga, karena bisnis adalah bisnis, hhe. Bisnis itu memang tanpa belas kasihan dan tanpa toleransi,hha. Lalu akupun menjawab,

“ Maaf sebelumnya Mbak, harga pas dan tidak bisa kurang ”, ucapku menegaskan.

“ Masak nggk bisa sih Mas, Sini aku mau ngomong sama yang punya kosan ini, Brangkali aja nanti bisa kurang ? ”, ucapnya kepadaku.

Saat itu aku hanya tersenyum mendengar perkataaan Felisa. Dia tidak tahu kalau punya kosan ini punya saya, mungkin saat itu dia menyangka saya hanya pembantu yang mengurus kosan ini. Lalu saya menegaskan kepada Felisa,

“ Maaf ya Mbak, yang punya kosan itu saya, hhe ”, jawabku dengan sedikit senyuman.

“ Upzzz… Maaf ya Mas saya kira Mas anak yang punya kosan ini, habis Mas imut sih kayak anak kecil mukanya, hhe… ”, ucap Felisa mengelak dengan raut muka
sedikit malu.

PahaDada

Saat itu aku menawarkan dengan penawaran yang sangat extreme dan berani kepada Felisa,

“ Gini aja deh Mbak, saya kasih Mbak 3 bulan gratis tinggal disini asal kamu mau tidur sama aku (Making Love) ”, ucapku tegas penuh spekulasi.

Gila nggak tuh para pembaca, dengan spontan aku mengeluarkan penawaran tersebut, karena memang dari awal saya melihat Felisa, saya sudah tergoda dengan bodynya yang langsing, gerak geriknya yang sensual gaya bicaranya yang manja, dan yang paling utama sih sebenernya aku lagi pengen Making love, hha. Saat itu Felisa terlihat kaget sekali mendengar penawaranku.

Saat itu dia terdiam sejenak dan menatapku penuh dengan tanda tanya serius atau tidak tawaran saya tersebut. Namun pada akhirnya dia-pun menjawab,

“ Okey, why not !!! saya terima tawaran kamu Mas ”, Felisa menjawab dengan lantangnya.

Sekrang giliran saya yang kaget mendengar jawaban dari Felisa. Seketika dadaku terasa sesak karena khayalanku yang sejak tadi ada difikiranku akan menjadi kenyataan. Saya tadi berfantasi bila saja aku bisa melihat dan menikmati bentuk tubuh Felisa yang langsing tanpa busana sama sekali. Seketika jantungku berdegup keras, dan adik kejantanku senat-senut dibuatnya.

Seakan Kejantananku ini minta dibelai oleh Felisa. Setelah Felisa menjawab dengan entengnya, aku menghampirinya, tanpa basa-basi langsung aku cium bibirnya yang tipis terbalut lipglos menambah kesexsian dalam berbicara. Tanpa ragu aku mencium bibirnya, sebaliknya Felisa-pun mulai menyambut ciumanku tanpa ada kekakuan layaknya pasangan yang sudah lama berhubungan.

Saat itu kami berciuman saling merangsang, sesekali aku mendengar desahan halus Felisa saat aku meremas buahdada-nya yang kencang dan kenyal itu,

PahaDada

“ Sssss… Aghhhh…. ”, desah Felisa ketika saya meremas lembut buahdada-nya.

Kemudian tanpa ragu dan membuang waktu, aku mulai melucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Felisa, demikian sebaliknya, dan kini kami berdua hanya memakai celana dalam saja. Sesuai dugaanku, buah dada Felisa mengelayut indah ditubuhnya, tidak besar dan tidak kecil bentuknya sehingga apabila dilihat secara telanjang pas sekali dengan postur tubuhnya.

Aku mulai menjilati buah dada Felisa sesekali aku sedot dengan perlahan, desahan Felisa-pun keluar dari bibirnya yang indah itu. Hal itu membuat saya semakin bernafsu untuk terus memainkan lidah ini diatas buahdada-nya yang kencang itu. Setelah aku bosan menjilati susu Felisa, aku mulai menciumi perut Felisa terus dan terus hingga berhenti di selangkangan yang masih tertutup celana dalam seksi.

Eeummm… baunya khas, aku pelorotkan celana Felisa yang sudah agak lembab. Saat iu entah kenapa aku terdiam ketika melihat Vagina Felisa yang dihiasi dengan bulu jembut yang agal lebat sehingga menambah gairahku  untuk segera mejilat memeknya. Felisa tersenyum ketika aku terdiam memandangi keindahan memeknya  itu

“ Jilatin dong… ”, pinta Felisa dengan mesra.

Saat itu saya menuruti permintaaanya. Saya memulai menjilat dari bawahsampai keatas selangkangan dan hingga berhenti di Vagina-nya. Sampai akhirnya sayapun menjilatiVagina-nya, sembari menjilat, aku melihat ekspresi Felisa yang sedang aku jilati dia Vagina-nya. Saat itu dia mendesah, memejamkan mata dan gelonjotan tidak karuan.

Dan dia juga menggigit bibir bawahnya dan semabri kedua tangannya meremas sprei kasur seperti orang yang sedang menahan sesuatu. Erangannya semakin memburu seiring jilatan saya yang makin liar,

“ Eghhh… Oughhh… Ssss.. Aghhhhhh… ”, desah Felisa mengerang keenakan.

Disatu titik dia melepaskan nafasnya dalam dalam, tak lama kemudian keluarlah cairan putih dari lubang Vagina-nya yang berbau khas, hal itu semakin membuat saya semakin nafsu saja. Kemudian Felisa menarikku keatas kasur dan mulai menjilati kepala kejantananku, rasanya saat itu kepala Penisku seperti kesemutan, beuhhh… enak-enak geli gimana gitu.

PahaDada

Sesekali Felisaa menyedot semua batang kejantananku kedalam mulut-nya. Felisa melakukannya berulang dan berulang, hal itu membuatku merasakan nikmat yang luar bias. Sungguh permainan oral sex Felisa profesional sekali layaknya pemain film bokep yang sering aku tonton. Setelah Felisa puas memainkan kejantananku yang, aku bangun dan mulai mempersiapkan kejatananku untuk lepas landas.

Nampaknya kejantananku dari tadi inginsekali segera merasakan kehangatan Vagina Felisa yang merah merona . Aku mengelus elus kakinya yang panjang sambil mengegesekan kejantananku dimulut vagina Felisa. Tak lama kemudian tangan halus Felisa menggiring kejantananku keliang Vagina-nya. Kepala kejantananku terasa hangat menyentuh bibir Vagina Felisa.

Pada awalnya terasa keset dan susah dimasukan, pada akhirnya setalah aku gesek-gesekan kepala kejantananku dia klitoris Felisa, pada akhirnya Kejantanakupun bisa menerobos Vagina Felisa dalam-dalam. Sedikit demi sedikit saya gerakan pinggangku sambil saya arahkan oleh Felisa sehingga kepala kejantananku sudah masuk seluruhnya.

“ Ssss… Aghhhhh… Yeahhh… Oughhh… ”, Desah Felisa mendesah nikmat merasakan kejantananku mulai keluar masuk di liang Vagina-nya.

PahaDada

Dengan konstan aku melakukan gerakan sex itu kepada Felisa. Sekitar 15 menit dengan posisi sex Felisa Dibawah dan saya diatas, hal itu membuat aku dengan bebas menyodokan kejantananku divagina Felisa. Bosan dengan gaya itu aku meminta Felisa untuk berganti posisi dengan gaya sex Doggy Style. Saat itu Felisa-pun mengiyakan permintaan saya.

Kini kamipun bercita dengan gaya sex Doggy style, dan saya benamkan lagi kejantanan saya didalam Vagina Felisa,

“ Zlebbbbbbb… Aghhhhhh…”,

Masuklah Penis saya didalam Vagina Felisa. Felisa-pun,

“ Oughhh… Shit… nikmat sekali sayang, ayo puaskan aku… Aghhhh… ” ucap Felisa.

Medengar ucapan Felisa, sayapun mulai menggencarkan tusukan Penisku dengan kencangnya,

“ Ceplak… Ceplak… Ceplak… Ceplak… ”, suara pahaku bersentuhan dengan pantat lisa.

“ Ughhh… Ssss.. Aghhh… enak sekali Memek kamu Felis, Aghhh… ” desahku.

Setelah kurang lebih 15 menit aku menyodok Vagina Felisa, kurasakan kejantananku berdenyut-denyut,

“ Felis… aku mau keluar nih… Aghhh… ”, ucapku pada Felisa.
“ Aku juga Mas… aku sudah nggak tahan lagi Mas, cepetan keluarin Mas… oughhh…”, ucap Felisa.

Saat itu saya semakin menggebu-gebu dalam bermain sex, kupercepat gerakan pinggulku,

“ Oughhh… Aku mau keluar sayang, keluarin dimana Felis… Ssss… Aghhh… ”, tanyaku.

“ Diluar aja sayang… Oughhh… ” jawbnya.

Tidak lama setelah itu terasa ada yang akan keluar dari Penisku, dan,

“ Crotttttt… Crotttttt… Crotttttt… ”,

“ Slurpp… Serrrr… Serrrrrrr
AGEN558.com BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA DAN TERBESAR

PahaDada

Pada akhirnya kamipun keluar hampir bersamaan, dan aku lupa mencabut kejantananku dari Vagina Felisa. Lendir kawin Felisa dan Spermaku bercapur menjadi satu. Sungguh kenikmatan yang luar biasa karena aku bisa menikmati wanita secantik dan sexy felisa. Kemudian,

“ Felis, Maafin aku yah, aku tadi nggk sempet cabut penis aku ”, ucapku meminta maaf.

“ Yah gimana dong ini, kamu pokoknya harus ganti rugi sama aku ”, ucap Felisa.

“ Baiklah aku akan kasih kamu apapun untuk ganti rugi buwat kamu ”, ucapku merasa bersalah.

“ Baiklah kalau begitu, mudah saja ganti ruginya. Aku mau kamu memberi aku Kost gratis selama yang aku inginkan, aku berjanji tidak akan menuntut tanggung jawab dari kamu jika aku sampai hamil ” ucapnya.

“ Okey, tapi jika aku ingin ML sama kamu kamu harus mau lagi yah, kapanpun saat aku pingin Ml sama kamu ”, ucapku.

“ Okey deal ”, jawabnya simgkat.

Singkat cerita semenjak kejadian itu saya memberikan kost gratis kepada Felisa. Dan Felisa-pun tidak mengingkari janjinya untuk melayani kebutuhan sexku kapanpun ketika saya mau.

Sungguh menyenangkan sekali kisah sex saya ini. Dan perlu pembaca tahu sebagai pemilik kost, saya tidak hanya melakukan dengan Felisa saja, namun saya melakukan dengan anak kost lainya yang biasanya butuh uang jajan lebih atau yang butuh buwat Shoping.


agen558-2

BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

 

“ABG Murahan “

haruka-naruse-1

AGEN558.com –  Aqu terlahir dari sebuah keluarga besar, dgn dua orang Ibu dan 6 orang anak. Bapak aqu beristri lagi waktu aqu berumur 2 tahun dan Ibu sakit sakitan. Umur 10 tahun bapak meninggal, dan Ibu tiri pindah dgn anak anak nya. Dari sinilah semua kehidupan aqu berawal!

Dari Ibu aqu kandung, terlahir 3 orang anak, aqu yg paling kecil. Waktu bapak meninggal, aqu berumur 10 tahun, namun kedua kakak aqu sudah besar besar. Jadi pas aqu umur 12 tahun, 2 kakakaqu sudah pindah dan berkeluarga.

Tinggallah aqu sendirian dirumah peninggalan orang tua. Kakak aqu tinggal tak jauh dari rumah  pokok, jadi.. itu sebabnya aqu juga meski baru berumur 12 tahun dibiarkan tinggal sendirian dirumah warisan dgn pengawasan mereka. Saat ini aqu sudah masuk SMA kelas2 dan umur ku sudah  16  tahun .

Karena aqu sering taqut kalo malam sendirian aqu dikasih pembantu lelaki yg bertugas mengurus dan membersihkan rumah sekaligus menemani aqu dirumah. Pembantu lelaki ini masih muda, 17 tahun, dia tak sekolah karena keluarganya tak mampu.

Keluarga dia juga cuma punya rumah kecil dan anaknya banyak, jadi orang tua mereka senang kalo pembantu aqu tidur dirumah. Bahkan seringkali juga saudara saudara pembantu aqu ikut bantu bantu dirumah aqu dan tidur disana pula.

Sebagai anak yg kurang pengawasan karena tak ada orang tua dan kakak sibuk dgn suaminya, aqu termasuk anak yg bebas lepas. Meski.. termasuk masih dalam kontrol karena pendidikan dasar yg kuat dari orang tua sebelumnya, namun.. sejak umur 12 tahun aqu sudah mencari cari dan mencoba coba segala hal yg berhubungan dgn sex.

Buku buku dewasa picisan aqu koleksi, bantal dan guling yg akhirnya jadi korban. Penuh flex flex noda gairah belia aqu. Namun pada akhirnya, bantal dan guling saja tak cukup. Aqu mulai nakal dgn suka mengintip pembantu muda ku mandi, atau kencing waktu malam hari.

Kemaluan! pada umur itu aqu sudah mulai melihat dan mengerti lekuk lekuknya dari mengintip. lama lama aqu tak tahan. Satu malam, hujan deras dan kencang. Aqu taqut dgn suara gemuruhnya, akhirnya, aqu nekat ke kamar pembantu lelaki aqu. Dia tak marah dan tak bereaksi. Cuma memeluk aqu dan kembali tertidur.

agen558-2

 

PahaDada

 

Sejak waktu itu aqu tak bisa lagi tidur sendirian, pembantu lelaki aqu ajak tidur dikamaraqu, dan ia nurut. Satu malam, waktu sedang tidur, pembantu aqu memeluk aqu erat sekali dari belakang.

Leher belakang aqu diciumi dgn kencang, nafasnya menderu deru keras sekali. Panas, dan penuh gairah tiba tiba sekujur tubuh aqu. Aqu tak tahu benar apa yg terjadi, namun aqu suka dan yakin, inilah yg aqu tunggu tunggu!

Pembantu aqu menggoyg goygkan pinggangnya dan menekan nekan bagian kemaluannya ke bongkahan bokong aqu dari belakang. Panas dan enak. terasa benar ada benda keras disana. Dgn menahan perasaan, aqu arahkan tangan aqu ke arah kemaluannya yg keras.

Terasa lebih panas dan enak lagi. Cuma aqu heran, kemaluannya yg keras terasa besar sekali ditangan aqu. Sebelumnya aqu pernah mengintipnya waktu dia mandi, dan kemaluannya tak keras dan tak sebesar ini.

Penasaran, aqu masukan tangan aqu kedalam celananya. Tersentuhlah ia oleh tangan telanjangku! Oh Tuhan! terasa panas dan enak sekali! Entahlah, tiba tiba badanku menggigil. Aqu ingin mendekapnya. Aqu ingin menciumnya. Oh, badanku mencair. Lubang bawahku menganga panas dan terasa kosong. Mulutku meleleh dan ingin mengunyah kemaluannya.

Namun aqu malu dan tak tahu harus bagaimana?! Pembantu lelakiku berinisiatif sendiri. Ia buka resluiting celananya dan ia pelorotkan celana dalamnya. Bebaslah kemaluan tegak dan kerasnya kearah bongkahan bokongku.

Aqu masih membelakanginya waktu itu, aqu malu untuk berputar meskipun tanganku sudah menggenggam erat kemaluannya dan tak ingin aqu lepaskan lagi. Ia mulai menerjang nerjangkan kemaluannya digenggamanku agar tanganku terasa mengocok
kemaluannya. Oleh karena terjangannya yg keras, ujung kemaluannya yg tak tergenggam oleh tanganku menerjang nerjang belahan bokongku. meski aqu masih tertutup celana, namun panas kemaluannya terasa sekali di kulit belakangku.

Tanpa sadar, aqu menyingsingkan kain yg menutup kulitku dan melepas celanaqu. Menyadari sekarang bahwa aqu juga lepas dan tak terkendali, pembantu lelakiku mnggeser tubuhnya kearahku dan dgn terus menerjang nerjang ke tubuh belakangku tangannya kini memelukku kuat.

PahaDada

Oh, hangat dan enak sekali. Aqu melambung di langit ketujuh. Dan aqu mencapai langit kesembilan ketika mulutnya juga sibuk mencium dan melumat lumat leherku dari belakang. Kemaluannya terasa basah dan licin sekarang, mungkin itu cairan pelumasnya meleleh.

Kepala kemaluannya terasa panas, keras, dan licin menggaruk garuk lobangku dari belakang. lobangku terasa panas dan menganga. Entah bagaimana, aqu lebih membungkukan badanku kearahnya dan bokongku semakin menempel kearah kemaluannya.

Terjangan terjangan kemaluannya kini sudah mulai menyenggol nyenggol lobang duburku. Ohh, terasa panas dan nikmat sekali. lobang duburku gatal dan basah, ingin dimasuki dan disumpal.

Pembantu lelakiku seakan megerti keinginanku. Tanganku yg menggenggam kemaluannya diusirnya dan ia genggam kemaluannya sendiri dan diarahkan ke arah lobang belakangku yg menganga dan panas meledak ledak. Perlahan diarahkan dan diterjangkannya kemaluannya ke lobangku.

Kepala kemaluannya yg licin perlahan lahan dan sedikit demi sedikit membuka jalan masuk untuk keseluruhan panjang kemaluannya. Sepertiga kemaluannya masuk, lalu ditariknya keluar, dimasukkan lagi, dikeluarkan lagi, lalu setengah kepala kemaluannya mulai bisa masuk, kembali dgn sabar ia mengeluar masukkan separuh dari kepala kemaluannya.

Aqu tak tahan! Akhirnya aqu mendorongkan bokongku ke belakang waktu dia memasukkan kepala kemaluannya ke lubangku.
“Schckreecck!”
“Aahh!”
haruka-naruse-12

Kami sama sama teriak waktu seluruh kepala kemaluannya dgn tiba tiba karena dorongan bokongku kebelakang melesak masuk. Bokongku terasa perih dan kemaluannya terasa berdenyut denyut.

“Ohh..” Pembantu lelakiku melenguh nikmat ketika ia menyadari kepala kemaluannya sudah masuk dilobangku yg panas dan penuh kenikmatan. Ia mulai menggerak gerakkan pantatnya lagi maju mundur. perlahan lahan sisa batang kemaluannya melesak masuk. Panas, perih, nikmat.. segala perasaan bercampur aduk di badan, kepala, dan lubang nikmatku. Dan kemaluanku melesak kedalam tubuhku semakin dalam, semakin dalam, semakin dalam.. Ohh, aqu melenguh, dan pembantu lelaki ku terengah engah dan mengaduh aduh kenikmatan.

Aqu terasa panas terbakar. dan segala rasa di pikiran dan badanku seolah olah terbawa dan tertarik keluar masuk seiring dgn gerakan lembut keluar masuk kemaluan pembantu lelaki ku di lubang kemaluan nikmatku..

Perlahan lahan pembantuku menggenjotkan kemaluannya keluar masuk lubang hangatku, semakin dalam, semakin dalam, sampai akhirnya aqu merasakan bulu kemaluan dan biji pelirnya menyentuh bongkahan bokongku.

Aqu mendesah puas menyadari pembantu lelaki ku berhasil memasukkan seluruh kepanjangan kemaluannya ditubuhku. Dia mulai cepat mengeluar masukkan kemaluannya. Dan aqu semakin basah. kemaluannya semakin hangat dan licin.

Lama lama terdengarlah bercakan bercakan nikmatnya senggama dari kemaluan kerasnya yg luar biasa nikmat dan lubang cinta ku yg berbahagia. Maju mundur, keluar masuk, ditarik dan ditembakkannya kemaluannya ke lubangku lama dan nimat.

Pelan pelan, keras, pelan pelan lagi, cepat, dan ohh.. dia tak tahan dan menggulingkan tubuhku dan aqu ditindihnya kuat kuat. Kemaluannya tak lepas dari lubangku. terus menancap keluar masuk. tatkala ia berada diatasku, ia memompaqu keras keras. nikmat, ohh nikmat sekali tancapan tancapan kemaluannya di lobang kemaluanku yg hangat dan nikmat.

“Teruss, teruss..” aqu berteriak minta lebih oleh nikmat. Dan pembantu lelaki ku menerjang nerjang semakin kuat, sampai akhirnya dia menggigit leherku dan menggeram kuat kuat. Tembakan kemaluannya meledak ledak kearah bongkahan bokongku.

Kemaluannya didalam lobang nikmatku berpendar, enak sekali. Otomatis, entah bagaimana, lobang nikmatku meremas remas kemaluannya. Dan aqu menggeram. Kemaluanku terasa mengencang dan cairan meleleh darinya banyak sekali. Ohh, nikmatnya, nikmatnya!

Aqu tertidur dgn senyuman bahagia sejak itu. Dan pembantu lelakiku mmengajari lebih banyak hal lagi, tentang bagaimana mengulum ngulum kemaluan lelaki dgn hebat agar si lelaki berteriak teriak nikmat. Aqu berbakat, dgn cepat mulutku tak cuma merasakan hangat dan kerasnya kemaluan pembantu lelakiku.

Namun banyak lagi lelaki dari desa tempatku berasal. Semua puas. Semua bahagia dgn pelayananku. Lubangku sekarang juga sudah semakin mahir. Dia masih kencang, hangat, dan hebat, namun tak lagi merasakan sakit waktu kemaluan yg keras dan tajam pertama kali mendesak masuk.
haruka-naruse-11-1

Semakin bertambahnya usia semakin jarang kesempatan yg aqu dapat, karena aqu malu menggoda lelaki yg lebih muda, dan lelaki yg lebih tua kebanyakan sudah kawin, aqu lebih taqut lagi kalo ketahuan istrinya, dan kedokku sebagai pemuas nafsu murahan terbongkar.

Aqu masih sexy. Bokongku lembut dan nikmat. Bibirku penuh dan merekah. namun, kenapa aqu harus kesepian ya? Ohh, seandainya waktu ini ada kamu, lelaki yg akan memuaskanku dgn keras dan nikmatnya kejantananmu, aqu akan bahagia. Mulut dan lidahku akan bahagia mengusap usap dan menghisap hisap indahnya lekuk dan liku kemaluanmu.

Dan lobangku? ohh.. dia akan merekah seperti bunga menantikan kamu menghujam dan menggaruk garuk kedalamannya dgn kepala kemaluanmu sampai kamu puas dan membasahi lubang cintaqu dgn cairan cintamu. Ohh, seandainya, seandainya. Namun lihat aqu disini, bermimpi dan kesepian. Taqut satu waktu aqu mati sendiri tanpa cinta. Aqu kesepian. Aqu sungguh kesepian. Tolonglah aqu …


agen558-2

BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

” Desahan Anak Kampus “

PahaDada

AGEN558.com –  Perkenalkan, namaqu Alisyia. Aqu dikarunia wajah yg cantik. Kata temanku, wajahku mirip salah satu artis Indonesia. Apalagi waktu aqu tersenyum, miriiiip banget, kata mereka. Padahal menurutku biasa saja. Karena suka bergaul aqupun punya banyak teman.

Selain itu aqu sangat rajin merawat tubuhku. Fitness dan ke salon adalah rutinitasku. Karenanya aqu tumbuh menjadi gadis yg energic dan sexy. Baju-baju ketat, semi-transparan dan tank top adalah ‘seragam’ku, sehingga kemolekan tubuhku semakin terpancar. Malah kalau di rumah aqu tidak segan-segan untuk tampil sangat sexy. Toh untuk apa punya tubuh sexy kalau tidak ditunjukkan ke orang lain. Tapi aqu masih tampil dalam batas-batas kewajaran.

Aqu kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Umurku belum genap 22 tahun. Aqu sebenarnya asli Jakarta, tapi aqu lebih memilih untuk kuliah di Bandung. Biar agak jauh dari orangtua. Sejak SMA aqu bercita-cita ingin kuliah jauh dari orangtua. Soalnya malas juga tinggal serumah dgn orangtua, yg sedikit-sedikit melarang ini itu.

Papaqu adalah seorang pengusaha yg cukup sukses, di Bandung Papaqu membelikanku sebuah rumah. Aqu tinggal sendiri di sana bersama pembantuku dan anaknya yg masih kecil. Rumahku cukup besar dgn perabotan yg lengkap plus mobil mewah seri terbaru. Itu tidak seberapa baginya. Itu adalah hadiahku karena lulus ujian.

Sore itu aqu baru pulang kuliah. Capek sekali rasanya setelah seharian berkutat dgn kuliah. Baygkan saja aqu kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Karenanya aqu merasa badanku lelah dan ingin istirahat. Karena besok libur, jadi aqu bisa memanfaatkan waktuku untuk istirahat.

Acchhhh… Aqu mensandarkan tubuhku di sofa ruang tengah. Kupanggil Bi Imah agar membuatkan minum untukku. Upshhh… aqu lupa. Bi Imah dan anaknya kan lagi puLang kampung tadi pagi. Maklum sejak aqu tinggal di Bandung mereka belum pernah puLang, jadi kuijinkan mereka puLang kampung. Ahhh… Malas benar aqu mengangkat bokongku dari sofa. Tapi rasa hausku mengalahkanku, maka dgn malas aqu mengambil air dingin di dapur untuk menghilangkan rasa hausku.

Kemudian aqu pergi ke kamar, kucoba untuk istirahat. Walau badanku capek sekali tapi aqu tidak bisa memejamkan mata. Maka kuputuskan menyalakan komputerku mencoba mencari hiburan. Baru saja kunyalakan komputer, HP-ku berbunyi. Segera kuambil HP-ku dari tas. Di screen tertuliskan “CINTA”, maka segera kuangkat, karena itu adalah dari Petrus, lelakikku.

“Halo Sayg. Lagi ngapain? “Kata suara di seberang sana. “Ada apa, Pet? Gue lagi sendiri nih di rumah. Gak lagi ngapa-ngapain” jawabku. “Malam ini jalan yuk, say. Besok kan libur. Mau gak?”
“Aduh gue cape banget nih, Say. Malas keluar. Mending lo aja yg ke rumah. Lagian rumah sepi, Gak ada orang. Sekalian temanin gue. Mau gak?” Rengekku manja. “Ya udah tunggu aja. 30 menit lagi gue ke sana. Dah Sayg..!” Katanya. “Dahhhhh…”

Kita baru jadian sekitar 3 minggu yg lalu. Tapi dia sudah beberapa kali menikmati tubuhku. Yup.. Aqu memang cewe yg liberal. Aqu menyerahkan keperawananku sama mantanku sewaktu SMA dulu. Jadi bagiku sex bukan hal yg terlalu tabu. Tapi aqu masih tahu tata krama. Aqu gak sembarang tidur dgn lelaki. Aqu gak mau dicap cewek gampangan. Aqu hanya mau ML sama orang yg benar-benar kucintai. Ya..

agen558-2

PahaDada

Seperti Petrus ini. Dia lumayan bisa memuaskanku. Hampir di setiap kesempatan kita selalu mereguk kenikmatan duniawi. Paling sering sih di kontrakannya, karena sepi. Sedangkan di rumahku belum pernah karena ada pembantuku. Malah tak jarang, ketika kita sudah sama-sama pengen ML kita membooking hotel untuk menuntaskan nafsu kita. Mengingat-ingat kejadian itu libidoku perlahan-lahan naik.

Maka segera kuganti bajuku. Aqu ingin tampil sexy di depan Petrus. Segera kugunakan celana pendek putih semi transparan yg ketat. Saking ketatnya terasa CD-ku tercetak di sana. Bokongku yg bulat sekal terlihat indah menonjol. Kemudian kugunakan tanktop putih ketat juga.

Aqu bercermin, lumayan sexy juga, batinku. Buah dadaqu yg lumayan besar tercetak di bajuku. Malah karena saking kecilnya bajuku itu, jika aqu bergerak-gerak buah dadaqu juga terayun kesana kemari. Aqu senang sekali melihatnya. Pasti Petrus suka melihatnya. Aqu tak sabar ingin cepat-cepat berjumpa dgnnya.

Beberapa waktu kemudian kudengar suara klakson berbunyi. Aqu, bercermin sebentar memastikan penampilanku lalu membuka pintu. Benar saja, mobil Petrus sudah ada di depan gerbang rumahku yg masih terkunci. Aqu berlari-lari menuju gerbang untuk membuka pintu pagar rumahku, hal itu otomatis membuat buah dadaqu terayun kesana-kemari. Petrus pasti melihatnya dgn jelas karena jarak yg tidak terlalu jauh. Buah dadaqu bergerak-gerak dgn bebasnya.

Setelah kubuka gerbang, perlahan-lahan mobilnya masuk ke garasiku. Segera kututup gerbang kembali dan aqu menghampirinya yg baru keluar dari mobil. “Halo Saygggg..” katanya. Dipamerkannya senyum manisnya. Kacamata coklat yg dipakainya menambah kesan macho-nya. “Halo juga. Silahkan masuk, Say” kataqu mempersilakannya masuk ke rumah.

Dia mengikutiku dari belakang. Aqu bisa pastikan matanya tidak akan lepas dari bokongku yg bergoyg kesana-kemari dgn indahnya. Kemudian aqu menutup pintu rumah dan menguncinya. Baru aqu membalikkan tubuhku, Petrus sudah berdiri di depanku dgn senyum indahnya.

“Kamu sexy sekali hari ini, Sayg” katanya sambil mendekatkan bibirnya ke mulutku. Segera kusambut bibirnya dan kita melaqukan french kiss. “Terima kasih” jawabku sambil kembali menciumnya, kali ini ciuman kita makin dahsyat. Sambil menciumi bibirku, tangannya bergerilya menjamah buah dadaqu. Aqu semakin ganas membalasnya. Ketika tangannya mulai menyusup ke dalam tank topku, segera kuhentikan.

“Sabar dulu dong, Say. Ga sabaran amat” ucapku sambil menjauhkan tubuhku darinya. “Mending duduk dulu, aqu buatkan minum ya?”, Lanjutku lagi. Aqu sengaja menahan kenikmatan tadi, padahal sebenarnya aqu juga sudah ingin sekali melumat bibirnya. Dia hanya mengangguk lalu pergi menuju sofa.

PahaDada

Segera kubuatkan minum dan memberikanya kepadanya. Softdrink yg kusuguhkan Langsung dihabiskannya. Kemudian matanya menatapku. Aqu tahu maksudnya. Maka aqu pindah ke sebelahnya, lalu diciumnya bibirku. Aqu hanya bisa memejamkan mata menikmati ciuman lembutnya. Kemudian dia peluk aqu dan tangannya mulai meremas-remas buah dadaqu. Aqu mulai merem-melek sambil memutar badanku.

Sekarang aqu duduk di paha Petrus. Kembali kita berciuman dgn penuh gairah nafsu. Lidah kita saling beradu. Perlahan bibirnya turun ke pipiku lalu ke leherku. Lidahnya menari-nari dari ujung leherku ke ujung yg satunya lagi. Hal itu membuatku seperti cacing kepanasan saking nikmatnya. Tangannya tidak tinggal diam. Diremas-remasnya buah dadaqu yg mulai mengeras. Tangannya sungguh lihai meremas-remas buah dadaqu sehingga membuatku makin menggelinjang. Aqu tak tahan hingga kembali kulumat bibirnya. Lidahku beradu dgn lidahnya lagi.

Aqu sudah tidak tahu kapan pertama kali aqu semahir ini melaqukan ciuman. Petrus mulai menyusupkan tangannya ke balik tank topku dan mencari buah dadaqu. Gesekan tangannya Langsung di permukaan kulit buah dadaqu hingga sungguh kenikmatannya tiada tara. “Eeeeehh.. Eeehhhh..” rintihku. Sejenak dihentikannya aktivitasnya karena menyadari sesuatu sambil bertanya.. “kamu ga pakai bra ya, Say?” aqu hanya tersenyum lalu kembali melumat bibirnya.

Dia lebih ganas meladeni ciumanku. Tangannya makin keras meremas buah dadaqu. Memelintir dari atas ke bawah dan sebaliknya. Kurasakan kemaluannya mulai menegang di bawah sana. Kemudian dia menghentikan remasan dan ciumannya, lalu mulai melepas tank topku. Aqu membantunya melepaskan penutup buah dadaqu itu melewati kepala. Maka segera buah dadaqu yg tanpa penutup apa-apa lagi terpampang di hadapannya.
Buah dadaqu yg putih, bulat kencang dgn puting berwarna kemerah-merahan menjadi santapan matanya. Dia sangat kagum melihat buah dadaqu. Walaupun sudah sering melihat buah dadaqu, bahkan menjilat, melumat dan menggigitnya, dia tetap saja menelan ludah menikmati pemandangan ini.

“Buah dadamu indah sekali, Sayg!’ ujarnya.
Kemudian bibirnya menyerang di antara kedua gunungku, lalu lidahnya bergerak di sana. Aqu meringis dan mendesis menikmatinya. Kemudian dia mulai mencium buah dadaqu yg kanan, dilumatnya dgn penuh nafsu. Beberapa detik kemudian aqu menjerit pelan karena aqu merasakan gigitan pada puting kananku, dia dgn gemasnya menggigit dan mencupangi putingku itu sehingga meninggalkan jejak di sekitarnya.

“Ohhhh.. indah sekali buah dadamu ini Say,” pujinya lagi sambil tangannya yg satu lagi mengelusi punggung dan leherku dan berakhir di payudara kiriku. Diremasnya payudara kiriku yg sudah tegak berdiri tersebut. Remasan dan jilatannya silih berganti antara payudara yg kanan dan yg kiri, sehingga menimbulkan sensasi kenikmatan yg tiada tara. bahkan aqu sampai melayg-layg dibuatnya.

Puas meremas buah dadaqu yg kiri, tangannya yg kanan mulai menurun hingga mencengkeram bokongku yg bulat dan padat. Aqu hanya bisa mendesah nikmat. Kuremas-remas rambutnya mencoba mengimbangi desakan birahi ini. Untung rumahku sepi, kalau tidak mana mungkin aqu bisa bercinta di sofa seperti ini.

PahaDada

Setelah puas menggeraygi buah dadaqu, dia pun melepaskanku. Segera dibukanya bajunya, lalu dia membuka celana panjang beserta celana dalamnya sehingga kemaluannya yg dari tadi sudah sesak dalam celana dalamnya itu kini dapat berdiri dgn dgn gagahnya.

Kemudian dia duduk di sofa dgn mengangkangkan kakinya. Matanya menatap mataqu dgn penuh harap. Aqu mengerti maksudnya. Dia ingin dioral tentunya. Sebenarnya aqu kurang mahir melaqukan oral sex, aqu masih butuh belajar, tapi nafsu ingin saling memuaskan membuatku melaqukannya. Maka perlahan-lahan aqu duduk di Lantai menghadap kemaluannya.

Kemaluan Petrus yg sudah berdiri kokoh itu kini berada dalam genggamanku. Kukocok-kocok ke atas dan ke bawah. Nampaknya dia menikmati kocokanku. Tanganku yg halus naik turun di Kemaluannya. Nampaknya dia sangat menikmati kocokanku di kemaluannya. Hal itu terbukti dgn matanya yg tertutup rapat. Aqu menikmati ekspresinya yg keenakan itu.

“Uuuuh… say.. Enak sekali sayyyyyy.. Ooooh..”, desahnya. “Masukkan ke mulutmu dong Say,” pintanya. Tanpa diminta 2 kali aqu menuruti kemauan orang yg kusaygi itu. Perlahan namun pasti, kemaluannya kuarahkan ke mulutku. Kemudian kucium dan kujilat ujungnya dgn lembut bahkan sangat lembut sekali. Benda itu bergetar hebat diiringi desahan pemiliknya.

Seponganku di Kemaluannya kupadukan dgn sedikit kocokan. Petrus pasti keenakan kuperlaqukan seperti itu. Tapi aqu akan membuatnya lebih keenakan. Lalu kubuka mulutku lebih lebar untuk memasukkan kemaluan itu semuanya ke mulutku. tapi nampaknya sudah mentok di tenggorokanku.

Dalam mulutku, kemaluan itu kukulum dan kuhisap, kugerakkan lidahku memutar mengitari kepala kemaluannya. Hanya itu yg kulaqukan tapi tampaknya dia sudah blingsatan. Padahal harus kuaqui bahwa oral sexku belum apa-apa dibandingkan cerita teman-teman cewekku yg pernah melaqukannya. Bahkan masih kalah jauh daripada BF yg pernah kutonton. Tapi aqu tetap. Toh Petrus masih keenakan. Memang sih, Petrus mengaqu baru ML pertama kali dgnku. Jadi dia belum bisa membandingkannya dgn yg lain.

Sesekali aqu melirik ke atas melihat ekspresi wajahnya waktu menikmati seponganku. Dia mengelus-elus rambutku dan mengelap dahinya yg sudah bercucuran keringat dgn sapu tangan. Petrus nampaknya tidak mau cepat-cepat keluar, maka ditariknya kepalaqu. Aqu berdiri tegak di hadapannya yg masih bersandar di sofa.

Segera kulepaskan celana pendek beserta CD-ku sekalian. Matanya nanar melihat ketelanjanganku. Aqu seperti manusia yg baru lahir, polos. Kini aqu sudah telanjang bulat di hadapannya. Aqu lalu naik ke pangkuannya. Dgn senyum nakal aqu meremas-remas dadanya yg bidang. Lalu kubenamkan kembali wajahnya ke buah dadaqu hingga dia pun mulai menyusu di situ.

PahaDada

Kali ini dia menjilati seluruh permukaannya hingga basah oleh liurnya lalu dikulum dan dihisap kuat-kuat. Tangannya di bawah sana juga tidak bisa diam, tangannya meremas-remas bokong dan pahaqu. Dielus-elusnya paha putihku itu. Berbeda dgn pahaqu yg dielusnya dgn lembut, bokongku justru diremasnya dgn keras. Gumpalan daging pinggulku menjadi bulan-bulanan tangannya.

Aqu hanya mendesah-desah. Giginya yg putih menarik-narik puting susuku. Hal itu semakin membuatku merintih. Malah kini tangannya yg bercokol di pahaqu mulai merambat semakin jauh. Aqu tak kuasa untuk tidak merintih dan mendesah. Bongkahan bokongku diremas, buah dadaqu dilumat dan sekarang tangannya yg kanan menggeraygi kemaluanku dan menusuk-nusukkan jarinya di sana. Ooooohhhhh.. nikmatnyaaaa, batinku.

Sebagai respons aqu hanya bisa mendesah dan memeluknya erat-erat, darah dalam tubuhku semakin bergolak sehingga keringatku menetes-netes. Mulutnya kini merambat naik menjilati leher jenjangku, dia juga mengulum leherku dan mencupanginya. Cupangannya cukup keras sampai meninggalkan bercak merah. Akhirnya mulutnya bertemu dgn mulutku lagi dimana lidah kita saling beradu dgn liar. Sambil berciuman tanganku meraba-raba selangkangannya yg sudah mengeras itu.

“Sayyyy… Sekarang ya..”, pintaqu memelas. Aqu sudah tidak tahan lagi ingin segera menuntaskan birahiku. Maka kuangkat bokongku sebentar dan mengarahkan kemaluanku ke kemaluannya. Dia memegang kemaluannya siap menerima kemaluanku. Sedikit demi sedikit aqu merasakan ruang kemaluanku terisi dan dgn beberapa hentakan masuklah Kemaluan itu seluruhnya ke dalam.

Aqu tak kuasa untuk tidak menjerit kala Kemaluan Petrus membelah bibir kemaluanku. Sama sepertiku, dia juga mendesah menyebut namaqu waktu kemaluannya amblas ditelan kemaluanku. “Ooooohhhhh..!” desahku dgn tubuh menegang dan mencengkram bahu pacarku. Kurasakan lubangku agak nyeri, tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya yg terasa sungguh nikmat.

Kemudian, secara perlahan-lahan aqu menaikturunkan tubuhku di atas kemaluannya. Kupacu kejantanannya dgn goyganku. Aqu tiba-tiba menjadi gadis yg liar yg butuh kenikmatan. Kugoyg-goygkan kemaluanku di atas Kemaluannya sambil sesekali membuat gerakan memutar. Kemaluanku seperti diaduk-aduk.

PahaDada

Aqu sangat menikmati posisi ini, karena aqu bisa mengendalikan permainan. Desahan-desahan nikmat menandai keluar masuknya Kemaluan Petrus. Petrus juga merasakan hal yg sama seperti yg aqu rasakan. Matanya menatap wajahku yg kemerahan karena nikmat.
“Aaaccchhhhh.. Acchhhhhhhhh..” desahku seiring dgn naik-turunnya tubuhku. Buah dadaqu yg sudah menegang maksimun terayun-ayun dgn indah di hadapannya. Petrus juga mulai membantu menyodok-nyodok kemaluannya, sehingga kenikmatan yg kurasakan semakin bertambah.

Tubuhku terlonjak-lonjak dan tertekuk menahan sensasi kenikmatan dunia. Hal itu membuat buah dadaqu semakin membusung ke arahnya. Kesempatan ini tidak disia-siakannya, dia Langsung melumat buah dadaqu yg kiri dgn mulutnya. Aqu semakin menjerit keras. Dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar birahi.
Petrus semakin menyerangku dgn meremas-remas buah dadaqu yg kanan serta memilin-milin putingnya. Petrus sungguh pintar menyerang titik sensitifku. Sepuluh menit lamanya kita berpacu dalam adegan demikian. Saling berlomba-lomba mencapai puncak. Sodokan-sodokannya semakin lama semakin cepat dan makin berirama.

Mulutnya tak henti-henti mencupangi buah dadaqu yg mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya juga mampir di pundak dan leherku. Sungguh kenikmatan yg sangat indah. Tangannya yg tadi lembut menggeraygi paha dan bokongku, sekarang cenderung kasar. Aqu sudah sangat kecapaian dgn posisi tersebut sehinga goyganku semakin lama semakin tidak bertenaga. Malah kini dia yg aktif menyodok-nyodok kejantanannya.

Menyadari hal tersebut, Petrus minta ganti posisi. Ditariknya kemaluannya dari rongga kemaluanku. Ada perasaan kesal, tapi itu tidak lama. Tubuhku dibalikkan telungkup di atas sofa. Lalu kakiku ditarik hingga terjuntai menyentuh Lantai, hingga otomatis kini bokongku pun menungging ke arahnya. Buah dadaqu yg dari tadi menjadi bulan-bulanannya menekan sofa karena aqu telungkup. Petrus sibuk memegang erat-erat kedua pahaqu.

“Siap-siap ya Say!” ujarnya. Aqu hanya bisa menganggukkan kepala menunggu kenikmatan selanjutnya dgn posisi doggy style. Petrus pernah bercerita bahwa posisi ini sangat disukainya, karena dia yg mengambil kendali dan bebas meremas-remas semua bagian tubuhku, bahkan anusku. Sebelum menusuk kemaluanku, dia terlebih dahulu mencium punggungku.

Seluruh tubuhku kembali bergetar, seakan terlempar ke-awang-awang. Sendi-sendiku bergetar menunggu kemaluannya menembus kemaluanku. Posisi ini membuat birahiku semakin tak terhingga, hingga membuat aqu menggeliat-geliat tak tertahankan.

PahaDada

“Pettt…. Buruannnnn..!” rengekku sudah tidak tahan lagi. Petrus mematuhiku. Sambil meremas bokongku dia mendorongkan kemaluannya ke kemaluanku. “Occchhhhh.. Ngghhhhhhh..!” desisku waktu kemaluan yg keras itu membelah bibir kemaluanku.
Kemaluannya dgn perlahan dan lembut mengaduk-aduk kemaluanku. Kontan aqu menjerit-jerit keras. Dalam posisi seperti ini sodokannya terasa semakin keras dan dalam, badanku pun ikut tergoncang hebat, buah dadaqu serasa tertekan dan bergesekan dgn sofa. Hal itu justru menimbulkan kenikmatan tersendiri, apalagi sofaqu terbuat dari kulit sehingga gesekan di buah dadaqu terasa sedikit kasar namun nikmat.

“Aacccccch.. Eeeuuuuuh.. Acchhh….” aqu cuma bisa mendesah setiap kali dia menyodokkan kemaluannya ke kemaluanku. Petrus menggenjotku semakin cepat. Kemaluanku dihunjam kemaluannya yg sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi semakin cepat memijati miliknya. Dengusan nafasnya bercampur dgn desahanku memenuhi ruang tengahku.

Mulutku megap-megap dan mataqu terpejam. Beberapa menit kemudian dia menarik tubuh kita mundur selangkah sehingga buah dadaqu yg tadinya menempel di sofa kini menggantung bebas. Kemudian dilanjutkanya kocokannya. Buah dadaqu terayun ayun ke depan dan ke belakang. Terkadang buah dadaqu menyentuh sandaran bawah sofa sehingga menimbulkan rasa sakit. Tapi rasa sakit tersebut tertutupi kenikmatan yg menjalar ke seluruh aliran darahku.

Sambil berpacu dalam adegan doggy ini, tangannya kini tidak tinggal diam. Dia mulai menggeraygi buah dadaqu yg semakin ranum karena aqu menungging. Ditariknya-tariknya benda kenyal itu sesuka hatinya. Aqu merem-melek menikmati tangannya bergerilya dari buah dadaqu yg kanan ke buah dadaqu yg kiri.

Aqu menjerit kegelian waktu dia mengocok kemaluanku dgn cepat dan keras, tapi dia meremas buah dadaqu dgn lembut sekali dan sesekali memelintir-melintir putingnya. Tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Gesekan-gesekan di lubang kewanitaanku serta remasan di buah dadaqu membuat pertahananku sebentar lagi akan jebol. Pandanganku kabur dan kurasakan kesadaranku hilang.

PahaDada

Akhirnya aqu pun tak bisa lagi menahan orgasmeku. Mengetahui bahwa aqu akan segera keluar, dia semakin bergairah, tubuhku ditekan-tekannya sehingga kemaluannya menusuk lebih dalam, tangannya pun semakin kasar meremas buah dadaqu. “Aacccchhhhhhkk..!” jeritku bersamaan dgn mengucurnya cairan cintaqu.

Kugenggam erat karpet ruang tamu merasakan detik-detik orgasmeku. Aqu menggigit bibir merasakan gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Aqu merasakan cairan cinta yg mengalir hangat pada selangkanganku. Tapi itu belum berakhir, karena Petrus masih terus mengocokku sehingga orgasmeku semakin panjang. Petrus juga nampaknya akan segera orgasme. Hal itu tampak dari adegannya yg khas jika akan orgasme.

“Aqu mau keluar, aqu mau keluar..” Petrus membisikkannya sambil ngos-ngosan dan masih terus mengocokku. “Jangan diiii.. Jangan di dalam. Ahhhh.. Ahhhh.. Ohhhhh.. Aaaaaqu.. Aqu lagi.. Suburrrrrr.”
Aqu cuma bisa berbicara begitu, setidaknya aqu bermaksud berbicara begitu karena aqu tidak tahu apakah suaraqu keluar atau tidak, pokoknya aqu sudah berusaha, itu juga sudah aqu paksa-paksakan. Aqu tidak tahu apakah dia mengerti apa yg aqu bicarakan, tapi yg jelas dia masih terus mengocokku.

Beberapa detik kemudian, dia mencabut kemaluannya, kakiku Langsung ambruk ke Lantai. Petrus yg menyodokku dari belakang akhirnya klimaks. Dia mengeluarkan kemaluannya dan menyiramkan isinya di punggung dan bokongku. Air maninya membasahi tubuhku bagian belakang. Tidak terlalu banyak spermanya, tapi sangat lengket kurasakan di tubuhku.

Kemudian dia ambruk menindihku. Kurasakan kemaluannya yg menindih bokongku mulai mengecil. “Terimakasih, Sayg” ucapnya sambil mengecup leherku. Aqu hanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan barusan. Akhirnya malam itu Petrus menginap di rumahku. Sudah bisa ditebak kita akan mereguk kenikmatan sepanjang malam sampai besok paginya karena libur.

Sesudah percintaan di ruang tamu tadi, Petrus menikmati tubuhku lagi di kamar mandi. Aqu yg sedang mandi dikejutkan akan kehadirannya di depan pintu. Walau masih lemas, aqu terpaksa meladeninya. Aqu hanya diam di Lantai kamar mandi sedangkan dia yg aktif menyodokku.

PahaDada

Malah yg seru adalah ketika sehabis makan malam di luar. Kita kembali ke rumah dan Langsung ke kamarku. Aqu yg sudah bersiap-siap tidur diajaknya menonton BF di komputerku. Adegan-adegan mesum di layar monitor membuat libidoku cepat naik. Aqu mencoba memancing gairah Petrus, tapi dia menolak untuk menyetubuhiku.

Aqu bingung dibuatnya, tidak biasanya dia menolak seperti itu. Selama ini justru aqu yg sering menolak bersenggama dgnnya. Waktu itu, katanya dia mau ML tetapi ada syaratnya. Dia memintaqu untuk menari-nari seperti penari telanjang. Aqu sih OK saja, berhubung dia adalah pacarku dan nafsuku ingin segera dituntaskan, maka aqu menuruti kemauannya.

Bak seorang stripteaser professional, aqu take action di hadapannya. Dia sangat bernafsu sekali menikmati pemandangan Langka tersebut. Baru setelah itu dia mengocokku. Kali ini tanpa basi-basi Langsung ditusuknya kemaluannya ke lubangku yg sudah sangat basah itu. Kenikmatan yg kuharapkan tercapai sudah. Aqu benar-benar puas waktu itu. Belum pernah kita bercinta sepanjang itu.


agen558-2

UNTUK REGISTRASI DAN PENDAFTARAN.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat : http://www.agen558.com
Pin:  5591B4C3
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

” Memory Cabul “

PahaDada

AGEN558.com –  Aqu adalah seorang lelaki single fighter, sebenarnya statusku saat ini adalah seorang duda. Aqu mengaqu seorang lelaki single fighter dikarenakan aqu sekarang sudah tak beristri lagi. Aqu dahulu seorang suami yg sangat bahagia karena aqu mempunyai seorang istri yg cantik dan begitu sayg kepadaqu. Di istanaqu saat itu tinggal aqu, istriku, ibu mertuaqu dan seorang pembantu wanita. Sebelum aqu menceritakan kisah dilema mahligai rumah tanggaqu, aqu ingin menceritakan tentang pengalamanku dgn sekretarisku. Sebut saja namaqu Hendi, usiaqu saat ini baru menginjak 28 tahun. Profesiku Presiden Direktur, tentu saja di perusahaanku sendiri. Aqu tinggal di perumahan Kelapa Gading.

Pada suatu ketika perusahaanku mengadakan acara liburan untuk karyawan, acara ini selalu rutin dilaqukan untuk menambah gairah kerja para karyawanku. Karena aqu boss di perusahaan tersebut aqu harus ikut, sedangkan istriku pada saat itu sedang ada halangan katanya sih ada urusan keluarga. Jadi aqu memutuskan untuk pergi sendiri.

Aqu mempunyai sekretaris Sari namanya, aqu merasa bahwa aqu harus memilikinya. Kalau di kantor dia selalu mencoba bertingkah genit dari kerling matanya itu atau dari caranya berpakaian, dari situ aqu tahu kalau dia suka padaqu. Seperti biasanya aqu pulang memang agak sore, Sari sudah gelisah ingin pamit pulang tapi aqu masih saja berkutat dgn laporanku.

“Sari kalo udah mau pulang duluan aja, nggak pa-pa kok, sekarang udah jam 5 lewat 20, entar ketinggalan kereta lho lagian udah mendung kalo hujan kan entar kebasahan”, kataqu sembari tersenyum.

“Iya Pak”, sembari berkemas dan secara tak sengaja pulpennya jatuh dan dia memungutnya, otomatis dari posisi duduk dia berputar, roknya tersingkap dan secara tak sengaja aqu melihatnya, wah memang benar terawat sampai ke ujung pahanya begitu pula dgn dgn segitiganya yg berwarna putih. Sembari memungut pulpen dia nunduk dan serta merta dia menutup bajunya yg otomatis terlihat kalau nunduk.

“Sar, lain kali pake bajunya yg ketutup aja biar nggak repot”, kataqu.
“Nggak enak Pak, aqu justru nggak seneng pake baju yg kerahnya terlalu tertutup”, katanya sembari tersenyum, karena dia tahu maksudku ngomong seperti itu. Tak lama kemudian Sari pergi, dan aqu terus bekerja.

Sari memang betul-betul merupakan wanita ideal di benakku. Ia berbadan tinggi, dgn pinggul yg indah dan bokong menjungkit seperti penari Bali. Aqu ingat pengalaman pertama bercinta dgnnya. Dan kesempatan pun tiba pada acara tahunan tersebut, saat acara sudah hampir selesai, kuajak Sari keluar dari ruangan itu.

“Sar, temenin Bapak keluar jalan-jalan yuk?” Ajakku.
“Iya Pak, Sari juga sudah sumpek di sini sejak tadi sore”, jawab Sari.
Kita pun keluar dgn mobilku, tak terasa sudah jam 1.00 malam. Kita pun kembali ke Villa perusahaan.

Setelah sampai, aqu memberanikan diri menggandeng seketarisku yg genit itu, kita menyusuri lorong kamar-kamar karyawan. Dan akhirnya tiba di depan pintu kamar Sari.

“Pak, malam ini mau nggak bapak nemanin aqu.. soalnya Sari taqut kalau tidur sendirian”, kata Sari.
“Tapi kamu kan bisa minta ditemanin sama karyawan cewek yg lain”, jawabku, tapi dalem hatiku berharap agar Sari memaksaqu untuk menemaninya malam ini, yg sebenarnya sangat kuharap-harapkan.
“Mana ada yg mau Pak? Orang sudah pada tidur semua, lagipula mereka kan sudah ada yg menemani malam ini”, desak Sari.

Memang sih pada acara tahunan kali ini karyawan wanita yg masih single dan ikut ke acara tersebut hanya Sari, sedangkan karyawan yg lain sudah membawa pasangannya sendiri-sendiri.

“Tapi nanti jam 7.00 pagi kamu bangunin Bapak yah. Soalnya kalau ketahuan karyawan yg lain kan nggak enak kita, apalagi bapak kan atasan mereka”, jawabku.

agen558-2

PahaDada

Aqupun masuk mengikuti Sari, tapi sebelumnya aqu minta izin pada Sari untuk ganti baju tidur dulu di kamarku. Pertama kali sangat canggung dan hanya berbincang-bincang saja di kamar. Ketika tiba saat untuk tidur, aqu bermaksud tidur di sofa. Aqu merasa harus menghargainya, toh kami belum menikah. Namun ia menarikku ke tempat tidur.
“Kita tidur pelukan boleh kan Pak, asal nggak lebih dari itu”, katanya manja.

Aqu menuruti kemauannya dgn kikuk. Beberapa menit kami berbaring diam dalem satu selimut. Sari hanya mengenakan t-shirt tipis dan kain sarung, begitu juga aqu. Saat kulit kami bersentuhan, jantungku berdesir. Tanpa terasa pipi kami saling menempel. Udara dingin membuat ia mengetatkan pelukannya dan akhirnya bibir kami saling berpagut. Awalnya sangat canggung, namun tak lama gerakan kami menjadi lebih luwes dan lidah kami pun saling bergulung. Ciuman yg ketat membuatku kehilangan kendali, lalu tanganku menjadi liar meraba ke buah dadanya. Nafas Sari pun semakin memburu.

Lalu aqu berusaha melucuti t-shirtnya. Sari tak menolak, bahkan tangannya juga berusaha melucuti bajuku. Dgn satu sentakan kutarik BH-nya sehingga kulihat badannya yg indah itu hanya berbalut celana dalem tipis. Aqu menikmati beberapa saat pemandangan itu, Sari yg berbaring telentang, dgn pandangan mata yg sulit kulupakan. Lalu kucium lagi bibirnya perlahan. Sari mengerang perlahan, “Ooohhh..”, bibirnya setengah terbuka dan basah sangat membuatku terangsang. Lalu tanganku mulai bermain di buah dadanya, membuat ia makin menggelinjang. Ketika tanganku kuturunkan hingga mencapai gundukan kewanitaannya dan bibirku meluncur mengulum puting susunya, tiba-tiba ia mendorongku dgn keras. Lalu tangannya bergerak cepat menarik celanaqu sembari berdesah, “Pak, buka celananya..” Dgn satu gerakan aqu melepas celana dalem, dan ia melaqukan hal yg sama. Kini dapat kulihat badan indah itu tanpa penghalang apapun.

Sari menarikku ke dalem pelukannya dan kami kembali bercumbu dgn hangatnya. Aqu menyisir seluruh badannya dgn bibirku. Mulai dari ubun-ubunnya, turun ke bibirnya, lalu ke lehernya yg jenjang. Sari berbaring telentang dgn kedua pahanya yg putih dibuka lebar, sementara aqu menindih dan mengulum bibir dan lehernya, gagang kemaluanku yg telah keras dan liang senggamanya yg terasa basah tanpa sengaja bersentuhan. Betapa nikmatnya. Lalu aqu mulai menyisir ke buah dadanya dan mulai mengulum puting buah dadanya yg mengeras. Aqu jilati puting susunya dan melingkari areolanya, membuat Sari menggelinjang dgn hebat sembari merintih keras, “Aduh.. nikmat.. Pak.. teruss.. ooohh..” Karena posisiku agak merendah ke bawah maka aqu dapat merasakan kehangatan liang kewanitaannya yg basah di perutku.

Sari terus merintih sembari sesekali pahanya yg jenjang menghentak naik turun di atas pinggangku, sementara pelukannya semakin erat. Lalu ia menarik badanku ke atas hingga bibir kami kembali berpagut. Sembari tersengal ia mendesah dgn penuh birahi, “Pak, Sari pingin disentuh dgn punya bapak..” Aqu mengerti yg ia inginkan. Aqu lalu mulai menggesek-gesekkan gagang kemaluanku ke liang kenikmatannya. Liang senggamanya terasa makin membanjir dan terbuka. Aqu terus menggesek dan menyibak labia mayoranya dan merasakan klitorisnya yg semakin membengkak. Sari menggoygkan pinggulnya dgn kencang sembari merintih, “Teruus.. Pak.. nik.. matt…, ooohhh..” Tangannya memeluk kencang di bahuku dan kukunya membenam di kulitku hingga membuatku sedikit perih. Namun rasa perih itu terkalahkan oleh buaian kenikmatan yg luar biasa. Gerakan itu semakin kencang dan aqu sudah tak tahan untuk segera memasuki badannya.

PahaDada

Aqu berhenti menggesek klitorisnya dan mulai mencari jalan untuk memasuki lobang kemaluannya yg sudah banjir oleh cairan kewanitaannya. Aqu menatap Sari sebentar dan menemukan hasrat yg sama di matanya. Dgn perlahan tangannya membimbingku memasuki lobang kenikmatannya. Dgn satu dorongan pelan aqu mulai memasuki badannya, sedikit demi sedikit. Aqu tahu ia sedikit kesakitan, karena ini pertama kali baginya, namun kebasahannya sangat membantu gagang kemaluanku menemukan jalannya. Ketika gagang kemaluanku hampir separuh masuk dalem liang kenikmatannya, tangannya memelukku dgn amat keras dan badannya bergetar hebat. Aqu merasakan cairan lebih banyak lagi membanjiri kemaluannya dan dgn satu dorongan aqu menusuk hingga bagian terdalem dari kemaluannya. Badannya menggigil dan mulutnya meracau, “Eeeenak.. Pak.. ooohh.. tekan yg.. dalaam.. ooohh..” ketika aqu mulai menggerakkan gagang kemaluanku naik turun. Pada setiap gerakan menusuk aqu menekan dgn begitu dalem. Sari menggoygkan pinggulnya, kedua kakinya menjepit pinggulku begitu keras.

Aqu akhirnya tak tahan lagi dan merasa sudah hampir tiba waktunya. Pada gerakanku yg terakhir, aqu merasakan seluruh badannya menggeletar, menyambut spermaqu yg memenuhi rongga kewanitaannya saat ejaqulasi. Kukunya makin dalem terbenam di punggungku dalem satu pelukan yg ketat dan badan kami sama-sama menggeletar. Untuk beberapa saat hanya kenikmatan tiada tara yg kami rasakan dan entah berapa lama kami terus berpelukan menikmati keindahan itu dgn mata terpejam, dgn gagang kemaluanku tetap kubiarkan di dalem liang kenikmatannya. Ketika getar-getar keindahan itu akhirnya harus berakhir, aqu membuka mata dan melihat Sari yg masih tetap terpejam dgn wajahnya yg penuh keringat. Betapa cantiknya melihat dia dalem keadaan sesudah orgasme. Lalu ia membuka matanya dan tersenyum lembut melihatku sedang memandanginya. Kucium lembut bibirnya dan kami berbaring berpelukan. Kami tahu malam masih panjang dan kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan indah itu untuk menikmatinya bersama-sama.

Itulah kisah perselingkuhanku dgn Sari, sekretarisku yg cantik dan genit dan acara kucing-kucingan itu berlangsung hingga kini. Setelah acara selesai aqu pulang ke rumah dan mendengar suara atau hal-hal yg tak enak dari para tetangga tentang istriku. Tapi aqu saat itu belum mau percaya begitu saja dgn cerita jelek yg beredar di daerahku itu, sampai sahabatku sendiri yg mengatakannya padaqu. Barulah aqu mempercayai cerita tersebut.

Selama tiga hari aqu tak mau bicara dgn istriku, sikapnya padaqu yg kurasakan sepertinya agak beda semenjak aqu datang dari acara tahunan yg diadakan perusahaanku itu.
“Yg.. kamu kenapa sih?” kenapa kamu diam saja.. kenapa kamu diamkan aqu? Apa salahku?” Tanya Yenni, istriku pura-pura tak mengerti duduk persoalannya.

Ditanya seperti itu aqu masih tetap diam tak mau bicara, sikap Yenni semakin merajuk saja. Dia mencoba untuk melemahkan emosi jiwaqu, Yenni memang paling pandai dalem hal menundukkan emosiku. Sehingga aqu selalu saja kalah olehnya, apakah karena aqu terlalu mencintainya? sehingga diriku begitu lemah terhadapnya.

“Jika Yayg selalu diam begini, aqu sebaiknya pergi saja dari rumah ini! Percuma punya suami juga, selalu mendiamkan aqu tanpa tahu persoalannya!” kata Yenni dgn suara yg ketus dan tajam. Aqu kaget dgn kata-katanya itu, maka kutarik lengannya ketika dia hendak melangkah keluar.

“Katakan! Siapa lelaki yg pernah ke mari sewaktu aqu sedang di luar kota kemarin?!” tanyaqu sembari mencengkeram lengannya lebih erat lagi.
“Siapa yg Yayg maksud? Aqu benar-benar tak mengerti?” ujarnya mencoba mengelak.
“Jangan pura-pura lagi, Yenni! Aqu sudah tahu semuanya. Sewaktu aqu tak ada, rumah ini kedatangan tamu kan?” gertakku.
“Memang benar Yg, Tapi mereka itu teman Mamaqu. Lagi pula, nggak mungkin aqu berani mengkhianati kamu Yg!” ujar Yenni sembari matanya melotot tajam ke arahku.
“Kamu berani untuk di sumpah?” tanyaqu lagi.
“Aqu berani di sumpah dgn cara apa saja, Yg! Karena aqu tak merasa bersalah!”

PahaDada

Kata-katanya cukup tandas dan tajam. Dia seolah-olah tak menerima kutuduh begitu, aqu sendiri akhirnya tak bisa berbuat banyak. Karena menuduh tanpa bukti itu sama halnya dgn memfitnah, lagi pula setelah aqu pikir apapun yg dilaqukan istriku ini tak mungkin kalau Yenni berani berbuat seperti itu kecuali semua ini memang kelaquan dari mertuaqu itu. Apalagi saat itu Yenni menangis pilu dan aqu merasa tak tega melihatnya sebab bagaimanapun juga aqu masih begitu mencintainya.

“Maafkan aqu Sayg. Aqu telah menuduh yg tak-tak padamu, aqu percaya kok kalau kamu masih mencintaiku dan setia padaqu”, Kataqu sembari memeluk badan istriku dgn lembut dan mesra. Dan suasana yg tadinya tegang telah berubah menjadi suasana yg begitu romantis, apalagi aqu sudah lama tak merasakan cumbuan permainannya, dan saat itu Yenni istriku begitu erat mendekapku seakan tak mau terpisah dariku lagi. Kurebahkan badan istriku di atas ranjang, kubiarkan dia terbaring dgn bebas.

Aqu berdiri sejenak memandanginya, ada getar aneh menjalari sekujur badanku saat itu. Yenni tersenyum penuh arti padaqu, dia memang mengerti apa yg aqu butuhkan saat ini. Benar-benar menggairahkan dan penuh daya tarik tersendiri badan istriku. Ia begitu menantang dan pasrah. Buah dadanya yg masih dilapisi gaun tidur itu membusung, laksana bukit salju yg lembut, kulitnya bersih dan mulus. Pinggulnya padat dan berisi. Kedua pahanya juga putih, laksana kain sutra kalau di sentuh. Segera saja aqu melepaskan semua pakaianku dan langsung naik ke atas ranjang. Rasanya saat itu kami seperti berada di malam pengantin saja, begitu mesra dan romantis.

Kemudian aqu duduk di pinggir kasur sembari mendekap badan istriku. Sungguh lembut badan mungil istriku. Kupeluk dgn gemas sembari kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh badannya. Sembari memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yg kenyal itu. Kuusap-usap dan kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Gagang kemaluanku menyentuh pinggang istriku. Kudekatkan gagang kemaluanku ke tangan istriku. Digenggamnya gagang kemaluanku erat-erat lalu diusap-usapnya. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di kemaluannya. Aqu beralih dgn posisi 69.

Aqu mulai mendekap badannya sehingga seluruh badannya menekan badanku, dan Yenni mengarahkan liang kewanitaannya yg terbuka ke wajahku. Dapat kulihat liang kewanitaannya yg kemerahan yg tak dihiasi oleh sehelai bulupun, bersih. Yenni menaikkan bokongnya sedikit, sehingga makin jelas terlihat liang kewanitaannya, aqu tahu maksudnya dgn perlahan kutempelkan wajahku ke liang kewanitaannya, kuciumi bibir luarnya, dia sedikit menggelinjang tapi tetap menghisap dan menjilat gagang kemaluanku, dapat kuhirup aroma yg keluar dari liang kewanitaannya tersebut bau yg khas.

Aqu jilati seputar bibir luarnya, Yenni semakin melengkungkan badannya ke belakang, sehingga terbenamlah wajahku di liang kewanitaannya. Aqu mengatur nafas, kubuka bibir luarnya dgn jari tanganku, kumasukkan lidahku ke dalem liang kewanitaannya dan kumainkan lidahku di dalemnya, Yenni menggelinjang kuat, “Eeeggghh.. shhh.. aaachh.. terusin Yg”. Kukecup dan kutarik klitorisnya dgn lidah dan bibirku, dapat kurasakan cairan wanitanya sudah mulai membasahi liang kewanitaannya, Yenni mengejang saat kuhisap liang kewanitaannya yg sudah basah. Kujilat bibir kemaluannya dan kupilin-pilin klitorisnya.

PahaDada

“Ohhh.. arggghh.. ohhh.. terusin Yg.. ohhh.. arggghh”. Dan aqu merasakan gagang kemaluanku digigit dgn kedua bibirnya. “Eeggghh.. sshhh… Sayg”. Aqu pun menggeliat, Yenni melepaskan gagang kemaluanku dari mulutnya, mengangkat dan memutar badannya, menciumi bibirku dgn panas dan nafas terengah-engah.

Kemudian Yenni jongkok menghadapku persis di atas gagang kemaluanku yg terlihat mengkilap basah, dipegangnya gagang kemaluanku dan Yenni mulai menurunkan posisi jongkoknya dgn menuntun gagang kemaluanku masuk perlahan ke dalem liang kewanitaannya, “Bleesss..” “Aaahhh.. ggghh!” kami berdua bersamaan mengerang. Yenni mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, liang kewanitaannya sangat banyak berair, sampai berbunyi, “Plok.. plok.. cipak.. plok..” sesekali dia menggelinjang dan meletakkan tangannya ke belakang memegang kedua pahaqu, diputarnya pinggulnya ke kiri dan ke kanan, kali ini giliranku yg menggeliat, kutarik tangannya ke bawah sehingga dia terkelungkup kuciumi bibirnya dgn hangat Yenni membalas, kupeluk badannya dan Yenni sekali lagi memutar-mutar pinggulnya.

“Shhh.. gghhh..” aqu kembali mengerang. “Enak, Yg..” bisiknya. Aqu tak menjawab dan langsung kuciumi bibirnya sementara tanganku mencoba untuk melepaskan gaun tidurnya, Yenni membantuku, dia bangun dan melepaskannya. Kulihat buah dadanya, aqu mulai merabanya, meremasnya, kuhisap puting buah dada kanannya. ” Ohhh.. arghah.. aaah.. ahhh.. oh Yg terusin.. ohhh.. aghhh..” Yenni mendesah dan mempercepat gerakan pinggulnya naik turun kiri kanan. Puting buah dadanya yg merekah itu kujilat berulangkali sembari kugigit perlahan-lahan. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Kuperkuat remasanku di buah dadanya, Yenni merebahkan badannya dgn tetap menggerakkan pinggulnya dan kubalas dgn gerakan menusuk dari bawah.

“Aaahh.. Yg.. terusin, Yg.. shshsh…” desah Yenni menggeliat. Aqu tak peduli, kujilati dan kugigit putingnya yg sudah dekat dgn wajahku, Yenni kembali mendesah dgn cepat mengikuti irama goygan pinggulnya dan tusukan gagang kemaluanku, “Aaahhh… ahhh… eeghh…” Aqu merasakan ada sesuatu yg siap keluar dari dalem gagang kemaluanku, kupercepat gerakan gagang kemaluanku dalem liang kewanitaannya, badan Yenni mulai mengejang kuat seiring kubangunkan badannya sembari meremas kedua buah dadanya. Yenni juga mempercepat gerakan pinggulnya, sementara aqu merasakan bahwa air maniku sudah tak tertahankan lagi, dgn hitungan sepersekian detik, kulepaskan gagang kemaluanku dari dalem liang kewanitaannya. Yenni kaget dan keluarlah cipratan pertama yg diiringi oleh luberan air maniku yg selama hampir dua minggu kupendam. Yenni terperangah, kemudian dia mencubit perutku.

“Kok, nggak bilang-bilang?!” aqu tersenyum malu, kemudian dia menguatkan cubitannya.
“Aqu kan juga hampir sampai, kenapa nggak dikeluarin di dalem aja?” dgn tampang innocent.
Aqu meringis menahan sakit, “Sorry Yg katanya kamu lagi KB…” jawabku enteng sembari membersihkan sisa-sisa air mani dari badanku.

PahaDada

Yenni mulai memperlihatkan cemberutnya ketika dia melihat juniorku yg lunglai. Aqu melirik ke arah jam dinding dan tersenyum sembari merebahkan kepalaqu ke bantal yg empuk, Yenni keheranan tapi kembali cemberut.

“Curang.. mentang-mentang udah enak trus nyantai gitu, aqu gimana dong? masih tanggung nih!” dgn nada kesal-kesal manja. Kemudian kutarik badannya untuk rebahan di sebelahku. Kuambil tangannya lalu kebelaikan perlahan di sekitar daerah gagang kemaluanku, mulai dari paha, memutar ke bagian bawah perut sembari memainkan bulu kemaluanku, ke paha sebelahnya, kemudian kedua biji pelirku, gagang kemaluanku dan balik lagi ke paha yg pertama. Yenni heran tapi setelah dua kali kuulang kulepas tanganku dan dia mulai memainkan tangannya sendiri mengikuti gerakan yg baru saja kuajarkan.

Tak beberapa lama gagang kemaluanku mulai bergerak dan semakin halus gerakan tangan Yenni, gagang kemaluanku juga semakin menegang. Yenni melemparkan senyum nakalnya padaqu, aqu balas senyumannya dan Yenni terlihat kembali bersemangat ketika melihat gagang kemaluanku sudah berdiri tegak, dia bangkit dari rebahannya dan mulai menggenggam gagang kemaluanku, diusap-usapnya perlahan dan semakin lama semakin kuat. “Cihuuii!” teriakan kecilnya membuatku tertawa.

Yenni mulai bangun dan bersiap untuk menaiki badanku lagi, tetapi aqu cepat-cepat menghadangnya dgn membangunkan badanku dan menghempaskan badannya ke kasur, Yenni kembali keheranan tapi tak lama kemudian ia tersenyum begitu aqu meregangkan kedua kakinya dan mulai meraba daerah liang kewanitaannya yg tak dihiasi selembar bulu. “Sudah siap ronde kedua?” tanyaqu sembari mengambil posisi di hadapannya, belum sempat Yenni menganggukkan kepalanya, kepala gagang kemaluanku sudah menusuk liang kewanitaannya “Eghkhkshsh..!” Yenni mendesah berat dan badannya menggelinjang hebat. Kubenamkan terus gagang kemaluanku sampai habis ke dalem liang kewanitaannya, Yenni terus menggelinjang. “Shshsh.. terushin.. Yg..” desahnya. Kutarik gagang kemaluanku keluar sampai habis dan kubenamkan lagi ke dalem liang kewanitaannya dgn cepat, Yenni terbelalak, “Aakkkhh…” kali ini suaranya tak tertahankan.

Sayup-sayup kudengar suara wanita cekikikan dari luar kamar tapi tak kuperdulikan. Kembali kutarik gagang kemaluanku dan kubenamkan lagi, lalu kukocokkan gagang kemaluanku keluar masuk di dalem liang kewanitaannya yg mulai melebar dan basah, nafas Yenni mulai terengah-engah mengikuti gerakan gagang kemaluanku. “Enaak.. lagii.. masukin semuaa.. tekan dong.. bagian kiri yg ditekan… aahh… laaggii.. tekann.. ahh…” dgn mata merem melek keasyikan, selang beberapa lama kutarik gagang kemaluanku keluar dan kuangkat kedua kakinya ke atas dan kusandarkan di dadaqu, Yenni membuka matanya yg terpejam. Belum sempat ia berpikir, kembali kubenamkan gagang kemaluanku ke dalem liang kewanitaannya yg menyempit.

“Aaakkhh.. shhh…” aqu menyeringai sementara Yenni mendesiskan nafasnya seperti menahan sakit, tapi tak lama nafasnya kembali terengah seiring kocokan gagang kemaluanku dalem liang kewanitaannya. Kembali kudengar suara wanita cekikikan, tapi aqu tetap tak perduli. Aqu masih tetap mempertahankan irama kocokan gagang kemaluanku, tak beberapa lama kupalingkan penglihatankan ke jendela kamar yg mengarah ke balkon luar, walau tertutup tirai tapi aqu dapat melihat baygan kepala orang di luar sana. Aqu terkaget. “Gila! ternyata permainan seks-ku dgn Yenni diintip mertuaqu sendiri”, pikirku dalem hati. Perasaan kaget coba kuhilangkan dgn menarik gagang kemaluanku dan membalikkan badan Yenni yg mulai terasa berat kelelahan.

Aqu bangun dari tempat tidur dan kutarik pinggulnya ke atas, Yenni menolehkan kepalanya ke belakang, aqu meraba liang kewanitaannya yg sudah sangat basah, dia melemparkan senyum malasnya, tak lama kutuntun gagang kemaluanku ke liang kewanitaannya melalui daerah bokongnya yg tak begitu besar. Setelah merasakan pas di depan lobang kenikmatannya tanpa permisi kubenamkan gagang kemaluanku dalem-dalem sampai habis tak terlihat. “Eenggkk.. ssshh.. aakhkh !” kami sama-sama mendesah. Badan Yenni kembali menggelinjang hebat dan nyaris melepaskan gagang kemaluanku dari dalem liang kewanitaannya, kutahan pinggulnya dgn kedua tanganku, kupegang erat pinggulnya, dan tak lama kukocok gagang kemaluanku di dalem liang kewanitaannya keluar masuk, terdengar suara yg khas ketika bokongnya beradu dgn perutku. Aqu semakin menikmati permainan ini.

“Akh.. egkh.. sshsh.. aagkh..” nafas kami bersahutan mengikuti irama kocokan gagang kemaluanku, tapi suara Yenni mulai mengeras “Eeggh.. .Aaakkkh.. teerrus Yg.. teerruss…” kupercepat kocokan gagang kemaluanku sehingga menimbulkan suara gesekan perut dan bokong yg semakin cepat. Tak lama kemudian Yenni mendesah panjang, “Ssshh.. aaakkhh.. eegghhm.. ohhh.. augh.. Yg.. Yenni mau keeellluuaarrr…”. Tiba-tiba liang kewanitaannya seperti menghisap-hisap gagang kemaluanku dan akhirnya, “Crooottt.. crotttt.. crotttt.. crot” aqu bisa merasakan klimaksnya tapi aqu tetap menusukkan gagang kemaluanku ke dalem liang kewanitaannya. Tangan Yenni kelihatan sudah tak dapat menahan badannya, kepalanya jatuh lunglai sesaat, dia menoleh ke belakang menatapku dan tersenyum manis seakan memberi tanda kepuasan. Kubalas senyumnya dan kuperlambat gerakan gagang kemaluanku dan Yenni mengikuti gerakan gagang kemaluanku dgn memutarkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

“Uuugh… eegkh…” aqu menyeringai, gagang kemaluanku terasa sedikit ngilu.
“Kenapa, enak ya?” candanya sembari terus memutar pinggulnya perlahan sementara gagang kemaluanku yg masih tertancap dalem liang senggamanya yg sangat basah. “Uugghmm.. sshhshh.. aaakgh..” Yenni mendesah keenakan menikmati permainannya sendiri. Rupanya ia ingin menikmati klimaksnya lebih lama dgn memutar-mutar gagang kemaluanku di dalem liang kenikmatannya yg sedikit melebar dan basah. Lalu kukecup bibirnya, ia pun membalasnya sembari berbisik, “Kamu hebat deh Yg…” Senyum manis menghiasi wajahnya yg bersemu merah, pertanda ia telah mengalami orgasme yg hebat. Kami pun tidur berdekapan sampai pagi.

PahaDada

Begitulah, kami sebenarnya hidup dalem rumah tangga yg rukun dan romantis. Namun karena pengaruh ibunya Yenni (mertuaqu red) cukup besar, maka rumah tangga kami sering goncang. Aqu mencoba untuk dapat mempertahankan dan mengendalikan mahligai rumah tanggaqu, berkali-kali aqu bisa menyelamatkannya. Namun terpaan badai yg dihembuskan ibu mertuaqu semakin kuat saja, sehingga aqu tak mampu lagi untuk menahannya. Akhirnya Yenni mengajukan gugatan cerai padaqu.

Setelah menjalani sidang perceraianku dgn istriku yg berjalan begitu lama, karena memang aqu masih mencintainya dan berharap Yenni kembali ke pelukanku. Tapi apa dayaqu karena kenyataannya tak seperti yg kuharapkan, setelah pembagian harta gono-gini. Aqu sekarang segagang kara dalem mengarungi hidup ini, setelah Yenni yg selama ini menjadi istriku telah tiada lagi di sisiku.



agen558-2

UNTUK REGISTRASI DAN PENDAFTARAN.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat : http://www.agen558.com
Pin:  5591B4C3
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

” Hasrat Ibu Guru “

PahaDada

 AGEN558.com Nama ku Yudra dan ini ceritaqu saat masih 18 tahun. Saat berangkat keyogya untuk kuliah aqu bertemu dgn Bu Debora dan Pak Jerry suaminya. Bu Debora adalah mantan guruku saat SMP dulu. Sesudah bercerita panjang lebar mereka menawarkan padaqu untuk tinggal ditempat mereka selama aqu kuliah. Sesudah mendapat ijin orang tuaqu, aqupun menerima tawaran baik merekakarna aqu memang tak punya kenalan diyogya.

Sesudah sebulan tinggal bersama aqu tahu kalau Pak Jerry yg bekerja diluar pulau sering sekali berangkat, sementara kedua anaknya lebih memilih tinggal bersama neneknya dikalimantan untuk mernyelesaikan pendidikan dasar mereka. Aqu sering melihat Bu Debora melamun sepulang dia dari mengajar disekolah. Bu Debora juga sering cerita panjang lebar padaqu tentang kesepiannya dirumah selama ini. Dan aqu selalu menjadi pendengar yg baik.

Dibalik sikap baik yg kuperlihatkan, terpendam hasrat yg ada sejak SMP dan tumbuh lagi sejak pertemuan kembali dgn Bu Debora sekarang. Saat SMP dulu aqu paling bersemangat jika pelajaran Bu Debora, selain cara mengajarnya yg enak aqu bisa mengintip BH yg dia gunakan. Antara kancing didada dan kerah lehernya terdapat celah yg sering terbuka, sehingga jika diperhatikan secara teliti, orang pasti bisa melihat pakaian dalem yg ia gunakan. Dan selama penagamatanku Bu Debora selalu memakai BH warna Hitam.

Itu selalu menjadi santapanku setiap mata pelajarannya. Bahkan aqu selalu memperhatikan gerak- geriknya selama disekolah. Saat itu usianya 31 tahun, dgn parasnya yg putih dan bentuk badannya yg menawan membuatku selalu menjadikannya sebagai objek hayalan jika onani. Sekarang diusianya yg ke 36 tdak terlihat kalau Bu Debora sudah memiliki 2 orang anak yg sudah SMP. Malah menurutku ia terlihat lebih menawan, terutama pada bagian pinggul dan dada ukuran 36 B yg lekukannya semakin terbentuk. Itu semua karena program BL yg diikutinya tiap senin dan kamis sore.

agen558

PahaDada

Awalnya aqu cuma mengkhayalkan badan Bu Debora jika sedang bermasturbasi. Kemudian aqu melaqukannya sembari memegang CD dan BH hitam milik Bu Debora, sampai akhirnya aqu beranimenguping jika Pak Jeremi yg pulang dan sedang bercinta dengan Bu Debora. Sembari mendengardesahan dan erangan erotis dari dalem kamar, tanganku asik mngocok gagang kemaluanku yg lumayan besar. Dan bila sudah keluar kubersihkan dgn CD atau BH Bu Debora yg akan dicuci besok.

Akhirnya muncul niatku untuk mencicipi lubang kemaluan Bu Debora yg pasti sangat keset dan terawat. Aqu melaqukannya sesudah 4 bulan tinggal disana, saat itu hari kamis dan suaminya sudah berangkat seminggu. Aqu menunggu didalem kamar sembari membaygkan “malam pertama” yg akan kulalui bersama Bu Debora. Saat dia pulang dari BL aqu membukakan pintu rumah.
“Sore Ndra.. baru pulang?” Sapanya ramah dan tersenyum padaqu.
“Iya Bu.. baru aja” Balasku sembari mengangguk.

Kemudian dia pergi kedapur membuat segelas susu lalu diletakkan datas meja makan. Kemudian ia masuk kamar untuk mandi. Saat dia mandi, kumasukkan serbuk tidur yg kubeli di toko alat-alat sex kedalem susu yg akan diminumnya.

Sekitar 45 menit kemudian Bu Debora keluar dari kamar, ia menggunakan daster motif bunga warna biru dgn panjang selutut tanpa lengan dgn belahan dada yg agak rendah, sehingga jika dia agak membungkuk belahan buah dadanya yg indah akan  jelas terlihat olehku. Sesudah mengambil susu di atas meja dia duduk menemaniku menonton TV di ruang tengah.

PahaDada

“Ada berita apa Ndra?” Tanyanya sembari meminum susu.
“Biasa Bu.. politik gak ada habis-habisnya” Sahutku sembari mencuri pandang keketiaknya.
“Bapak ada nelepon gak?”Tanyanya lagi sembari menghabiskan susu di gelas.
“Belum Bu, mungkin masih ngelonin istri baru” Candaqu.
“Nakal ya..” Tegurnya sembari mencubit pinggangku.

Aqu tak menghindar karena dgn itu aqu bisa melihat belahan dadanya yg seperti ingin melompat dari dalem dasternya. Sekitar 5 menit kemudian Bu Debora mulai menguap dan kepalanya mulai jatuh karena sangat mengantuk.

“Ndra ibu tidur duluan.. Gak tau kok ngantuk banget hari ini” Pamitnya.
“Mungkin tadi terlalu diforsir tenaganya Bu” Sahutku dgn tersenyum.

Kemudian Bu Debora masuk kamar dan menutupnya. Sesudah 10 menit menunggu aqu mulai beraksi, kuketuk pintunya pelan tiga kali lalu kupanggil namanya, tak ada jawaban. Kuulangi sekali lagi tetap tak ada jawaban, kuputar pegangan pintu dan kubuka dgn sangat perlahan dan kututup keras-keras. Bu Debora tak bereaksi di atas ranjangnya.

Kulihat jam dinding, 18:13 masih banyak saat pikirku. Aqu naik keatas ranjang lalu ku perhatikan parasnya, cantik sekali. Kucium bibirnya dgn lembut, lalu kujilati parasnya sampai basah kemudian ciumanku turun kelehernya. Kusapu sekeliling lehernya dgn jilatan dan sedotan hingga memerah.

Sesudah puas kuturunkan kepalaqu kedadanya, walau masih berpakaian lengkap tapi bisa kurasakan kekenyalan sepasang buah dada yg indah itu. Kedua tanganku secara perlahan tapi pasti meraih kedua bukit kembar itu lalu mengusapnya dgn lembut sementara kepalaqu turun keselangkangnnya. Dibalik kain daster itu tercium aroma kewanitaan yg sangat merangsang.

Kuhirup puas-puas wangi yg memabukkan itu, sehingga mengakibatkan remasan-remasan yg kulaqukan kebuah dada Bu Debora menjadi kasar dan tak terkendali. Tarikan navasku semakin berat seiring dgn hasrat yg semakin menggebu. Kemudian aqu membuka semua pakaian yg mnelekat dibadanku,  Sesudah itu kubuka daster yg dikenakan oleh Bu Debora
kemudian kuatur posisi badannya, Kedua tangan di atas kepala dan kaki yg membuka lebar.

PahaDada

Pemandangan yg erotis dan menantang langsung terlihat dihadapanku. Badan Bu Debora yg tergolek lemah dan tak berdaya kini hanya ditutupi oleh BH hitam pada buah dadanya yg montok dan CD pink yg menggembung pada selangkangannya.

Gagang kemaluanku semakin tegak mengacung siap perang. Kudekati tindih badan Bu Debora yg tergolek lemah dan pasrah itu. Kucium bagian buah dadanya yg tak tertutup BH, lalu tanganku menelusup kedalem BHnya dan meraih salah satu puting susunya kemudian memilin-milinnya.

Dgn navas yg makin memburu kusingkap BHnya keatas sehingga kedua buah dadanya langsung membusung kedepan seakan mengundangku untuk menikmatinya. Kuciumi
kedua buah dadanya lalu kukulum, kusedot dan kugigit-gigit putingnya sampai memerah. Sesudah itu kulirik selangkangannya, CD hitam Bu Debora tak mampu menutupi beberapa helai rambut hitam yg menjulur keluar dari balik CD itu. Kutahan hasrat itu karena aqu ingin menikmatinya saat Bu Debora mulai sadar nanti.

Kuraih kedua buah dadanya kuremas-remas dgn kasar lalu kuletakkan gagang kemaluanku diantara sepasang susu yg indah itu. Kemudian aqu mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, rasanya nikmat sekali walau pasti tak senikmat jika masuk kelubang kemaluannya batinku. Pelan tapi pasti rasa nikmat mulai merasukiku, navasku mulai tersengal dan desahan mulai keluar dari mulutku tanpa diminta. Butir-butir keringat makin mengalir deras, kukulum bibir Bu Debora sejenak lalu kulanjutkan kembali genjotanku tanpa kenal lelah. Kulihat badan Bu Debora mulai berguncang karena gerakanku yg makin hebat.

Sekitar 10 menit berlalu dan aqu sudah lelah menahan, kuputuskan untuk segera mengeluarkannya. Gerakan pinggulku makin kupercepat dan kedua buah dadanya makin kurapatkan. Rasa nikmat tak terlukiskan mulai menjalari gagang kemaluan dan menyebar keseluruh badanku. Cairan putih kental dari kepala kemaluanku dan membanjiri permukaan badan indah Bu Debora yg tergolek diam. Kukocok gagang kemaluanku sembari memuntahkan cairan spermaqu keparasnya, desahan-desahan nikmat keluar dari mulutku.

PahaDada

Sesudah selesai aqu beristirahat sejenak sembari menatap badan Bu Debora yg hanya tertutup oleh CD saja. Kemudian kuambil lap dan air hangat yg memang sudah kupersiapkan, kubersihkan setiap bagian badannya yg terkena siraman spermaqu. Sesudah itu kucium-cium sebentar lalu kupasangkan lagi BHnya, kemudian kubongkar lemarinya kucari baju yg biasa digunakan Bu Debora kesekolah.

Sesudah dapat kupakaikan kebadannya. Samar-samar terlihat sekali kalau baju itu membentuk lekukan yg sangat indah aqu berdecak kagum. Kemudian aqu menunggu dia bagun sembari memainkan buah dadanya yg indah.

Aqu duduk disampingnya saat Bu Debora mulai membuka matanya. Cahaya lampu
menyilaukan matanya, kuperhatikan bagian dadanya yg terbuka. Gagang kemaluanku perlahan tapi pasti kembali mengeras melihat pemandangan yg erotis itu.

“Jam berapa ini Ndra?” Tanyanya sembari mengucek mata.
“10 lewat 5 jawabku” Sementara mataqu terus menatap kebelahan dadanya.
“Huuaah.. masih malam toh.. lagi ngapain kamu”
Tegurnya sembari merentangkan tangan, otomatis belahan buah dadanya terlihat sampai BHnya. Dan itu membuatku menjadi lupa diri.
“Lagi liat ini Bu..” Tanganku langsung meremas salah satu buah dadanya yg montok.
“Jangan kurang ajar kamu ya” Bentaknya sembari menepis tanganku dan menutupi bagian dadanya yg terbuka.

Sembari mendekatinya kuceritakan semua yg baru saja kulaqukan tadi. Parasnya memerah karena kaget dan tak percaya. Tiba-tiba aqu langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tak sampai disitu, kurebahkan badannya keatas ranjang dan kuhimpit dgn badanku. Kulanjutkan aktifitasku, mencium dan melumat bibirnya.
“Jangan Ndra.. Ini dosa” Pinta Bu Debora lirih.

Tapi aqu terus menciuminya, tanganku mulai menyusup kebalik baju Bu Debora. Bu Debora
menangkisnya, dgn sedikit gerakan aqu berhasil menepisnya dan terus menyusup masuk sampai menyentuh buah dada Bu Debora yg masih terbunkus BH. Aqu meremas lembut buah dadanya yg montok itu. Bu Debora mendesah, aqu terus meremas tak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aqu mengalihkan ciumanku ke lehernya. Bu Debora kembali mnedesah, jemari tanganku mulai nerayap kepunggungnya, dan terus melepas tali BHnya.

PahaDada

“Berhasil” Batinku. Bu Debora tersentak.
“Kita tak boleh melaqukan ini Ndra” sembari mendorongku kesamping.
“Memang tak boleh sih.. tapi..”

Aqu kembali merangkul Bu Debora, kali ini ciumanku lebih ganas dari pada yg pertama. Mulai dari bibir ke telinga terus menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksi lagi menarik keatas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya. Bu Debora pasrah dan kelihatan mulai panas dgn permainan yg kuterapkan. Aqu mengangkat badan Bu Debora dan membuka baju serta BHnya, aqupun demikian. Bu Debora takjub melihat gagang kemaluanku. Aqu memulai kembali aksiku, kali ini ciumanku kuarahkan ke buah dadanya. Bu Debora menggeliat, apalagi tanganku menyentuh buah dadanya yg satu lagi. Kami berdua sudah bermandikan keringat, tangan Bu Deboramenjambak rambutku.

Permainanku jemariku mulai merangkak ke bawah dan berusaha menyelusup kebalik rok dan CDnya. Bu Debora tak lagi menangkisnya. Jemari tanganku menyentuh rambut kelaminnya, lalu jemariku menggesek-gesek sekitar liang kemaluan Bu Debora. Bu Debora mendesah panjang dan membenamkan kepalaqu kebuah dadanya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Sesudah beberapa lama, ciumanku mulai merangkak kebawah sampai kebatas rambut kemaluannya yg sedikit terbuka.

Aqu kemudian memeloroti rok dan CDnya, aqupun demikian. Aqu kembali terkagum melihat badan  telanjang Bu Debora. Buah dadanya putih padat berisi dihiasi puting susu yg berwarna coklat kemerah-merahan. Sementara Kemaluannya dikelilingi rambut kelamin yg lebat.

Aqu kembali beraksi, kali ini daerah sasaranku liang kemaluannya. Aqu menciumi dan menjilati yg agak menonjol disekitar liang kemaluannya mungkin itu yg dinamakan kloritas. Sesudah beberapa lama ciumanku kembali keatas, merentangkan tangannya yg menutupi buah dadanya. Terus menjilati badannya dan akhirnya mnedarat lagi di bibirnya. Gagang kemaluanku dgn mulut kemaluan Bu Debora saling beradu. Ini menyebabkan gagang kemaluanku ingin dimasukkan ketempatnya. Aqu mengatur posisi dan melebarkan kaki bo Debora.

PahaDada

Bu Debora tersadar dan berkata, “Kita sudah terlalu jauh.. jangan teruskan”
Aqu tak lagi memperdulikan kata-kata Bu Debora karena hawa nafsuku sudah menuju puncak. Aqu kembali meraih Bu Debora dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyag-goyag di mulutnya.

Bu Debora tak bisa berbuat apa-apa dan kembali larut dalem kenikmatan. Gagang kemaluanku yg sudah gatal ingin memasuki liang kemaluan Bu Debora. Aqu mengambil posisi yg pas, gagang kemaluanku mulai memasuki pintu kewanitaannya. Seperti masih perawan, gagang kemaluanku sering melenceng memasuki liang kemaluan Bu Debora, aqu terus berusaha dan akhirnya masuk juga gagang kemaluanqu keliang kemaluan Bu Debora. Bu Debora mendesah panjang dan badannya berguncang.
“Gila keset amat.. kaya belum punya anak aja” batinku.

Bu Debora sudah sedikit tenang dan gagang kemaluanku sudah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya semua gagang kejantananku tenggelam di liang senggama Bu Debora. Aqu menggoygkan pinggulku sehingga gagang kejantananku keluar masuk di liang senggama Bu Debora. Makin lama makin cepat, Bu Debora mendesah sembari menyebut namaqu. Kami berdua bermandikan keringat walaupun cuaca pada saat itu lumayan dingin.

Erangan yg panjang disertai cairan hangat menerpa gagang kejantananku yg masih berada
didalemliang senggama Bu Debora. Rupanya Bu Debora sudah mencapai orgasme, aqu pun tak tinggal diam dgn mempercepat gerakan gagang kejantananku keluar masuk diliang senggama Bu Debora.

“Inilah saatnya” Batinku.
Akhirnya puncak kenikmatanku datang, spermaqu muncarat didalem liang senggama Bu Debora bersamaan dgn cairan hangat yg kembali menyirami gagang kemaluanku, ternyata Bu Debora kembali orgasme. Malam itu berlanjut dgn beberapa kali orgasme Bu Debora, sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur.

Pagi harinya, Bu Debora bangun lebih dulu dan langsung kekamar mandi. Sesaat kemudian aqu terbangun dan mendengar guyuran air dikamar dan mengetoknya, Bu Debora pun membuka pintu kamar mandi. Kembali aqu terkesima melihat Bu Debora yg telanjang bulat dgn rambut yg basah. Gairahku kembali memuncak, aqu masuk dan langsung merangkul badan Bu Debora.

PahaDada

“Mandi dulu dong” Pinta Bu Debora manja.

Aqupun menuruti ajakannya kemudian mengguyuri badanku dgn air. Beberapa saat sesudah itu aqu menyabuni badanku dgn sabun cair. Bu Debora turut membantu, malah dia menyabuni gagang kejantananku yg kembali tegak.

Rasa malu Bu Debora sudah hilang, dia mengocok-ngocok gagang kejantananku dgn lembut. Nikmat rasanya, dan pada saat hampir mencapai klimaksnya aqu melepaskan tangan Bu Debora karena belum saatnya. Gantian aqu yg menyabuni Bu Debora, mula-mula kedua tangannya lalu kedua kakinya. Sampailah kedaerah yg vital, aqu berdiri dibelakang Bu Debora terus merangkulnya dan menyabuni buah dadanya dgn kedua telapak tanganku. Terdengar Bu Debora mendesah panjang.

Usapanku kebawah melewati perutnya hingga sampai keliang senggamanya. Kembali aqu
mengusapnya dgn lembut. Busa sabun hampir menutupi liang senggama Bu Debora, kali ini Bu Debora merintih nikmat. Sesudah puas aqu mengguyur kedua badan kami yg masih berangkulan. Aqu membalikkan badannya dan kami pun saling berhadapan.

Bu Debora kemudian mencium bibirku, aqu membalasnya dan kemudian terjadi french kiss yg dahsyat. Tangan kami pun tak tinggal diam, aqu menyentuh buah dada Bu Debora dan ia menyentuh gagang kejantananku yg masih perkasa berdiri. Sesudah beberapa lama, Bu Debora membimbing gagang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dgn melebarkan kakinya gagang kejantananku kembali memasuki liang senggama Bu Debora. Bu Debora melilitkan tangannya ke leherku kemudian aqu menggendong Bu Debora dan menyandarkan ke dinding kamar mandi.

PahaDada

Sesudah itu aqu kembali menggoygkan pinggulku yg membuat kejantananku keluar masuk liang senggama Bu Debora. Akhirnya spermaqu keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Bu Debora. Ternayata ia belum mencapai klimaks, untuk membantunya aqu menjilati liang senggama Bu Debora. Bu Debora sedikit menjerit dgn apa yg kulaqukan, Akhirnya Bu Debora mengeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai parasku. Bu Debora terkulai nikmat, aqu mengguyuri kembali badan kami berdua. Aqu dan Bu Debora sudah selesai mandi, dan sudah memakai pakaian masing-masing.

“Lain kali.. aqu minta lagi ya sayg” Bisikku sembari menelusupkan tangan ke balik baju kerjanya.
“Atur aja” Desahnya manja.

Kemudian Bu Debora berangkat kerja dan aqu pergi kuliah. Pokoknya selama bertugas Pak Jeremi keluar pulau, aqu menggantikan tugasnya memenuhi hasrat biologis Bu Debora di tempat tidur.


agen558-2

UNTUK REGISTRASI DAN PENDAFTARAN.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat : http://www.agen558.com
Pin:  5591B4C3
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com