Pengalaman Cowok Bercinta dengan Teman Fitness

Agen558.com – Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku harus langsung ke kantor untuk mempersiapkan pertemuan penting nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk membeli perlengkapan kantor yang kurang, saat aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku ada yang mencolek, saat kutoleh dia adalah Rini teman Diana yang tadi dikenalkan.”Belanja Apa Ded…, kog serius banget”, Tanyanya dengan senyum manis.”Ah nggak cuman sedikit untuk kebutuhan kantor aja kok”.

Akhirnya aku terlibat percakapan ringan dengan Rini.  Matanya sipit tetapi alisnya tebal dan, Aku kembali melirik ke arah dadanya…, alamak besar sekali, kira-kira 36C berbeda jauh dengan Diana sahabatnya. Rini memakai baju ketat dengan rok mini warna merah darah sehingga sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih mulus. Aku jadi panas dingin melihat gayanya yang centil itu.”Eh…, Ded aku ada yang pengin kubicarakan sama kamu tapi jangan sampai tahu Diana ya”, pintanya sambil melirikku penuh arti.”Ngomong apaan sih…, serius banget Rin…, apa perlu”, tanyaku penuh selidik.”Iya perlu sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, kamu naik apa”, tanyanya lagi.”Naik kendaraan umum kog aku”, timpalku penasaran.

“Masalah apa Rin kamu kog serius banget sih”, tanyaku lagi.”Tenang Ded…, ikuti arahku ya…, santai saja lah..”, pintanya. Sesekali kulirik paha Rini yang putih itu lagi. Dia tetap tidak berusaha menutupi. Sesuai petunjuk arah dari Rini akhirnya aku memasuki rumah besar mirip villa dan diceritakan oleh dia bahwa tempat itu biasa dipakai istirahat oleh keluarga besarnya dari luar kota.

“Ok De langsung aja ya…, Kamu pernah merasakan bersama Diana ya”, tanyanya. Deg dadaku berguncang mendengar perkataan Rini yang ceplas ceplos itu. Aku menagkis dengan menyatakan, “Merasakan apaan sih Rin”, tanyaku pura-pura bodoh.”Alah De jangan mungkir aku diberi tahu lho sama Diana, dia merasa puas sekali dengan punyamu…, Hayoo masih mungkir”, desaknya sambil senyum dan mendekatiku manja. Aku nggak bisa bercakap lagi dan kurasakan ada rona merah di wajahku.”Gila nih Diana nggak tahunya cerita juga sama temannya kalau habis main sama aku”
pikirku.Tak lama kemudian Rini sudah mendekatiku sambil berbisik “Ded…, Aku mau juga kamu perlakukan seperti Diana Ded…, bahkan lebih”. Aku terkejut mendengar pengakuannya dan dengan agresif Rini memulai mempermainkan kancing kemejaku dan mulutnya menyergapku tanpa ampun. Kurasakan lidahku panas saat bibir kami berpagut erat. Kesempatan ini tak kusia-siakan, tanganku langsung meraba buah dada yang ranum dan tersembul mulai tadi. Rini terkejut dan menggelinjang tetapi mulutnya terus menghisap mulutku dengan rakus.

Rini orang yang tidak sabar, dengan sigap ditariknya sabuk celanaku dan sreet kudengar suara retsletingku turun.”Auu…”, kudengar pekikan kecil mulut Rini saat
tangannya yang putih menyentuk kepala kemaluanku yang menyembul keluar dari CD-ku. Rini menoleh ke arahku sambil matanya berbinar dan, “Auhhmm… Kuperhatikan Rini menunduk dan memasukkan penisku dalam mulutnya, aku hanya bisa mengerang dan melenguh. Semakin keras lenguhanku semakin kuat pula Rini menghisap dan menyedot batang kemaluanku. Aku tak tinggal diam, aku duduk dan mulai menggerayangi baju Rini. Kutarik keras baju itu sampai kancingnya terlepas kini dia tinggal memakai BH dan Rok saja. Mulut Rini masih terus mngucek penisku dengan ganas dan dia mengangkat rok merahnya CD-nya ditarik ke bawah.

Aku tertegun melihat tingkahnya dengan tergesa memegang ujung penisku dan diarahkan pada lubang vaginanya. “Bless…, sreett…, srreet, perlahan-lahan kurasakan penisku memasuki vagina yang sudak becek dan lembek. Dia mendesis saat penisku menjarah perlahan lubang vaginanya yang sempit. Sambil mendudukiku dia mulai menggerak-gerakkan pantatnya yang besar. Aku memegang pinggulnya sambil terus ikut berputar. Kuperhatikan payudara nya bergoyang naik turun seirama dengan pantat serta vaginanya yang kelihatan penuh saat penisku membungkam vaginanya.

“Azz…, uuhh. Kuperhatikan lenguhnya semakin menjadi. Rambut Rini terurai tak karuan menutupi sebagian wajahnya yang berkeringat. Aku tak peduli, kutarik nafas panjang untuk menjaga agar spermaku tidak buru-buru keluar, dan…, Tak sampai lima menit kudengar Rini mengeluh panjang sambil memelukku erat.”Ded…, Ded…, aku nggak kuat Ded…, ahh…, zztt hh…, Suaranya tak karuan dan kurasakan kukunya menancap erat di dadaku. Kaki Rini melingkar kuat menandakan dia orgasme yang cukup hebat. Pelukannyatidak lepas sampai akhirnya Rini mulai melemas dan memandangiku dengan mesra. Aku merasakan penisku masih erat masuk dalam vaginanya. Rini berdiri sejenak dan mengambil tissue dimeja dan mengelap vaginanya yang basah.

Tanpa menunggu komando lagi Rini tidur telentang di karpet dan kulihat dengan jelas bulu-bulu vagina yang lebat, selangkangannya agak kemerahan dan vaginanya kecil menciut. Payudaranya melebar dan ujungnya berwarna coklat kemerahan. Aku semakin tegang melihatnya. Mulutku mulai menjalar mulai leher sampai perutnya. Rini hanya mengerang dan menggelinjang. Kakinya menyepak dan teriakannya semakin histeris, Aku tak peduli lagi. Saat mulutku akan sampai pada vaginanya Vivi menjambakku dan meminta penisku langsung masuk ke vaginanya.”Ded…, aku nggak betah Ded…, Cepet Ded…”, pintanya.Wuih, ada juga ya cewek yang nggak sabaran seperti Rini ini. Tanpa menunggu permintaanya kedua kali aku langsung mengangkat kaki kiri Rini dan menjauhkan dari kaki kanannya. Kulihat vagina Rini semakin merekah memerah dan, kepala kemaluanku kutuntun menuju lubang kemaluan Rini. Aku menggoda dengan menggesek-gesekkan penisku pada ujung lubang vagina Rini. Kulihat Rini semakin menjadi-jadi mengerang tak menentu. Diangkatnya pantat Rini  saat penisku menjauh vaginanya dia tidak sabar.

Akhirnya kami berganti posisi kaki Rini menggepit pinggangku kuat-kuat agar pantatku maju menuju vaginanya. Aku tak bisa bergerak lagi kutuntun kepala penisku menuju vaginanya tetapi hanya menggeleng saja tak muat. Rini menjerit saat kupaksakan, akhirnya kepala kemaluanku kuusap dengan ludahku biar licin dan, tangaku menyibakkan bibir vaginany aagar kemaluanku bisa masuk dengan nikmat,… Sreet,… bles,… perlahan namun pasti kemaluanku dikulum vaginanya. Kudengar jeritan kecil saat penisku menghunjam vagina Rini.”aauuhh…, zz…, pelan dulu Ded”, pintanya sambil memelukku erat secara perlahan sesenti demi sesenti kudorongkan penisku memasuki gua yang sempit tersebut dan…, Bles…, goyangan terakhir dan cukup kuat berhasil membenamkan seluruh penisku pada vaginanya. Rini terdiam sejenak dan mulai bergoyang dan berputar, penisku seakan dipijit ngilu namun geli. Kaki Rini dinaikkan kepinggangku, aku merasa kemaluanku telah mentok masuk dalam vaginanya, Rni semakin histeris menggapai hal itu. Tanganku meremas susunya kuat-kuat Rini tak peduli, matanya terpejam menikmati goyangan pantatku.

Saat penisku masuk keras-keras kulihat vaginanya tak sanggup menampung sehingga nampak bibir vagina Rini ikut masuk kedalam, demikian pula saat keluar kurasakan bagian dalam vaginanya ikut mengantar penisku keluar. Goyanganku tambah lama tambah kuat dan Rini dengan semangat mengimbangi. Sesekali kupegang pinggulnya dan dia kegelian, mata Rini terpejam dan tangannya meraba-raba seluruh tubuhku. Pantat dan pinggangku jadi sasaran remasan tangan Rini tapi semuanya itu menambah nikmat suasana. “Vi…, Aku mau keluar…, Vi…, ahh”, Belum sempat aku berkata lagi kurasakan ada cairan hangat menembak vaginanya dia dengan sekuat tenaga membalas dengan semakin banyaknya cairan yang keluar dari vaginanya.

Aku menjatuhkan didi di dada nya dia mengimbangi dengan memelukku erat sambil melenguh panjang. Kembali kuku Rini kurasakan menancap kuat pada punggungku dan kakinya kaku naik melingkar di pinggangku. Lama Rini memelukku dengan mata terpejam seakan tidak mau kalau kenikmatannya berakhir. Diluar dugaan Rini terbangun dan duduk di karpet, aku didorongnya hingga tertidur. Dia merabaku perlahan dan memasukkan kejantananku yang mulai mengkerut dalam mulutnya.

“Gila nih anak kagak puas aja rupanya”, Kubiarkan Rini berbuat semaunya dia berusaha membangunkan penisku yang sudah layu sambil mulutnya menyedot dan menjilat tangannya meraba seluruh tubuhku. Dilur dugaan penisku mulai terangsang lagi. Kuraih juga vagina Rini jadi kami pakai gaya 69. Rini pintar menghisap dan menjilat hampir seluruh bagian penisku tak luput dari jarahan mulutnya. Aku juga mempermainkan vaginanya yang merah. Saat clitoris  kujilat dia teriak dengan mulut penuh penisku. Kugigit perlahan clitoris  yang lumayan panjang itu dia semakin bernafsu kurasakan cairan hangat banyak keluar dari vaginanya, aku kini jadi tidak betah mengalami sedotan dan jilatan panas lidahnya. Dia menarik vaginanya jauh dari mulutku, dia duduk menyedot dan menjilat penisku sambil menghadapku, melirik dan menggoyang mulutnya naik turun.

Kusibakkan rambutnya dan kulumat susunya dengan tanganku keras-keras untuk menahan geli saat kemaluanku diisapnya kuat. Aku mengangkat kaki kananku dan kutaruh pada pundaknya sehingga dia semakin leluasa mengemut dan mengulum seluruh bagian penisku. Tapi sayang mulutnys tak sanggup menampung seluruh batang penisku sehingga batang penis yang tidak muat di mulutnya dijilati dari luar secara merata. Mulutnyakulihat mengempis saat hisapan kuatnya diarahkan pada kepala penisku. Kepalanya naik turun mengikuti keluar masuknya penisku dari mulutnya dan tangannya juga membantu agar spermaku cepat keluar. Aku hanya bisa memandang serta terpejam memperoleh perlakuan seperti ini. Seakan tak merasa lelah Rini terus mengelomoh batang penisku dan mempermainkan telor penisku dengan jilatan lidahnya, Aku merinding dan mengerang tapi Rini tidak mempedulikan, justru eranganku menjadikan dia semakin kesetanan melahap kemaluanku. Kuusap-usap rambutnya dan manariknya, dia tetap bersikap ganas dan agresif.

Penisku tambah mengeras dan kurasakan spermaku sudah tak tahan berlama-lama di dalam.Rin…,udah Rin…, Lepaskan…, akau mau keluar…, auuhhzz”, mendengar teriakanku seperti itu justru sebaliknya Rini tambah mempererat hisapannya pada penisku dan sambil tangannya naik turun membantu agar spermaku cepat keluar, di luar dugaan…, Creet…, creet…, creet” Saat spermaku keluar mulut Rini masih terus menghisap kuat kuat. Akhirnya penisku keluar dengan keadaan bersih dari mulut Rini yang mungil. Rini tersenyum bahagia melihat aku masih tergolek kelelahan.

“Ded…”, sapanya manja setelah kami semua berpakaian rapi.”Apa…”, jawabku malas-malasan.”Sebenarnya aku tadi nggak tahu lho kalau kamu udah sama Diana, aku
cuman mancing aja kog…, abis kulihat Diana kalau lihat kamu mesra banget Ded…, Jadi…, kutaksirkan seperti itu””Uh dasar…, jadi aku kepancing nih”, jawabku sambil menggaruk rambutku yang nggak gatal.”Terus kenapa…, Nyesel ya”, Tanya Rini.”Nyesel sih nggak Rin malah pengin terus…, abisan vagina kamu kecil sih”, jawabku asal-asalan.

Mendengar kataku dia seperti tertantang. Dikerjainnya kontolku sekali lagi. hari aku menjadi budak nafsunya dia. hebat betul cewek ini. Benar-benar kuat staminanya.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Kehangatan Tubuh Bahenol Bu Dokter

Agen558.com – “Seumur perkawinanku, aku hanya merasakan derita, Do. Aku ingin kejantanan sejati dari seorang pria. Dan pria itu adalah kamu, Do”, lalu ia beranjak dari tempat duduknya mendekati Dido. Dengan mesra diberinya pemuda itu sebuah kecupan. Dido masih tak bereaksi, ia seperti tak mempercayai kejadian itu.
“Apakah saya mimpi?”, katanya konyol.
“Tidak, Do. Kamu nggak mimpi, ini aku, Dokter Supriyati yang kamu kagumi”.
“Tapi, Bu.., ibu sudah bersuami”.
“Tolong jangan katakan itu lagi Dido”.
Kemudian keduanya terpaku lama, sesekali saling menatap. Pikiran Dido berkecamuk keras, ia tak tahu harus berkata apa lagi. Sebenarnya ia begitu gembira, tak pernah ia bermimpi apapun. Namun ia masih merasa ragu.
“Apakah segampang ini?”, gumamnya dalam hati.
“Cantik sekali dokter ini, biarpun umurnya jauh lebih tua dariku tapi oh tubuh dan wajahnya begitu menggiurkan, sudah lama aku memimpikan bercinta dengan wanita istri pejabat seperti dia. Tapi”, hatinya bertanya-tanya. Sementara suasana vacum itu berlangsung begitu lama. Kini mereka duduk dalam posisi saling bersentuhan. Baru sekitar tiga puluh menit kemudian dokter Supriyati tiba-tiba berdiri.
“Do, saya ingin ngobrol lebih banyak lagi, tapi nggak di sini, kamu temui saya di Hotel Hyatt. Saya akan memesan kamar di situ. Selamat malam”, serunya kemudian berlalu meninggalkan Dido yang masih terpaku.
Pemuda itu masih terlihat melamun sampai seorang pelayan restoran datang menyapanya.
“Masuk, Do”, sambut dokter Supriyati membuka pintu kamarnya. Dido masuk dan langsung menatap dokter Supriyati yang kini telah mengenakan gaun tidur sutra yang tipis dan transparan. Ia masih tampak terpaku.
“Do, ini memang hari pertemuan kita yang pertama tapi apakah salahnya kalau kita sama-sama saling membutuhkan”, kata dokter Supriyati membuka pembicaraan.
“Cobalah realistis, Do. Kamu juga menginginkan ini kan?”, lanjut wanita itu kemudian mendudukkan Dido di pinggir tempat tidur luas itu.
Dido masih tampak bingung sampai sang dokter memberinya kecupan di bibirnya, ia merasakan seperti ada dorongan untuk membalasnya.
“Oh, Bu”, desahnya sambil kemudian merangkul tubuh bongsor dokter Supriyati. Dadanya masih bergetar saat merasakan kemesraan wanita itu. Dokter Supriyati kemudian memegang pundaknya dan melucuti pakaian pemuda itu. Dengan perlahan Dido juga memberanikan diri melepas ikatan tali gaun tidur sutra yang dikenakan sang dokter. Begitu tampak buah dada dokter Supriyati yang besar dan ranum itu, Dido terhenyak.
“Oh, indahnya susu wanita ini”, gumamnya dalam hati sambil lalu meraba payudara besar yang masih dilapisi BH itu. Tangan kirinya berusaha melepaskan kancing BH di punggung dokter Supriyati. Ia semakin terbelalak saat melihat bentuk buah dada yang kini telah tak berlapis lagi. Tanpa menunggu lagi nafsu pemuda itu bangkit dan ia segera meraih buah dada itu dan langsung mengecupnya. Dirasakannya kelembutan susu wanita cantik paruh baya itu dengan penuh perasaan, ia kini mulai menyDidot puting susu bercinta dengan priaitu bergiliran.
“Ooohh, Dido, nikmat sayang., mm sDidot terus sayang ooohh, ibu sayang kamu, Do, ooohh”, desah dokter Supriyati yang kini mendongak merasakan sentuhan lidah dan mulut Dido yang menggilir kedua puting susunya. Tangan wanita itupun mulai meraih batang kemaluan Dido yang sudah tegang sedari tadi, ia terhenyak merasakan besar dan panjangnya penis pemuda itu.
“Ohh, besarnya punya kamu, Do. Tangan ibu sampai nggak cukup menggenggamnya”, seru dokter Supriyati kegirangan. Ia kemudian mengocok-ngocokkan penis itu dengan tangannya sambil menikmati belaian lidah Dido di sekitar payudara dan lehernya.
Kemaluan Dido yang besar dan panjang itu kini tegak berdiri bagai roket yang siap meluncur ke angkasa. Pemuda yang sebelumnya belum pernah melakukan hubungan seks itu semakin terhenyak mendapat sentuhan lembut pada penisnya yang kini tegang. Ia asyik sekali mengecupi sekujur tubuh wanita itu, Dido merasakan sesuatu yang sangat ia dambakan selama ini. Ia tak pernah membayangkan akan dapat menikmati hubungan seks dengan wanita yang sangat ia kagumi ini, ia yang sebelumnya bahkan hanya menonton film biru itu kini mempraktekkan semua yang ia lihat di dalamnya. Hatinya begitu gembira, sentuhan-sentuhan lembut dari tangan halus dokter Supriyati membuatnya semakin terlena.
Dengan mesra sekali wanita itu menuntun Dido untuk menikmati sekujur tubuhnya yang putih mulus itu. Dituntunnya tangan pemuda itu untuk membelai lembut buah dadanya, lalu bergerak ke bawah menuju perutnya dan berakhir di permukaan kemaluan wanita itu. Dido merasakan sesuatu yang lembut dan berbulu halus dengan belahan di tengahnya. Pemuda itu membelainya lembut sampai kemudian ia merasakan cairan licin membasahi permukaan kemaluan dokter Supriyati. Ia menghentikan gerakannya sejenak, lalu dengan perlahan sang dokter membaringkan tubuhnya dan membuka pahanya lebar hingga daerah kemaluan yang basah itu terlihat seperti menantang Dido. Pemuda itu terbelalak sejenak sebelum kemudian bergerak menciumi daerah itu, jari tangan dokter Supriyati kemudian menarik bibir kemaluannya menjadi semakin terbuka hingga menampakkan semua isi dalam dinding vaginanya. Dido semakin terangsang, dijilatinya semua yang dilihat di situ, sebuah benda sebesar biji kacang di antara dinding vagina itu ia sDidot masuk ke dalam mulutnya. Hal itu membuat dokter Supriyati menarik nafas panjang merasakan nikmat yang begitu hebat.
“Ohh, hmm, Dido, sayang, ooohh”, desahnya mengiringi bunyi ciplakan bibir Dido yang bermain di permukaan vaginanya.
Dengan gemas Dido menjilati kemaluan itu, sementara dokter Supriyati hanya bisa menjerit kecil menahan nikmat belaian lidah Dido. Ia hanya bisa meremas-remas sendiri payudaranya yang besar itu sambil sesekali menarik kecil rambut Dido.
“Aduuuh sayang, ooohh nikmaat, sayang, oooh Dido, ooohh pintarnya kamu sayang, ooohh nikmatnya, ooohh sDidooot teruuusss, ooohh enaakkk, hmm, ooohh”, jeritnya terpatah-patah.
Puas menikmati vagina itu, Dido kembali ke atas mengarahkan bibirnya kembali ke puting susu dokter Supriyati. Sang dokterpun pasrah saja, ia membiarkan dirinya menikmati permainan Dido yang semakin buas saja. Daerah sekitar puting susunya tampak sudah kemerahan akibat sDidotan mulut Dido.
“ooohh, Dido sayang. Berikan penis kamu sama ibu sayang, ibu ingin sedot kontolmencicipinya”, pinta wanita itu sambil beranjak bangun dan menggenggam kemaluan Dido. Tangannya tampak bahkan tak cukup untuk menggenggamnya, ukurannya yang super besar dan panjang membuat dokter Supriyati seperti tak percaya pada apa yang dilihatnya. Wanita itu mulai mengulum penis Dido, mulutnya penuh sesak oleh kepala penis yang besar itu, hanya sebagian kecil saja kemaluan Dido yang bisa masuk ke mulutnya sementara sisanya ia kocok-kocokkan dengan telapak tangan yang ia lumuri air liurnya. Dido kini menikmati permainan itu.
“Auuuhh, Bu, ooohh, enaakk aahh Bu dokter, oooh nikmat sekali, mm, oooh enaknya, ooohh, ssstt, aahh”, desah pemuda itu mulai menikmatinya.
Sesaat kemudian, Dokter Supriyati melepaskan kemaluan yang besar itu lalu membaringkan dirinya kembali di pinggiran tempat tidur. Dido meraih kedua kaki wanita itu dan langsung menempatkan dirinya tepat di depan selangkangan dokter Supriyati yang terbuka lebar. Dengan sangat perlahan Dido mengarahkan kemaluannya menuju liang vagina yang menganga itu dan, “Sreett.., bleeesss”.
“Aduuuhh, aauuu Didooo, sa.., sa.., sakiiittt, vaginaku robeeek aahh, sakiiit”, teriak dokter Supriyati merasakan vaginanya yang ternyata terlalu kecil untuk penis Dido yang super besar, ia merasakan vaginanya sakit oleh terobosan penis Dido. Lebih dahsyat dari saat ia mengalami malam pertamanya.
“Dido sayang, punya kamu besar sekali. Vaginaku rasanya robek do, main yang pelan aja ya, sayang?”, pintanya lalu pada Dido.
“Ouuuhh, ba.., ba.., baik, Bu”, jawab Dido yang tampak sudah merasa begitu nikmat dengan masuknya penis ke dalam vagina dokter Supriyati.
Kini dibelainya rambut sang dokter sambil menciumi pipinya yang halus dengan mesra. Pemuda itu mulai menggerakkan penisnya keluar masuk vagina dokter Supriyati dengan perlahan sekali sampai beberapa menit kemudian rasa sakit yang ada dalam vagina wanita itu berubah menjadi nikmat, barulah Dido mulai bergerak menggenjot tubuh wanita itu dengan agak cepat. Gerakan tubuh mereka saling membentur mempertemukan kedua kemaluan mereka. Nafsu birahi mereka tampak begitu membara dari gerakan yang semakin lama semakin menggairahkan, teriakan kecil kini telah berubah menjadi desah keras menahan nikmatnya hubungan seks itu.
kamasutraKeduanya tampak semakin bersemangat, saling menindih bergilir menggenjot untuk meraih tahap demi tahap kenikmatan seks itu. Dido yang baru pertama kali merasakan nikmatnya hubungan seks itu benar-benar menikmati keluar masuknya penis besar itu ke dalam liang vagina sang dokter yang semakin lama menjadi semakin licin akibat cairan kelamin yang muali melumasi dindingnya. Demikian pula halnya dengan dokter Supriyati. Ia begitu tampak kian menikmati goyangan tubuh mereka, ukuran penis Dido yang super besar dan terasa merobek liang vaginanya itu kini menjadi sangat nikmat menggesek di dalamnya. Ia berteriak sejadi-jadinya, namun bukan lagi karena merasa sakit tapi untuk mengimbangi dahsyatnya kenikmatan dari penis pemuda itu. Tak pernah ia bayangkan akan dapat menemukan penis sebesar dan sepanjang milik Dido, penis suaminya yang bahkan ia tahu sering meminum obat untuk pembesar alat kelamin tak dapat dibandingkan dengan ukuran penis Dido. Baru pertama kali ini ia melihat ada kemaluan sebesar itu, panjang dan keras sekali.
Bunyi teriakan nyaring bercampur decakan becek dari kedua alat kelamin mereka memenuhi ruangan luas di kamar suite hotel itu. Desahan mereka menahan kenikmatan itu semakin memacu gerakan mereka menjadi kian liar.
“Ooohh, ooohh, ooohh, enaak, oooh, enaknya bu, ooohh nikmat sekali ooohh”, desah Dido.
“mm, aahh, goyang terus, Do, ibu suka sama punya kamu, ooohh, enaknya, sayang ooohh, ibu sayang kamu Dido, ooohh”, balas dokter Supriyati sambil terus mengimbangi genjotan tubuh pemuda itu dengan menggoyang pinggulnya.
Lima belas menit lebih mereka melakukannya dengan posisi itu dimana Dido menindih tubuh sang dokter yang mengapit dengan pahanya. Kini saatnya mereka ingin mengganti gaya.
“Ouuuhh Dido sayang, ganti gaya yuuuk?”, ajak sang dokter sambil menghentikan gerakannya.
“Baik, Bu”, jawab pemuda itu mengiyakan.
“Kamu di bawah ya sayang? Ibu pingin goyang di atas tubuh kamu”, katanya sambil menghentikan gerakan tubuh Dido, pemuda itu mengangguk sambil perlahan melepaskan penisnya dari jepitan vagina dokter Supriyati. Kemudian ia duduk sejenak mengambil nafas sambil memandangi tubuh wanita itu.
“uuuh, cantiknya wanita ini”, ia bergumam dalam hati lalu berbaring menunggu dokter Supriyati yang sudah siap menungganginya.
Kini wanita itu berjongkok tepat di atas pinggang Dido, ia sejenak menggenggam kemaluan pemuda itu sebelum kemudian memasukkannya kembali ke dalam liang vaginanya dengan perlahan dan santai. Kembali ia mendesah merasakan penis itu masuk menembus dinding kemaluannya dan menerobos masuk sampai dasar liang vagina yang terasa sempit oleh Dido.
woman on top sex“Ooouuuhh”, desahnya memulai gerakan menurun-naikkan pinggangnya di atas tubuh pemuda itu.
Dido meraih payudara montok yang bergantungan di dada sang dokter, sesekali ia meraih puting susu itu dengan mulutnya.
Keduanya kembali terlibat adegan yang lebih seru lagi, dengan liar dokter Supriyati menggoyang tubuh sesuka hati, ia tampak seperti kuda betina yang benar-benar haus seks. Ia yang baru kali ini menikmati hubungan seks dengan lelaki selain suaminya itu benar-benar tampak bergairah, ditambah dengan ukuran kemaluan Dido yang super besar dan panjang membuatnya menjadi begitu senang. Dengan sepenuh hati ia raih kenikmatan itu detik demi detik. Tak semili meterpun ia lewatkan kenikmatan penis Dido yang menggesek dinding dalam kemaluannya. Ia semakin berteriak sejadi-jadinya.
“Aahh, ooohh, aahh, ooohh, ooohh, enaak, ooohh, nikmaatt, sekali, Dido sayaanngg, ooohh Dido, Do, enaak sayang ooohh”, teriaknya tak karuan dengan gerakan liar di atas tubuh pemuda itu sembari menyebut nama Dido. Ia begitu menyukai pemuda itu.
“Ooohh Bu dokter, ooohh, ibu juga pintar mainnya, ooohh, Bu dokter cantik sekali”, balas Dido.
“Remas susu ibu, Do. ooohh, sDidot putingnya sayang, ooohh pintarnya kamu, oooh, ibu senang sama punya kamu, ooohh, nikmatnya sayang, ooohh, panjang sekali, ooohh, enaak”, lanjut sang dokter dengan gerakan yang semakin liar. Dido mengimbangi gerakan itu dengan mengangkat-angkat pantatnya ke arah pangkal paha dokter Supriyati yang mengapitnya itu. Ia terus menghujani daerah dada sang dokter yang tampak begitu disenanginya, puting susu itupun menjadi kemerahan akibat sDidotan mulut Dido yang bertubi-tubi.
Namun beberapa saat kemudian sang dokter tampak tak dapat lagi menahan rasa nikmat dari penis pemuda itu. Ia yang selama dua puluh menit menikmati permainan itu dengan garang, kini mengalami ejakulasi yang begitu hebat. Gerakannya berubah semakin cepat dan liar, diremasnya sendiri buah dada montoknya sambil lebih keras lagi menghempaskan pangkal selangkangannya pada penis Dido hingga sekitar dua menit berlalu ia berteriak panjang sebelum kemudian menghentikan gerakannya dan memeluk tubuh pemuda itu.
“Ooohh, ooohh, aauu, aku keluarr, Dido, aahh, aah, aku, nggak kuat lagi aku, Do, ooohh, enaaknya, sayang, ooohh, Dido sayang, hhuuuh, ibu nggak tahan lagi”, jeritnya panjang sambil memeluk erat tubuh Dido, cairan kelamin dalam rahimnya muncrat memenuhi liang vagina di mana penis Dido masih tegang dan keras.
“Ooohh nikmat bu, ooohh punya ibu tambah licin dan nikmat, ooohh, nikmat Bu dokter, ooohh, semakin nikmat sekali Bu dokter, ooohh, enaak, mm, ooohh, uuuhh, ooohh, ooohh, nikmat sekali, uuuhh, Bu dokter cantik, aauuuhh, ssshh nikmat bu”, desah Dido merasakan kenikmatan dalam liang vagina sang dokter yang tengah mengalami ejakulasi, vagina itu terasa makin menjepit penisnya yang terus saja menggesek dinding vagina itu. Kepala penisnya yang berada jauh di dalam liang vagina wanita itu merasakan cairan hangat menyembur dan membuat liang vagina sang dokter terasa semakin nikmat dan licin.
Pemuda itu membalas pelukan dokter Supriyati yang tampak sudah tak sanggup lagi menggoyang tubuhnya di atas tubuh Dido. Sejenak gerakan mereka terhenti meski Dido sedikit kecewa karena saat itu ia rasakan vagina sang dokter sangat nikmat. Ia berusaha menahan birahinya yang masih saja membara dengan memberi ciuman mesra pada wanita cantik itu.
“Oh Dido sayang, kamu kuat sekali mainnya sayang, aku puas sekali, ibu betul-betul merasa seperti berada di tempat yang paling indah dengan sejuta kenikmatan cinta. Kamu betul-betul jago”, katanya pada Dido sambil memandang wajah pemuda itu tepat di depan matanya, dipeluknya erat pinggang Dido untuk menahan goyangan penis di selangkangannya.
Sejenak Dokter Supriyati beristirahat di pelukan pemuda itu, ia terus memuji kekuatan dan kejantanan Dido yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan sekalipun dari suaminya. Matanya melirik ke arah jam dinding di kamar itu.
“Dido..”, sapanya memecah keheningan sesaat itu.
“Ya, bu?”, jawab Dido sambil terus memberi kecupan pada pipi dan muka sang dokter yang begitu ia senangi.
“Sudah satu jam lamanya kita bermain, kamu hebat sekali, Do”, lanjutnya terheran-heran.
“Saya baru sekali ini melakukannya, Bu”, jawab Dido.
“Ah masa sih, bohong kamu, Do”, sergah dokter Supriyati sambil membalas ciuman Dido di bibirnya.
“Benar kok, Bu. Sumpah saya baru kali ini yang pertama kalinya”, Dido bersikeras.
“Tapi kamu mainnya kok hebat banget? Dari mana kamu tahu gaya-gaya yang tadi kita lakukan”, lanjut sang dokter tak percaya.
“Saya hanya menonton film, Bu”, jawab pemuda itu.
Beberapa menit mereka ngobrol diselingi canda dan cumbuan mesra yang membuat birahi sang dokter bangkit untuk mengulangi permainannya. Dirasakannya dinding vagina yang tadinya merasa geli saat mengalami orgasme dengan pria tampanejakulasi itu mulai terangsang lagi. Didopun merasakan gejala itu dari denyutan vagina sang dokter. Dido melepaskan pelukannya, lalu menempatkan diri tepat di belakang punggung sang dokter, tangannya nenuntun penis besar itu ke arah permukaan lubang kemaluan dokter Supriyati yang hanya pasrah membiarkannya mengatur gaya sesuka hati. Pemuda itu kini berada tepat di belakang menempel di punggung sang dokter, lalu perlahan sekali ia memasukkan penis besarnya ke dalam liang sang dokter dari arah belakang pantatnya.
“Ooohh, pintarnya kamu Dido, oooh ibu suka gaya ini, mm, goyang teruuuss, aahh, nikmat do, ooohh, sampai pangkalnya terusss, ooohh, enaak..tarik lagi sayang ooohh, masukin lagii ooohh, sampai pangkal nya Dido, ooohh, sayang nikmat sekali, ooohh, oohh Dido, ooohh, mm, Dido, sayang”, desah sang dokter begitu merasakannya, atas bawah tubuhnya merasakan kenikmatan itu dengan sangat sempurna. Tangan Dido meremas susunya sementara penis pemuda itu tampak jelas keluar masuk liang vaginanya. Keduanya kembali terlihat bergoyang mesra meraih detik demi detik kenikmatan dari setiap gerakan yang mereka lakukan. Demikian juga dengan Dido yang menggoyang dari arah belakang itu, ia terus meremas payudara montok sang dokter sambil memandang wajah cantik yang membuatnya semakin bergairah. Kecantikan Dokter Supriyati yang sangat menawan itu benar-benar membuat gairah bercinta Dido semakin membara. Dengan sepenuh hati digoyangnya tubuh bahenol dan putih mulus itu sampai-sampai suara decakan pertemuan antara pangkal pahanya dan pantat besar sang dokter terdengar keras mengiringi desahan mulut mereka yang terus mengoceh tak karuan menikmati hebatnya rasa dari permainan itu.
Sekitar dua puluh menit berlalu tampak kedua insan itu sudah tak dapat menahan lagi rasa nikmat dari permainan mereka hingga kini keduanya semakin berteriak keras sejadi-jadinya. Tampaknya mereka ingin segera menyelesaikan permainannya secara bersamaan.
“Huuuh, ooohh, ooohh, aahh, ooohh, nikmat sekali Do, goyang lagi sayang, ooohh, ibu mau keluar sebentar lagi sayang, ooohh, goyang yang keras lagi sayang, ooohh, enaknya penis kamu, ooohh, ibu nggak kuat lagi oooh”, jerit dokter Supriyati.
“Uuuhh, aahh, ooohh, mm, aah, saya juga mau keluar Bu, ooohh, dokter Supriyati sayaang, ooohh, mm, enaakk sekali, ooohh, ooohh, dokter sayang, ooohh, dokter cantik, ooohh, enaakk, dokter dokter sayang, ooohh, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh”, teriak Dido juga.
“Ooohh enaknya sayang, ooohh, pintar kamu sanyang, ooohh, kocok terus, oooh, genjot yang keraass, ooohh”.
“Ooohh dokter, susunya, ooohh, saya mau sDidot, ooohh”, Dido meraih susu sang dokter lalu menyDidotnya dari arah samping.
“Oooh Dido pintarnya kamu sayang, ooohh, nikmatnya, ooohh, ibu sebentar lagi keluar sayang, ooohh, keluarin samaan yah, ooohh”, ajak sang dokter.
“Saya juga mau keluar Bu, yah kita samaan Bu dokter, ooohh, vagina ibu nikmat sekali, ooohh, mm, enaknya, ooohh”, teriak Dido sambil mempercepat lagi gerakannya.
Namun beberapa saat kemudian dokter Supriyati berteriak panjang mengakhiri permainannya.
“Aauuuwww, ooohh, Didooo, ibu nggak tahan lagiii, keluaar, aauhh nikmatnya sayang, ooohh”, jeritnya panjang sambil membiarkan cairan kelaminnya kembali menyembur ke arah penis Dido yang masih menggenjot dalam liang kemaluannya. Dido merasakan gejala itu lalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirinya keluar juga, beberapa saat ia merasakan vagina sang dokter menjepit kemaluannya keras diiringi semburan cairan mani yang deras ke arah penisnya. Dan beberapa saat kemudian ia akhirnya berteriak panjang meraih klimaks permainan.
“Ooohh, aahh, oooww,aahh, dokter, Supriyati, sayyaang, oooh, enaak sekalii, ooohh saya juga keluaarr, ooohh”, jeritnya panjang sesaat setelah sang dokter mengakhiri teriakannya.
“Dido sayang, ooohh, jangan di dalam sayang, ooohh, ibu nggak pakai alat kontrasepsi, ooohh, sini keluarin di luar Dido, sayang berikan pada ibu, oooh, jilat spermaenaknya, cabut sayang. Semprotkan ke Ibu, ooohh”, pintanya sembari merasakan nikmatnya denyutan penis Dido. Ia baru sadar dirinya tak memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Didorongnya tubuh Dido sambil meraih batang penis yang sedang meraih puncak kenikmatan itu.
Kemudian pemuda itu mencabut penisnya dengan tergesa-gesa dari liang kemaluan sang dokter dan, “Cropp bresss, crooottt.., crooott.., creeess”, cairan kelamin Dido menyembur ke arah wajah sang dokter. Dido berdiri mengangkang di atas tubuhnya dan menyemburkan air maninya yang sangat deras dan banyak ke arah badan dan muka sang dokter. Sebagian cairan itu bahkan masuk ke mulut sang dokter.
“Ohh, sayang,terus ooohh, berikan pada ibu, ooohh, hmm, nyam, enaknya, ooohh, semprotkan pada ibu, ooohh, ibu ingin meminumnya Dido, ooohh, enaakkknya sayang, oooh, lezat sekali”, jerit wanita itu kegirangan sambil menelan habis cairan mani pemuda itu ke dalam mulutnya, bahkan belum puas dengan itu ia kembali meraih batang penis Dido dan menyDidot keras batang kemaluannya dan menelan habis sisa-sisa cairan itu hingga Dido merasakan semua cairannya habis.
“Ooohh Bu dokter, ooohh dokter, saya puas sekali bu”, kata Dido sembari merangkul tubuh sang dokter dan kembali berbaring di tempat tidur.
“Kamu kuat sekali Dido, sanggup membuat ibu keluar sampai dua kali, kamu benar-benar hebat dan pintar mainnya, ibu suka sekali sama kamu. Nggak pernah sebelumnya ibu merasakan kenikmatan seperti ini dengan suami ibu. Dia bahkan tak ada apa-apanya dibanding kamu”, seru sang dokter pada Dido sambil mencium dada pemuda itu.
“Saya juga benar-benar puas sekali, Bu. Ibu memberikan kenikmatan yang nggak pernah saya rasakan sebelumnya. Sekarang saya tahu bagaimana nikmatnya bercinta”, jawab Dido sekenanya sambil membalas ciuman dokter Supriyati. Tangannya membelai halus permukaan buah dada sang dokter dan memilin-milin putingnya yang lembut.
“Benar, Bu. Sumpah saya suka sama Ibu”, Dido mengecup bibir wanita itu.
“Oh Dido sayang, ibu juga suka sekali sama kamu. Jangan bosan yah, sayang?”.
“Nggak akan, bu. Ibu begitu cantik dan molek, masa sih saya mau bosan. Saya sama sekali tidak tertarik pada gadis remaja atau yang seumur. Ibu benar-benar sesuai seperti yang saya idam-idamkan selama ini. Saya selalu ingin bermain cinta dengan ibu-ibu istri pejabat. Tubuh dan goyang Bu dokter sudah membuat saya benar-benar puas”.
“Mulai sekarang kamu boleh minta ini kapan saja kamu mau, Do. Ibu akan berikan padamu”, jawab sang dokter sambil meraba kemaluan Dido yang sudah tampak tertidur.
“Terima kasih, Bu. Ibu juga boleh pakai saya kapan saja ibu suka”.
“Ibu sayang kamu, Do”.
“Saya juga, Bu. oooh dokter Supriyati”, desah pemuda itu kemudian merasakan penisnya teremas tangan sang dokter.
“Oooh Dido, sayang..”, balas dokter Supriyati menyebut namanya mesra.
Kembali mereka saling berangkulan mesra, tangan mereka meraih kemaluan masing-masing dan berusaha membangkitkan nafsu untuk kembali bercinta. Dido meraih pantat sang dokter dengan tangan kirinya, mulutnya menyedot bibir merah sang dokter. “Oooh dokter Supriyati, sayang, ooohh”, desah Dido merasakan penisnya yang mulai bangkit lagi merasakan remasan dan belaian lembut tangan sang dokter. Sementara tangan pemuda itu sendiri kini meraba permukaan kemaluan dokter Supriyati yang mulai terasa basah lagi.
Sementara bu doker memainkan lidahnya di kontol Dido. “ooohh, uuuhh Dido sayang, nikmat.sayang, ooohh Dido, Ibu pingin lagi, Do, ooohh, kita main lagi sayang, ooohh”, desah manja dan menggairahkan terdengar dari mulut dokter Supriyati.
“Uuuhh, saya juga kepingin lagi Bu dokter, ooohh, Ibu cantik sekali, oooh, dokter Supriyati sayang, ooohh, remas terus penis saya Bu, ooohh”.
“Ibu suka penis kamu Do, bentuknya panjang dan besar sekali. ooouuuhh, baru pertama ini ibu merasakan penis seperti ini”, suara desah dokter Supriyati memuji kemaluan Dido.
Begitu mereka tampak tak tahan lagi setelah melakukan pemanasan selama lima belas menit, lalu kembali keduanya terlibat permainan seks yang hebat sampai kira-kira pukul empat dini hari. Tak terasa oleh mereka waktu berlalu begitu cepat hingga membuat tenaga mereka terkuras habis. Dokter Supriyati berhasil meraih kepuasan sebanyak empat kali sebelum kemudian Dido mengakhiri permainannya yang selalu lama dan membuat sang dokter kewalahan menghadapinya. Kejantanan pemuda itu memang tiada duanya. Ia mampu bertahan selama itu, tubuh sang dokter yang begitu membuatnya bernafsu itu digoyangnya dengan segala macam gaya yang ia pernah lihat dalam film porno. Semua di praktikkan Dido, dari doggie style sampai 69 ia oral seks posisi 69lakukan dengan penuh nafsu. Mereka benar-benar mengumbar nafsu birahi itu dengan bebas. Tak satupun tempat di ruangan itu yang terlewat, dari tempat tidur, kamar mandi, bathtub, meja kerja, toilet sampai meja makan dan sofa di ruangan itu menjadi tempat pelampiasan nafsu seks mereka yang membara.
Akhirnya setelah melewati ronde demi ronde permainan itu mereka terkulai lemas saling mendekap setelah Dido mengalami ejakulasi bersamaan dengan orgasme dokter Supriyati yang sudah empat kali itu. Dengan saling berpelukan mesra dan kemaluan Dido yang masih berada dalam liang vagina sang dokter, mereka tertidur pulas.
Malam itu benar-benar menjadi malam yang sangat indah bagi keduanya. Dido yang baru pertama kali merasakan kehangatan tubuh wanita itu benar-benar merasa puas. Dokter Supriyati telah memberinya sebuah kenikmatan yang selama ini sangat ia dambakan. Bertahun-tahun lamanya ia bermimpi untuk dapat meniduri istri pejabat seperti wanita ini, kini dokter Supriyati datang dengan sejuta kenikmatan yang ia berikan. Semalam suntuk penuh ia lampiaskan nafsu birahinya yang telah terpendam sedemikian lama itu di tubuh sang dokter, ia lupa segalanya. Dido tak dapat mengingat sudah berapa kali ia buat sang dokter meronta merasakan klimaks dari hubungan seks itu. Cairan maninya terasa habis ia tumpahkan, sebagian di mulut sang dokter dan sebagian lagi disiramkan di sekujur tubuh wanita itu.
Sex Woman on TOpBegitupun dengan dokter Supriyati, baginya malam yang indah itu adalah malam pertama ia merasakan kenikmatan seksual yang sesungguhnya. Ia yang tak pernah sekalipun mengalami orgasme saat bermain dengan suaminya, kini merasakan sesuatu yang sangat hebat dan nikmat. Kemaluan Dido dengan ukuran super besar itu telah memberinya kenikmatan maha dahsyat yang takkan pernah ia lupakan. Belasan kali sudah Dido membuatnya meraih puncak kenikmatan senggama, tubuhnya seperti rontok menghadapi keperkasaan anak muda itu. Umur Dido yang separuh umurnya itu membuat suasana hatinya sangat bergairah. Bagaimana tidak, seorang pemuda tampan dan perkasa yang berumur jauh di bawahnya memberinya kenikmatan seks bagai seorang ksatria gagah perkasa. Ia sungguh-sungguh puas lahir batin sampai-sampai ia rasakan tubuhnya terkapar lemas dan tak mampu bergerak lagi, cairan kelaminnya yang terus mengucur tiada henti saat permainan cinta itu berlangsung membuat vaginanya terasa kering. Namun sekali lagi, ia merasa puas, sepuas-puasnya.
Sejak saat itu, dokter Supriyati menjalin hubungan gelap dengan dengan Dido. Kehidupan mereka kini penuh dengan kebahagiaan cinta yang mereka raih dari kencan-kencan rahasia yang selalu dilakukan kedua orang itu saat suami dokter Supriyati tidak di rumah. Di hotel, di apartement Dido atau bahkan di rumah sang dokter mereka lakukan pergumulan yang selalu diwarnai oleh hubungan seks yang seru tak pernah mereka lewatkan.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Teman Kecilku yang Menjadi Teman Bercinta

Agen558.com – Gue mempunyai teman kecil yang selalu bermain sejak kecil. Namanya dedy yang merupakan anak yang baik dan ceplas ceplos. Sejak kecil kami sering bermain bersama dan akrab. Setelah SMA kami harus berpisah dan tidak pernah ketemu lagi karena melanjutkan sekolah masing-masing. Sampai akhirnya tak sengaja kami diletemukan di media sosial dan berlanjut chating. Dari situ ternyata kita memang ada rasa yang terpendam diantara kita. Tak heran jika sering mengungkapkan perasaan masing-masing. Dalam pembicaraan Kita sudah terbuka dan bukan hanya sekedar chat sex. Akhirnya setelah sekian lama, gw lah yg memberanikan meminta kita bertemu. Sekalian hangout gitu! Dan malam ini, Dedy berjanji akan mengajakku makan malam bersama.Malam ini dedy berencana mengajaku makan malam di sebuah tempat yang special katanya!
Keinginan bertemu bukan hanya karena ingin saling kenal lebih dekat tapi juga nostalgia karena semakin memanasnya pembicaraan kita di chat! Dan akhirnya malam itu kami pun kopi darat di hotel tempat gw menginap.Tepat pukul 7 malam suara bel kamar hotel gw berbunyi !  gw segera menghampiri pintu dan saat  gw buka.., Dedy kulihat berdiri di depan. Tampak gagah dan maskulin masih seperti dulu hanya tambah ganteng dan terlihat dewasa. Sebaliknya, kulihat Dedy tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. gw mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di depan kamar hotel. “Silakan masuk..” kata gw sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Dedy sepertinya tidak sabar dengan kedatangan gw yg sudah ditunggu-tunggunya. Tangan gw ditariknya lembut, badan gw dipeluknya dengan hangat. Hingga wajah gw tepat berada di depan wajahnya. “Aku kangen banget sama lo, honey” ucapku sambil berniat mencium bibirnya. Gw biarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yg terbentang di depan Kita.”Mau minum apa? gw hanya punya coca cola kaleng,” ucap gw seraya melangkah ke kulkas. “Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti lo,” Dedy mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak. gw tersenyum mendengar ucapannya  duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Dedy juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.
“Lo cantik sekali, Novi,” tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya. “Lo juga ganteng,” bisikku manja di telinganya. Semakin tidak sabaran dia.
Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.”Aku kangenn banget sama kamu. gw ingin ‘telen’ kamu.. Sar” gitu istilah Dedy jika ingin mulai main. Kecupan kecil mendarat di bibirku. gw balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahku bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat gw pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi Kita berdua. Duduk Kita semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku. “hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah Kita. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya. “Aku kangen lo juga, win” di sela-sela permainan lidah Kita.Hingga akhirnya Dedy tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Dedy membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan Kita. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku.
Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya. “Bikin lo tambah kepingin, ya win,” kerlingku nakal. “Iya, honey..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku. Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya. “Kita ga jadi makan malam, ded?” tanyaku mangingatkan. “Ga laper gw, gw lebih laper kamu..” senyumnya. Sambil perlahan berdiri, gw tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Dedy tahu gw minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. gw naik juga ke tempat tidur, dengan hanya mengenakan bra dan g-string. gw naik ke atasnya. Kucium lembut bibirnya. Perlahan gw buka kancing kemejanya. Dibantunya gw dengan sedikit mengangkat badannya, hingga gw bisa melepaskan kemejanya dengan mudah. Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. Kujilat-jilat putingnya, yang kiri .. yang kanan. gw tak tahu apa yg dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku. “Novi.. enak honey..” lidahku meneruskan perjalanannya. Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. “Lo pintar ya..” bisiknya tertahan.Hingga ke bawah perut. Masih ada celana panjang yg menutup gerakan-gerakan tak karuan dibaliknya. Ada onggokan yg ingin segera terlepaskan. gw lirik Dedy, dan matanya memintaku untuk membebaskan. gw menggeleng nakal.. “Ngga, ah.. sabar dong..” gw lanjutkan lagi kecupanku. gw kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. gw tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat. “Tunggu ya.. gw pingin kecup dari luar dulu.” gw kecup lagi. gw masukan tonjolan itu di mulutku. “Novi nakal ya.. buka dong, honey. gw ngga tahan, nih” Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya. Kulirik lagi, matanya sudah semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang sudah semakin besar itu. Ahh.. kalo mau jujur, gw juga sudah tidak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi gw ingin mengganggunya juga.. hehe.. gw masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan. “Novi.. buka honey, bukaa..”Aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. gw tak percaya mataku. Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. gw usap-usap. “Suka honey?” tanya Dedy. “Suka banget. Punyamu besar banget!! gw jilat-jilat pinggirannya. Dari atas ke bawah, gw balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yg semakin tak henti. “Enakk honeyg.. teruuss..” pintanya. Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. gw masukan kepalanya ke mulutku. gw sedot seperti makan es krim. Sesekali lidahku bermain di belahannya. “Aghh.. enakk..” gw semakin menjadi-jadi mendengar erangannya. Kubuka bra ku. Biar gerakanku semakin lepas. Kusentuh buah dadaku dengan kontolnya. Kuputar-putar kontolnya mengelilingi dadaku. Melingkari bongkahanku dan putingku. Yg kiri.. yg kanan.. ahh.. enaknya. Kumasukan lagi ke mulutku, kali ini lebih dalam. Hampir menyentuh ujung mulutku. Aghh.. sedapnya. Aku sedoott lebih lama. “srrpp.. srpp..” gw mainkan juga lidahku di dalam sana. Kuempot sampe terdengar suaraku sendiri. “Aghh.. enak honey. Enak banget. Lo pinterr.. terus honey..” erangnya. Kulepas lagi.. kali ini tanganku yg bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yg ada. Kutahu.. pasti dia tidak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. gw mau kerjain lagi ahh..Kulepas batangnya. Dedy terkaget-kaget. “Kok udahan, honey. gw belum puas nih..” gw hanya tersernyum. gw kecup bibirnya dan  memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian gw yang merebahkan tubuhku di hadapannya. “Mainkan kontolmu, ded.. kocok-kocok sendiri ya. gw suka liat cowok mengocok kontolnya. ” Dia mengerti maksudku. gw memang suka bangeett. Hadiahnya, gw juga mau beronani di hadapannya. gw pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku. Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri. gw basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku. Kubuka mataku, ingin kuliat apa yg sedang Dedy perbuat. Ah gantengnya. Dengan kontol yang sudah membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin gw semakin terangsang.
Aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yg ada. “Ehmm..mhhmm..” sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan. Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku, sambil kulirik Dedy dengan lirikan nakal. “Lo nakal, yaa..” sahut Dedy sambil mengocok kontolnya. Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi.. “Uuughh.. ” erangku menahan sensasi. Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku.. “Ughhghh..” badanku kuangkat sedikit ke atas. “Terus honey..” Dedy tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku. Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah..”mmhhmm..ehmm..” Kuselipkan satu jari ke baliknya. “Aghh..”.. kurasakan memek gw sudah basah. Semakin mudahnya gw memainkan jariku di sana. “Kasih liat dong honey..” Dedy memohon supaya gw membuka g-stringku. gw semakin menjadi-jadi.. “Sabar dong, win..” sambil jariku kumasukan ke memek gw..”AGGgghh..” oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku. Gerakan badanku semakin tak karuan. Bergoyang ke sana kemari.
doggy style Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku..”Bukain dong, win..” dengan cepat ditariknya g-stringku. “Ngga tahan ya..” kerlingku lagi. Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Dedy bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke memek gw. “Aaagghh..nikmat..” maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi yg ada. memek gw semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari. “Aghh.. ” kugoyangkan badanku. Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu.. “Oghh..Oghh..” Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku. “aghh.. ” semakin lama semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya.. “Ahh..” gw tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. gw lemas.. Di ujung sana, Dedy tersenyum puas melihat pemandangan tadi. “Lo cantik sekali, honey.. gw suka melihatnya.” Dedy mendekatkan wajahnya ke wajahku.”Masih mau gw?” tanyaku. “Mau dong honey..” Kita berciuman lagi. kontolnya yg besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol memek gw. Ciumannya yg lembut sangat menyentuh. Lidahnya mencari-cari lidahku. Dedy tahu sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal chat Kita, dia menyelidiki apa yang gw suka. Kini badan Kita yg tanpa benang sehelaipun saling berpelukan dalam kehangatan. “mmhh..hmm.” desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Dedy berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yg semakin membuat gw terangsang! “Dedyy..””Ya honey..” Jilatannya semakin turun, ke dadaku.. ke buah dadaku. “Aghh..” kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya. Sementara yg kanan diremas-remas olehnya. “Enak, ded..” dijilatnya yg kanan, dan yg kiri diremas-remasnya. “Ded.. teruss.. turun win..” Mukanya terangkat.. “Sabar dong honey..” gantian lirikan nakalnya menggangguku. “Lo jahatt.. ” ujarku sambil mengelus-elus kepalanya. Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku. “Aghh..” semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka memek gw. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut.. “Ughh.. enak ded..” Dikulumnya hangat. Semakin lama semakin cepat. “ded.. enakk..” bukan lagi klitorisku yg dijilatnya. Semakin ke bawah.. memek gw dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa..”Oughh.. ennaakk .. ded..” pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.
Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin gw semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku. “Enak ded.. ohh..oh.. enak ded..” Dedy semakin bernafsu mendengar eranganku. Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam, Dedy tak perduli.. “Dedyn.. enak bangett..teruuss” pantatku sedikit diangkatnya.  Dedy tak menggubris, semakin dilahapnya memek gw. Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yg wowww.. gw ga tau lagi apa perasaanku yg ada gw menjeritt.. “Agghh.. Dedyn..” kurasakan cairan hangat keluar dari memek gw. Gilaa.. lemes gw.Tapi Dedy ngga mau menunggu lama lagi.
Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang memek gw. Digesek-gesek.. “ouhh..” dimasukkannya perlahan-lahan .. “Aahh..” rintihku. Kupejamkan mataku menikmati. Oughh.. nikmatnya. Sedikit demi sedikit batangnya menembus lebih dalam. “Achh.. enakk..teruss ded..” Dedy menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya perlahan.. “AAagghh.. yang cepat win.. yang keras.. ” pintaku. Gerakannya berubah cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong. “Ooohh enakk.. teruuss..” kontolnya terasa nikmat. “Enak honeyyyyy..?” . “Iya.. teruss ded..” Aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit lama tatkala Dedy mendorong masuk. “Ohh..” Gerakannya bukan hanya semakin keras tapi juga semakin cepat. Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya. “Aghh.. Sar, memiaw lo enakk..” kali ini bukan hanya eranganku, tapi juga erangannya. “Punyamu juga enak, honeyg..”
Tak disangka, Dedy mencabut kontolnya dan mengubah posisiku ke doggy style. Sleebb.. kontolnya menembus memek gw yang basah kuyub. “Oughh.. ennaakk honeyg..” kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya. “Novih.. gila kamuu..””.. teruuss masukin memek gw. Yang keras ded..” Dedy semakin mengganas, erangannya pun tak kalah ganas..”Agghh.. memek lo novi..enakk.. enak ngentot sama lo honeyg..aghh..” kata-katanya sudah tak beraturan. Badannya terus bergerak. Mendorong kontolnya yg uenakk banget. Dikecupnya punggungku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan.. “Ded.. gw mau keluaar..””Tunggu honeyg.. tahan bentarr..” gerakannya semakin cepat dan semakin liar “Aghh..” erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. gw semakin tak tahan.. “Ded.. ” bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Dedy.. “Achh.. gw keluar honeyg.. achh..” kurasakan cairan hangat membasahi memek gw berpadu dengan cairanku. Lemasnya lemasnya..Tubuh Dedy memeluk erat tubuh gw dan gw menjatuhkan diri ke tempat tidur. gw balikkan badan ku yang masih telanjang bulat tanpa sehelai pakaianpu. Kupeluk erat tubuhnya ” terima kasih cinta. sudah memuaskan gw.” dedy mengecup kening gw!
“Ternyata lo seperti yg gw bayangkan. Cantik dan liar di tempat tidur. gw suka banget! Kitapun berpelukan, lupa akan janji Kita malam itu, untuk makan malam bersama! hehehe…keenakan ngentot jadi lupa makan ni ceritanya!

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Sex in Car bikin Ketagihan

Agen558.com – Terus terang jantungku agak berdegup karena perasaanku merasa tidak enak, terutama karena aku mengetahui bahwa Lexy selama ini sering menatapku berlama-lama dan caranya menatapku terasa sangat menelanjangi, seolah-olah ingin memperkosaku. Namun aku berusaha bersikap tenang agar tidak menimbulkan akibat buruk karena menurut teman-teman, jika kita terlihat tenang maka lawan kita cenderung ragu untuk berniat jahat. Namun ternyata Lexy tidak berbuat apa-apa dan hanya berkata, “Ada yang bisa saya bantu, Ling?”, “Ehh.., ngg.., anu.., ini mobil sialan diparkir begini, mana susah lagi dorongnya”, sahutku agak canggung. “Mari saya bantu, kamu pegang samping kanan ini yach”, ujar Lexy memberi aba-aba agar aku berada dibelakang samping kanan Panther sialan itu. Tatkala aku sedang dalam posisi siap mendorong dari arah kiri, kutengokkan kepala ke arah kiri, ternyata Lexy tidak berada pada posisi belakang mobil itu melainkan berada tepat di belakangku dan tangannya dengan cepat telah berada di atas tanganku dan jemarinya telah meremas jemariku dengan lembut, mesra namun kuat.

Makin lama cumbuan Lexy semakin hebat dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Lexy tidak hanya mencium pundak, tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain mengusap-usap daerah terlarang milikku. Yah, tangan kiri Lexy telah mengeluarkan kemejaku dari balik celana jeans yang kukenakan dan masuk ke balik celanaku hingga menembus celana dalamku dan mengusap-usap dengan lembut bukit kemaluanku. Aku hanya bisa mendesah lemah dan mulai merasakan rangsangan yang demikian kuat. Mendadak Lexy menarik dan membimbingku ke arah mobilku dan tangannya menarik pintu belakang sebelah kanan mobilku yang memang tidak sempat kukunci. Lantas ia merebahkanku di jok tengah Escudo milikku dan merebahkan sandarannya. Kemudian ia mendorong tubuhku ke dalam dan menekuk kakiku hingga posisi kakiku terlipat ke atas sehingga dengan mudahnya kemaluanku terkuak dan pahaku miring ke samping. Lantas dengan segera Lexy menutup pintu dan mengambil kunci mobilku serta menguncinya dari dalam melalui central lock di pintu depan.

Aku semakin tidak berdaya dengan usapannya di kemaluanku apalagi dia telah membuka kancing, gesper dan ritsluiting celana jeansku dan tangannya telah menarik turun celana dalamku. Kemudian Lexy menarik dengan cepat celana jeansku lalu kemudian menarik lagi celana dalamku hingga terlepas semuanya. Aku selama itu hanya bisa pasrah lemas tidak tahu mengapa, mungkin akibat mantera miliknya yang begitu dahsyat. Mungkin juga karena diriku telah dilanda birahi yang sangat hebat karena terus terang, aku memang begitu mudah terangsang sehingga itu pula yang menyebabkan aku telah kehilangan keperawanan di tangan mantan kekasihku di awal masuk kuliah dulu. Namun di luar itu semua yang kurasakan adalah kenikmatan yang teramat sangat karena selanjutnya bukan lagi jemari Lexy yang bermain pada permukaan kemaluan dan klitoris serta pada daerah G-Spot milikku, namun kini justru giliran lidahnya bermain-main di sana dengan kemahiran yang sangat luar biasa jauh daripada yang mampu dilakukan oleh mantan kekasihku. Sehingga tanpa kusadari, aku justru mencengkeram kepala Lexy dan menekannya ke arah kemaluanku agar rangsangan yang kuterima semakin kuat.

Namun rupanya Lexy bukan sembarang pria jantan biasa, tampaknya ia begitu mahir sehingga ia bukan saja memainkan lidahnya ke sekitar klitoris dan daerah G-Spot milikku, namun juga mulutnya mampu menghisap dan lidahnya memilin-milin klitorisku sehingga tanpa kusadari aku semakin diamuk birahi dan memajukan kemaluanku sampai menempel ketat di wajahnya. Dan sungguh mengejutkan, tiba-tiba desakan kenikmatan melanda seluruh diriku, membuat badanku terlonjak-lonjak akibat perasaan nikmat yang dahsyat yang melingkupi diriku, perasaanku seakan melayang-layang dan denyutan-denyutan nikmat terasa pada bagian dalam kemaluanku. Aku mengalami orgasme untuk pertama kalinya hanya dengan oral sex dari seorang pria, padahal mantan kekasihku hanya mampu membuatku orgasme setelah mengkombinasikan oral sex dengan persetubuhan dan itu memakan waktu yang cukup lama. Tubuhku terus mengejan dengan kuat dan kurasakan vaginaku sangat basah dan aku serasa melayang diawang-awang dengan pahaku yang membekap erat wajah dan kepala Lexy.

Beberapa saat kemudian kurasakan tangan Lexy membelai lembut pahaku dan membukanya dengan lembut namun kuat (sebenarnya sejak aku mengalami orgasme akibat dioral oleh Lexy, aku sudah menganggap lembut segala perlakuannya mungkin karena sudah pasrah dan dibuat puas kali). Dan aku hanya bisa menatapnya dengan sayu yg sungguh kali ini bukan tatapan sayu bohong-bohongan seperti yg dilakukan teman-temanku kalau lagi berusaha memikat cowo idamannya namun aku menatap demikian akibat pengaruh orgasme dan rasa lemas namun nikmat yang masih terasa melanda sekujur tubuhku. Saat itu kuperhatikan bahwa Lexy pun mulai membuka kemeja lengan pendeknya dan tanpa kusadari akupun ikut melucuti kaos singlet miliknya serta membantunya membukakan ritsluiting celananya yang dengan sigap diikuti oleh gerakan cepat dari tangan Lexy yang langsung menurunkan celana luar beserta celana dalamnya.

Aku terus terang sungguh sangat terkejut melihat kontol Lexy yang sangat besar dan panjang berwarna coklat agak gelap dengan diameter yang terus terang akupun agak ngeri untuk
memegangnya. Ini membuayku tergoda untuk melumat dengan mulutku. Terus terang aku sempat berfikir kemaluanku bakal terasa sakit seandainya dia benar-benar menyetubuhiku, namun ternyata itu semua hanyalah khayalanku belaka, karena Lexy tidak langsung menghunjamkan “rudal”-nya itu ke dalam kemaluanku namun layaknya seorang gentleman ia mengusap-usap dulu kemaluanku yang sudah basah itu dengan ujung kemaluannya hingga aku kegelian dan terangsang kembali dan dengan dibantu oleh jari-jari Lexy yang juga bermain didaerah G-Spot-ku serta diclitorisku akupun dibuat semakin becek dan siap untuk dimasuki. Dan ketika aku mulai semakin mendeash-desah, Lexy pun dengan sigap memasukan batangannya ke dalam lubang kemaluanku namun tidak semuanya hanya sebagian ujungnya saja (bagian apa ya namanya, palkon kali ya?) Setelah itu karena dilihatnya aku agak sedikit meringis (terus terang saat itu agak terasa sedikit sakit selain karena aku sudah lama tidak bersenggama sejak putus dari mantanku, juga karena ukuran Lexy yang agak besar) Lexy diam sejenak, setelah dilihatnya ekspresi wajahku sudah normal kembali, ia pun mulai bergoyang memaju-mundurkan senjatanya namun dengan sedikit demi sedikit, jadi tidak langsung amblas main tancap seperti yang dilakukan oleh mantan kekasihku.

Aku pun mulai merasakan sedikit nyaman dengan ukuran kontol Lexy dan perlahan-lahan kembali terangsang dan dapat menikmatinya. Namun harus kuakui Lexy ternyata benar-benar seorang pria yang sangat gentle dan juga jantan, ia tidak saja begitu lembut “memerkosa” diriku namun juga sangat memperhatikan kenyamanan dan kepuasanku, bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mantan pacarku yang pernah tidur denganku, Lexy seperti-nya sungguh mengerti keinginanku. Ia tidak saja perlahan-lahan dan dengan penuh kelembutan “memerkosa” diriku namun juga aktif membantu merangsang diriku hingga aku benar-benar sangat terangsang sehingga walaupun ukuran kejantanannya menurutku sangat menyeramkan, namun aku tidak merasa sakit dan dapat menikmatinya.

Seiring semakin terangsangnya diriku, Lexy pun perlahan-lahan mulai semakin dalam menancapkan kemaluannya. Akupun semakin lama semakin horny dan semakin tidak kuat lagi menahan desakan kenikmatan yang makin memuncak dan semakin tidak tertahankan itu. Hingga akhirnya merasa menyentuh awang-awang dan merasakan kenikmatan yang sungguh tidak pernah kualami sebelumnya dengan para kekasihku, tanpa sadar aku melenguh keras “Oooahh.., Lexyy..”, dan akupun meremas kuat belakang kepalanya dan menjepit erat pinggangnya dengan kedua paha dan kaki sekuat-kuatnya dan juga mengangkat pinggulku hingga kemaluanku berhimpit kuat dengan kemaluannya dan yang masih kuingat adalah saat itu diriku terasa basah dan nikmat sekali. Basah baik pada lubang kemaluanku maupun sekujur tubuhku yang penuh oleh peluh keringatku maupun keringat dan cairan liur Lexy (ia sangat aktif menjilati sekujur tubuhku baik leher hingga ke payudaraku). Dan selanjutnya akupun terbaring lemas tak berdaya, namun Lexy tidak meneruskan perbuatannya walaupun ia belum mencapai orgasme, tapi justru beristirahat sambil menunggu diriku siap kembali sungguh ia laki-laki yang tahu diri tidak egois seperti pria-pria lainnya walaupun sebagai orang yang sedang memperkosaku ia sebenarnya punya “hak” berbuat sesukanya tapi ternyata bisa dibilang ia adalah “pemerkosa yang baik hati” yang pernah singgah dalam hidupku.

Setelah beristirahat sejenak dan melihat kondisiku yang sudah agak pulih, Lexy mulai meneruskan aksinya yang tertunda tadi. Pada babak berikut ini, gaya permainannya diubah, sekarang ia melakukan serangan dengan tehnik “Total Foot Ball. Gaya serangannya menggebu-gebu dan tekanan-tekanan penisnya benar-benar mengarah pada sasaran-sasaran strategis pada liang kemaluanku. Setiap kali Lexy menancapkan penisnya yang besar itu kedalam lubang kemaluanku, maka tekanan penisnya menarik seluruh bibir kemaluanku melesak kedalam, sehingga klitorisku pun ikut tertekan masuk dan tergesek-gesek dengan batang penisnya yang dilingkari oleh urat-urat menonjol. Hal ini membuatku menggelinjang-gelinjang nikmat, “Aaagghh.., aadduuhh.., Leexx.., peellann-peellann.., doongg..!”, akan tetapi kali ini Lexy tidak mengurangi serangan-serangannya, tempo permainannya malah ditingkatkan, semakin aku menggeliat-geliat, semakin menggebu-gebu Lexy memompakan kemaluannya ke dalam liang vaginaku.

Kali ini aku benar-benar dipermainkan habis-habisan oleh Lexy. Perasaan nikmat dan rasa geli telah merambat dari daerah bagian bawah badan keseluruh tubuhku, sehingga perasaanku serasa melayang-layang bagaikan layang-layang yang putus talinya, terbang melayang dipermainkan angin. Perasaan nikmat dan geli akhirnya tidak tertahan lagi dan, “..Leexx.., aakkuu.., aakkaann meelleedaakk.., aauugghh.., oohh..!!”, dengan suatu desahan panjang disertai kedua pahaku mengejang dengan keras menjepit melingkari pantat Lexy, aku mencapai orgasme yang hebat dan pada saat bersamaan Lexy juga mencapai klimaksnya dan dengan pelukan yang sangat erat pada badanku, Lexy mendorong pantatnya kuat-kuat, menekan pinggulku rapat-rapat, sehingga kemaluannya amblas keseluruhan ke dalam liang vaginaku, sambil meyemprotkan cairan kental hangat ke dalamnya. Semprotan demi semprotan kuat dari cairan hangat kental tersebut terasa memenuhi seluruh rongga-rongga di dalam relung vaginaku, menimbulkan perasaan sensasi yang datang bertubi-tubi melanda diriku, benar-benar suatu kenikmatan sempurna yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kami berdua berpelukan erat-erat selama beberapa detik, sambil menghayati denyutan-denyutan pada kemaluan kami masing-masing. Setelah melewati puncak kenikmatan tersebut, maka kami terkapar dalam keadaan lemas sambil tetap berpelukan dengan erat. Dengan perlahan-lahan suatu kesadaran mulai merambati pikiranku, seperti awan yang ditiup angin, aku mulai menyadari apa yang sedang terjadi pada diriku. Kesadaranku mulai pulih secara perlahan-lahan dan menyadari bahwa aku baru saja melakukan persetubuhan yang seru dengan Lexy. Sambil masih telentang di atas jok mobil aku mencoba menganalisis mulai dari kejadian yang pertama. Aku benar-benar tidak peduli lagi, apakah ini disebabkan oleh ilmu hitam Lexy atau apapun, akan tetapi yang jelas ini suatu persetubuhan yang sangat mengasyikkan. Karena itu kulayani permainan Lexy kali ini bahkan dengan tidak kalah serunya.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Pengalaman Sensasi Bercinta dengan Cowok Di Pinggir Pantai

Agen558.com – Saat saya berlibur dengan beberapa teman di pantai. Liburan di pantai di sini karena memang tujuannya untuk refreshing dari kehidupan kota yang bising. Hari masih gelap ketika saya bangun pagi. Setelah mengenakan bikini pink, mengambil novel, sunglasses Armani, akhirnya berangkat juga saya ke pantai tersebut. Matahari belum menampakkan sinarnya. Sambil menunggu teman dan sunset saya duduk di pinggir cottage. Belum ada yang bangun.

Namaku Rani Usia 22 tahun. Tinggi saya sekitar 160 cm, berat 50 kg. Saya berkacamata minus tapi lebih sering memakai contact lens. Rambut hitam di-highlight merah pendek sebahu, kulit saya kuning langsat sebagaimana warna kulit keturunan China pada umumnya. Untuk ukuran payudara, seperti yang saya bilang tadi, rata- rata, tapi cukup bulat dan padat. Kecuali paha saya ukurannya lumayan tapi proporsional kok. Dari itu semua yang paling saya sukai adalah leher saya yang jenjang dan sensitif serta pinggul saya yang membuat siluet tubuh saya lebih ‘pas’. Kebetulan cottage ini mempunyai pantai yang indahnya luar biasa. Pemandangan yang eksotik dan indah.

Beberapa menit berselang kulihat seorang cowok sedang menikmati sunset berjalan ke arahku. Kuperhatikan dia dengan mengenakan celana pendek dan kaos kelihatan seksi. Rupanya dia tidak tahu jika kuperhatikan dari tadi. Karenanya dia sangat kaget ketika dia tepat hadapanku. Ternyata Steve rombomgan kami. Sambil dia minta maaf diapun menyapaku. Akhirnya kami mengobrol. Sambil kuperhatikan bodinya yang seksi. Pantatnya yang seksi dan dadanya cukup bidang. Tidak terlalu macho tapi aku suka. Jika sudah begini tak kuasa aku menahan gairahku. Sambil kubayangkan bercinta dengan dia wow pasti nikmat. Ingin ku tunggangi dan kuemut kontolnya. Rupanya dia tahu juga jika kuperhatikan. Aku jadi tersipu malu. Diapun begitu.

Tidak tahu memang dia tahu jika memang aku menginginkannya atau memang jika dia juga berpikiran sama denganku, karena hanya dengan bersinggungan tangan tak terasa tangan kami berpegangan tangan. Wadoow ….  Dia memeluk pinggangku dan akupun demikian. Tak berlangsung lama karena kami tersadar. Kami saling menatap dan terdiam. Tapi itu tak berlangsung lama karena selanjutnya dia aku dorong dia ke pasir dengan posisi telentang. Dia sangat kaget. Aku tak kuat lagi begitu melihat kontolnya yang sudah ngaceng. Segera kutindih dan kuciumi dia. Untuk kesekian kalinya dia kaget mendapatkan seranganku yang mendadak. Akhirnya dia membalas ciuman dan kami berciuman sangat lama. Kumainkan lidahku di mulutnya, sementara sesekali tangannya meremas bokongku. ahhh … sungguh nikmat.

Anyway, performa tetap lebih penting daripada ukuran? Para cowok setuju nggak nih? Saya mulai melepas celana bikini saya dan dia pun melepas celana renangnya. Wow.. nggak kuat nih.. ternyata benar dugaan semula. Dan nggak cuman gede tapi juga keras. Setelah menjilati kejantanannya sebentar, akhirnya saya membimbingnya masuk ke ‘sarang’nya. “Aaahh…” kita berdua menjerit (untung masih sepi) “Gila, memek kamu rapat amat.. licin tapi rapat,” kata Steve. “Kontolmu juga gede … aku suka itu” balasku.

Sambil kami berciuman tak luput tubuhnya aku ciumi dan kujilati seluruh tubuhnya. Sementara tangan kananku beraksi menggrayangi dan memainkan kontolnya yang sudah tegang. Dengan aku menindihnya aku bisa memainkan peranku sesuka hatiku. Aku memang tidak suka jika di bawah. Makanya saat dia ingin posisi di atas kukunci tangannya agar dia tidak bisa bergantian di atas. Setelah berkali -kali mencoba membalikkan badanku gagal, akhirnya dia pasrah tetap di bawah kendaliku.

Suasana masih sepi pagi begini membuat aksi ku lebih leluasa. Akhirnya aku tidak tahan lagi ngemut kontolnya yang dari tadi tegang. Setelah kulepas semua pakaian dia, giliran aku  perintahkan melapaskan cd dan bh bikiniku.  Kami telah telanjang bulat. Dengan posisi oral seks 69 yang menjadi favouritku kita saling memberi rangsangan. Kontolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok dengan penuh nafsu, dia cuman bisa mendesah. Kontolnya langsung kusedot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya tanpa bisa memberikan perlawanan. Kuremas, kujilat dan kukulum kontolnya sampai muluku terasa tidak muat karena besarnya. Kumainkan, kukocok dan kujilat ujung, batang kontolnya bahkan sampai pelirnya tidak ketinggalan. Lidahku lihai menari-nari di sekitar kontolnya. Karena aku tidak tahan jika aku tidak liar dan berada di atas maka dia aku kunci agar aksiku semakin liar. Aksi emut kontol adalah wajib yang harus kulakukan karena memberikan sensasi dan kenikmatan sendiri bagiku. Apalagi jika melihat dia terangsang dan menikmatinya membuat semangat memainkan kontolnya makin menggebu.

Aksi oral seks kami cukup lama, sampai akhirnya aku tak kuasa lagi menahan gairahku.  Kulepas kontolnya sambil aku berdiri. Kali ini aku ingin bercinta sambil berdiri. Karena berdasarkan pengalamanku bercinta berdiri membuatku merasakan kepuasan. Sambil berdiri dia manjilati leherku sesekali dia menggigit, membuatku aku tak berdaya. Sementara tanganku mengapit lehernya. Sesekali aku meremas bokongnya. Tak tahan aku di genjot kontolnya kedua tanganku menggelantung di leharnya sementara kedua kakiku melingkar di pinggangnya. Sambil berpegengan di leher  aku naik turun sementara tangannya menopang kedua bokongnya sambil menahanku yang dengan liar naik turun memainkan kontolnya. Tangannya yang kuat menopang di pangkal pahaku membuat aku semakin leluasa memainkan peranbak kuda liar yang sedang bergairah. Keringan mulai keluar dari tubuh kami, yang membuat aku semakin liar dan menjilat keringat yang membasahi lehernya.

Karena posisi berdiri membuat dia kelelahan akhirnya dia minta sambil berbaring. Setelah melepas tanganku dari lehernya, segera kudorong dia dengan liarnya dan langsung kutunggangi dia. Aku tidak sabar jika harus berhenti. Dengan pebnuh nafsu kuciumi dia sedangkan bokongku naik turun memainkan kontolnya.

Sedikit saran jika anda ingin menguasai pergumulan seks ada tips hot. Saat anda posisi woman on top Coba gunakan tangan untuk bertumpu pada bahunya atau pahanya agar Anda dapat menggerakkan diri sendiri naik turun dan sensasi akan terasa luar biasa bagi Anda. Lakukan dengan liar. Tahan pada posisi ini selama mungkin agar mandapatkan sensasi luar biasa. Anda bisa melakukan cengkarapan, kuncian agar dia tidak berkutik. Ini akan membuat dia penasaran dan pasrah. Jangan kendorkan kendali anda. Itu pesan dari aku jika ingin memenangkan pergumulan dengan cowok.

Setelah 10 menit bermain dengan Steve yang diwarnai dengan desahan dan teriakan dari mulut saya akhirnya saya mendapatkan orgasme. Sudah terlihat kejantanan Steve yang mengeras dan mengintip di bagian atas Speedo- nya. Kelihatan sekali size-nya yang di atas rata-rata, sudah faktor genetis kali ya kalau average size-nya orang bule di atas orang Asia.

Tidak cuma Steve yang keenakan, saya juga sih. Rasanya punya dia seperti masuk sampai mentok deh, 20 cm sih, diameternya besar lagi. Steve senang mmemainkan payudara saya. Dicium, dipilin-pilin, dicubit dan dielus-elus. Selama ini saya di atas, dia menikmati tiap goyangan naik turun yang saya buat. Dia terlihat enjoy sambil menyaksikan gerakan payudara saya yang seirama dengan goyangan tubuh saya, semakin terasa saat dia ikut bergoyang seirama dengan saya. Tiba-tiba dia berguling dan membuat saya berada di bawahnya. Kaki saya diangkat ke bahunya dan dia memasukkan kejantanannya lebih dalam lagi.

Saya pun semakin menjerit-jerit liar, “Aaahh.. Steve please, cepetin dong..
ahh.. oh.. oh..” Keringat membasahi tubuh kami berdua. Sexy sekali kelihatannya, tubuh kami mengkilap oleh keringat dan minyak di bawah siraman sinar matahari pagi. Steve merasakan otot-otot kewanitaan saya mengejang dan sesaat kemudian muncratlah cairan hangat dari dalam, bersamaan dengan itu Steve pun mencabut kemaluannya dan memuntahkan isinya di atas perut dan payudara saya.

Kusedot, kukocok, kujilat area kontolnya hingga tak tersisa. Kubersihkan sperma yang tersisa di kontol dan tubuhnya hingga  tak tersisa.
Saya ratakan cairan steve di kedua payudara saya dan setelah itu saya jilati jari-jari saya yang basah. “Kamu keliahatan sangat seksi dan menantang saat kamu menjilati, enak kan maniku?” tanya Steve. “Sungguh nikmat dan membuatku seakan melayang di langit ketujuh,” jawabku sambil tersenyum nakal. Kami berdua berbaring sejenak dan kemudian memutuskan untuk berenang di pantai. Sungguh nikmat bercinta pada pagi hari di alam terbuka. Istilah para pakar namanya morning sex.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Ketiga Pemuda itu Aku Taklukan di Ranjang

Agen558.com – Aku seorang manager sebuah bank swasta ternama. Usiaku saat ini memasuki 40th. Usia yang sangat matang dan pengalaman soal seks. Walau aku belum menikah tapi aku sudah pengalaman seks dengan lelaki. Memang aku belum menikah karena umumnya laki-laki takut mungkin karena jabatanku. Pengalaman seks yang tak terlupakan adalah dengan seorang perjaka.  Bercinta dengan laki sebayaku memang menambah pengalamanku bercinta. Tapi kali ini ingin mendapatkan sensasi dengan para perjaka. Tapi saat aku ketemu dan bercinta dengan perjaka dan masih ingusan woooow benar-benar menggodaku. Aku sangat Pede, tubuhku indah, aku yakin, lelaki manapun takan menolak jika kuajak bercinta. Kali ini strategi mencari bocah ingusan ku rancang.

Setelah kejadian ngentot pertama dengan seorang perjaka, aku dan dia sering bercinta. Aku ketagihan. Dia sering aku undang ke rumah untuk bercinta. Waktunya tidak tentu, kadang malam, kadang siang, sesuka hatiku. Kenikmatan itu membuatku ingin mencari perjaka lain untuk kuajak bercinta.  Itulah mengapa aku mencari seorang perjaka karena bisa melayaniku setiap saat. Sehari semalam aku pernah bercinta dan masih kuat sebanyak 12 kali. wowwww … nikmat sekali. Aku beruntung Didi pemuda itu dapat melayaniku gairahku. Dia sering berada di rumahku. Membantu segala sesuatu. Sekarang dia juga langganan memuaskan birahiku. Sama-sama enak.

Bayang-bayang asyiknya ngentot bocah yang baru pertama kali alias perjaka selalu terkenang. Aku ingin mengulang kembali. Aku ingin lagi ngentot sama bocah ingusan yang masih perjaka. Aku ingin menikmati keluguan-keluguan pria yang baru melihat toket, memek atau sekujur tubuhku. Apalagi jika mereka kusuruh apapun mereka mau. Umumnya mereka malu tapi mau. Ini sangat aku kenali sehingga aku bebas mengungkapkan hasrat seks ku.

Tidak susah aku mencari laki model begini karena banyak karyawan yang magang di tempatku dan kebanyakan masih perjaka. Sebetulnya tidak harus perjaka, yang penting masih lugu soal seks. Karena aku sudah pengalaman gantian yang memberi pelajaran pada mereka. Seperti biasa malam minggu ini aku undang dia untuk datang ke rumahku dengan alasan memperbaiki jaringan internetku yang ngadat.

Jam setengah tujuh malam dia datang namun tidak sendirian mereka datang bertiga. Aku kaget juga. Dia bilang malu datang sendiri. Bagaikan mendapat durian runtuh, ada tiga pemuda di hadapanmu. Mereka aku sambut dengan pakaian seksi, karena aku pikir dia sendirian. Menjelang tengah malam mereka mau pamit.  “Nggak usah pulang, kan udah malem”, padahal ini memang strategiku. Suasana berangsur pulih karena mereka tidak keberatan.  Berarti aku berhasil dengan pancingku. Aku juga yakin mereka sekarang lagi pada horny. Karena dari tadi mereka gelisah menatap bodiku yang aduhai dengan baju tipis yang aku pakai. Otomatis dalaman yang aku pakai kelihatan.

Aku langsung mandi karena aku ingin ngentot dengan para perjaka ini, masa tubuhku lengket, kan nggak pede.  Malam ini kuganti kenakan tanktop warna putih, dengan BH tipis, sengaja biar toketku tampak jelas membusung, jika dari atas akan tampak belahan payudara besar. Itu artinya, ketika aku membungkuk, toketku bisa terlihat jelas. Aku pakai celana dalam ketat yang tidak mampu menutup jembut lebatku. Bawahanku, ku kenakan rok tipis warna putih, juga. Sengaja ku kenakan ini agar bokongku terlihat segitiganya. Sampai saat ini, rencanaku berhasil, para bocah ini sering mencuri pada paha dan toketku. Tapi darimana aku akan memulai? Aku bingung. Aku ngga mau langsung terkam aja, harus ada jalan kesana. Waktu terus berputar, bisa rugi kalau sampai pagi Cuma ngobrol doang. Aku harus cepat bergerak.

Hampir jam dua belas aku pergi ke kamar, dari dalam aku panggil Dedi. “ada apa mba?” “Aku pengen banget, entot sama mbak ya sayang” aku tidak tahan. Kemudian aku memeluk dan minciuminya sambil kugerayangi kontolnya dari belakang. “Dia takut” ada temen mbak, ntar ketahuan” dia ketakutan. Perkataannya itu tak membuat aku mengendorkannya “ayolah sayang, memek mba gatel banget” kuciumi Dedi penuh nafsu. Meski dia keberatan, ku giring dan telentangkan dia ke tempat tidur. Kuperkosa dan kutindih dia, dia tak berkutik. Sudah tidak tahan lagi kulepas pakaianku hingga aku di atas tubuhnya aku tinggal mengenakan dalaman saja. Sementara dia masih terlentang dia langsung kutelanjangi. Melihat dia bugil gairahku makin menggelora. Rupanya aksiku ini membuat kontolnya mulai ngaceng. Kukecup bibir keras hingga bersuara, aku paksa tangannya meremas toketku hingga aku meringis keras, sengaja biar terdengar keluar supaya mereka mengetahui, dan bergabung.

Sheryl Lee threesome sex love sceneSementara aku melumat bibirnya tanganku simbuk dengan kontolnya. Kukocok, kuremas, kujilat tiada henti. Dedi melirik ke pintu kamar yang terbuka “kenapa Ded” “temen-temen pada ngelihat ” “Ayo jangan ngintip, kalau mau kesini aja” sahutku. Beberapa menit tidak ada jawaban. Ternyata mereka memang anak manis bukan yang langsung tubruk di ajak ngentot. Aku turun dari ranjang, keluar menghampiri mereka yang melongo melihatku bugil yang kelihatan jembutku yang lebat. Kutinggalkan Dedi di ranjangku. Dengan jembutku yang lebat membuat dia melirik ke arah memeku. Ku hampiri Agam, kubiskan padanya “mau maen sama mba ga, sayang?” wajahnya pucat.

Sambil aku berkata “ambil gambarnya sayang” pintaku sambil meminta mereka video adegan seksku. Aku katakan hal itu pada mereka, aku ingin ingin ditonton saat ngentot. Ketika ku bisikan hal itu kepada Roni, ia sedikit berani “ma,,,ma…mau mba” Aku membuka celana tiga perempat dan celana dalam milik Roni,  wowww …. sudah ngaceng dengan tegar. Kuhisap kontolnya langsung. “ogggghhhhhh…mba….oghhhhhhh…….” Aku senang sekali melihat lolongan Roni, aku lirik Agam, dia masih duduk mematung. Kulakukan hal yang sama dengan Roni. Diapun siap bertempur denganku. Ku oral dia di sofa secara bergantian. Aku yang posisi dalam posisi menungging tak tahu kalau di belakang sudah ada Dedi sedang berusaha memasukan kontolnya kedalam memekku. “Jangan dulu Ded, jangan entot mba dulu” kupikir jangan ke buru-buru memekku di sembur sperma. Dedi mengikuti perintahku, dia pun menciumi bokong, dan menjilat memek dari belakang. Aksi meladeni Dua kontol ku isep secara bergantian. Bahkan Roni dan Agam mulai bergabung dan membuatku menikmat asksinya ini, diapun meremas remas toketku. “Oggggg………ogggg…..ogggg…….”Agam menyemprokan sperma ke dalam multuku begitu juga Roni, tidak lama dia juga muncrat. Dua sperma perjaka masuk ke dalam mulutku. Nikamt banget rasanya menikmati kontol perjaka yang mengeluarkan spermanya. Keduanya kentel banget. “ayo lanjutin di kamar” aku mengajak mereka bertiga. Ketika aku telentang, Dedi tak sabar meminta giliran. Aku kocok dia sambil memiringkan kepalaku. “Roni, Agam jilatin memek sama tete mba” Roni bergerak cepat menjilati memekku, sementara Agam meremas dan menjilati toket, aku sendiri terus Kocok kontol Dedi. Permainan berlangsung panas, gerakan-gerakanku semakin liar dan gak beraturan, nikmat sekali, toket dan memek di kerjain bocah ingusan. Sementara mulutku bekerja untuk kontol Dedi. Lama juga  tidak muncrat, mungkin karena sudah sering ku kocok jadi tidak seperti yang lainya. Kulihat kontol Agam kembali ngaceng lagi. Aku pun begerak, meneletangkan, ku entot dia, “eghhhh….eghhhhh……”dia merintih. “kamu ambil gambar disini sayang” aku menunjuk di samping kiri dan kanan Agam. Begitu mereka berbaring, aku beralih mengilir mereka, ku entot Agam, kemudian Dedi. Secara bergantian. sebentar-sebentar. Maklum mereka belum pengalaman.

Inilah namanya aku ngentot pria, bukan aku yang di entot. Inikah yang di namakan pesta seks? Aku tak tahu, yang ku tahu hanya ingin kontol-kontol brondong ini. aku senang dapat ngentot mereka, aku senang mereka bernafsu sekali terhadapku. Sekarang posisiku sedang ngentot Dedi, ku ciumi leher dan bibirya, hingga, ia teriak. aghhhh……. eghh……ogh,,,,,, aku keluar mba …… crot… crot.. crot….. Dinding memeku terasa yang yang menghantam, banjir sekettika, Aku telah membuat Dedi orgasme, sekarang giliran Roni yang akan ku service, sementara Agam  terus merangsang bagian-bagian tubuhku. Oghhh…..memeku terasa sekali mau nyemprot, aku tak tahan, oghh……..aku liar sekali bergerak di atas tubuh Roni oghhhh……oghh….mba keluar……oghh…… Ketika aku masih menjerit dan blingsatan, doni juga orgasme,oghhhh……oghh…achh….crot..crot…crot… berkali-kali spermanya menyembur. Badanku mulai lemes, sejenak aku terkulai di atas tubuh Roni, sementara Agam terus menjelajahi tubuhku. “mba, sekarang aku mba”Agam berkata Oh iya, aku masih harus menyelesaikan satu brondong lagi. Karena mulai capek aku minta Agam yang menggenjot di atas. Agam belum mahir dengan posisi menggenjot diriku, aku pun kembali aktif menggoyang pinggul dari bawah. Sementara Dedi dan doni melihat adegan aku dan Agam dengan merekam.

Aku nafsu sekali ketika muka Agam bertanda akan orgasme, seketika itu juga aku percepat gerakanku, ternyata bener, Agam orgasme, aku juga. Ogh…ogh…agh…mmhh…ogh…. Badanku lemes ngentot dengan tiga bocah, badanku sudah penuh dengan keringat. Tapi aku puas. Tenaga yang terkuras tak seberapa dengan kenikmatan ngentot dengan para abg. “gimana anak-anak, enak nggak servive mba” “bukan enak lagi mba, nikmat” “mba, boleh minta lagi nggak?” tanya ryan “boleh, tapi mba istirahan dulu yah” jawabku.. aku bersihkan badanku ke kamar mandi. Capek. Aku ingin mengembalikan tenaga dengan memejamkan mata kali ini aku ditamani Roni dan berpelukan sedangkan yang lain memilih menonton tv. Namun mereka akhirnya tertidur juga.  Kali aku ingin meladeni satu-satu. Biarkan yang lain tidur “sekarang mba mau satu-satu, gantian,”. Kuremas dan kupegang kontol  Roni setuju, yang dari tadi ngaceng menantangku.

Dia pasrah padaku  setiap bagian tubunya ku jilati tak satupun tersisa, sementara tubuhku di nikmati olehnya, enak banget rasanya aku di gagahi pria ingusan., aku tidak terlalu aktif melayani, aku hanya menikmati setiap sentuhan tanganya, juga genjotam kotolnya, inilah sensai seks bagiku. sensasi seks seperti dalam xxx movies. terus Ron ,………..genjot terus,…….. lebih keras ………oghhhhhh…..aku menggelinjang kekiri dan kanan, eghhh……ogh……enak kontol…… “mba aku mau keluar ogh…..ogh…..” “gapapa…ayo keluarin….semprotin yang banyak sayang ,,,,,,,,,,,,,” “mba…mba….ngg……ggggg…” crot..crot.crottt ………… doni terkapar. Tapi kupegang kontolnya dan kusedot kujilat kukocok hingga muncrat semua ke mulutku. woowwwww … nikmat benar sperma perjaka ini. Satu terkapar masih ada dua lagi tugas menantiku.

Rupanya aksiku ini di lihat dan videokan oleh mereka secara bergantian. Sebelum beranjak, Agam tak sabar lagi langsung beraksi, kontolnya masuk menembus memek kebanggaanku. Sisa kenikmatan yang kulakukaan dengan Roni yang berlum terselesaikan di teruskan oleh Agam. Ini tidak berlangsung lama karena baru lima menit dia sudah ngos-ngosan … Bless…bles…. Slrup….. Enak. Nikmat. Aku tahu Agam juga mengalami hal yang sama. “mba….mba…..ogh…..ogh……” “Kenapa yan?”aku menggodaanya “oghh….ogh….aku keluar mba….ogh….” Dua kontol mengeluarkan lahar di memekku. Aku sendiri belum orgasme, maklum aku lebih menikmati memandang wajah-wajah bocah yang ngentot memekku dari pada aku konsen di memek. Kali kini aku oral seks lagi sambil menjilati sperma di kontol Agam. Walaupun aku sudah menerima 2 muncratan aku belum juga orgasme.

Kali ini giliran Roni. Untuk yang satu ini aku harus orgasme. Disamping Roni sudah menunggu. Segera kuperintakan di terlentang dan segera kutunggangi dia. Tetap di sofa kali ini aku tidak liar menunggangi dia agar kontolnya lebih relaks dan tidak cepat keluar. Dengan akiu diatas aku berharap cepat orgasme

Sementara dia tidak tahan juga aku tunggangi sehingga dia minta posisi “dari belakang boleh nggak mba” pintanya, “nggak ah, sekarang mbak pengen gini aja. Aku ingin di atas. Lain kali aja yah” Dia tidak kecewa, ia pun tidak mau melewatkan hidangan yang ku berikan padanya. Cukup lama aku memompa dia, hingga aku pun bisa orgasme yang di susul olehnya. Kulepaskan kontolnya.

Sekarang ganti adegan. Kusedot dan kukenyot kontolnya yang masih ngaceng sambil menikmat spermanya. Aksiku ini divideo oleh mereka sehingga membuatku sewaktu-waktu bisa menikmati. Akhirnya malam ini aku cukup puas. Melayani bocah ingusan karena lebih ringan tenagaku. Walaupun mereka gampang KO tapi kenikmatan tetep kudapatkan karena satu KO yang lain meneruskan … Bahkan aku bisa merasakan kontol di memek dan mulutku secara bergantian …

Sejak saat itu aku bisa menikmat brondong baik bersamaan atau sendirian. Kini mereka tambah pengalaman sehingga membuatku lebih ringan bergumul. Kadang aku suruh mereka membawa dan mengajak perjaka lain untuk aku renggut perjakanya dan menikmati sambil melumat spermanya ….

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM

Bercinta dengan Mahasiswa anak Ibu Kost

Agen558.com – Namaku Wita umur 29 tahun. Aku sudah bersuami namun umurnya selisih jauh dari usiaku. Sebetulnya aku mendambakan suami yang bisa melayaniku dalam kebutuhan seks. Namun dia tidak bisa mengimbangiku. Karena aku harus menempuh tugas pendidikan S2 aku harus tinggal sendirian di kota tempat aku melanjutkan pendidikanku. Karena sendirian aku kadang kesepian di tempat kost, karena tempat kosku memang bukan untuk kost pada umumnya. Aku sengaja cari paviliun biar tenang. Untunglah aku berkenalan dengan anak pemilik kost  yang masih mahasiswa sehingga aku tidak kesepian. Dia sangat tampan menurut ukuranku. Dia cukup atletis dan memiliki bibir seksi. Kami sangat akrab bahkan sangat akrab.

Hingga suatu hari kami hanya berdua duduk di teras paviliun rumah. Tempatnya dio belakang dan sejuk membuta kami terbuai. Sambail ngobrol berdua, tidak ada orang di kiri kanan karena hanya aku yang kost, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian Ary membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya. “Berapa lama kamu tugas di luar kota?”

Kujawab, “Yah.. dua bulanan, memang kenapa Ri? “Apa Wita nggak akan kesepian begitu cukup lama tinggal sendirain?” kata Ary. “Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram.” kuulangi jawaban yang sama sambil kupandang wajah Ary dengan ekspresi menggoda.

Tiba-tiba Ary meletakkan tangannya di pundakku dan menatapku. Tak mau mau kalah aku dengan beraninya menarik wajahnya. Kemudian aku mencium pipi dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Dia meladeni ciumanku. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Ary bertanya, “Oh Wita sangat cantik, boleh nggak Ary mengisi kesepian Wita?” Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya, “Oh.. Ri, boleh saja, Wita memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan..”

Sambil berciuman, tangan Ary membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya. Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah, ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Setelah sama-sama telanjang, Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang, “Oh.. oh Ri, aduh Ary pinter sekali.. oh.. puaskan Wita Ri.. Oh..” Dengan semangat Ary mempermainkan vaginaku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di vaginaku. Kurasakan satu dan akhirnya dua jari Ary masuk ke dalam lubang vaginaku. “Oh.. Ri.. aduh.. enaknya Ri.. oh terus Ri..” aku mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, kedua jari tangan Ary makin mengocok lubang vaginaku dengan gerakan yang sangat merangsang.

Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme. “Oh Ri, aagh.. Wita keluar Ri..” Kujilati seluruh permukaan wajah Ary dan kulumat bibirnya dengan nafsuku yang masih tinggi. Ary masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam vaginaku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan Ary yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang vaginaku, membuatku orgasme sampai tiga kali.

Kelihatannya Ary begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh.“Wita.. boleh nggak Ary masukkan kontol Ary ke dalam apem Wita?”Kujawab saja, “Jangan di sini Ri, bahaya kalau ketahuan, nanti di rumah saja ya Yang..” “Benar nih jangan bohong ya.. dan bagaimana caranya?” tanya Ary. Kujawab saja, “Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja Ri, yang penting jangan ketahuan orang rumah.”

Tak mau berlama-lama kuajak dia ke kamarku. Dengan sekali dorongan di tempat tidur dia terlentang di tempat dengan kontol yang ngaceng menantangku. AKu tak tak sabar dengan nafsuku.  Kupegang kontolnya selanjutnya kukocok, kujilat, kuremas. Beberapa menit aku asik memainkan kontolnya hingga mulutku terasa sesak dan pegal. Sambil bersimbah aku mainkan aksiku mengerjain kontolnya dengan posisi sambil duduk. Aku minta dia telentang di lantai untuk oral seks di bawah. Ganti posisi 69 dengan aku diatas membuat aku sangat puas. Sambil posisi 69 dan kutunggangi dia aku mengulum dan mongocok kontolnya. Kami ‘terjebak’ dalam posisi 69. Dengan liar lidahnya menjelajahi permukaan vaginaku. Dia menikmati aksiku dan aku menikmati aksi jilatan lidah di memekku. Tangannya meremas kedua payudaraku mengimbangi kenikmatan di memekku.  Aku lebih pengalaman harus mengajarinya karena dia memang belum pengalaman. Hingga kurasakan di mulutku kontolnya sudah makin mengeras segera kuarahkan ke vaginaku. Kutunggangi dia.

Kuarahkan kontolku ke dalam memeku yang sudah dari siap menelan kontolnya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisnya mulai menerobos liang vaginaku. “Uh.. Nikmat sekali.. aku suka kontolmu.. Enak..” desahku sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhnya.
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulutku. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas kontolnya. “aku suka.. Ahh.. Ngentotin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..” aku terus meracau sambil menikmati tubuhnya. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaraku yang bergoyang-goyang berirama. Diapun aku minta meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahanku semakin menjadi-jadi.
“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. entotin aku .. Ah.. Anak pintar.. Ahh..” Tak lama tubuhku mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, aku mengalami orgasme yang kedua kalinya kemudian rubuh di atasnya. Karena dia belum ejakulasi, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Dibalikkan tubuhjy dan digenjot penisnya dalam liang kewanitaanku. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.
“Oh.. Enak Ary .. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“AKu mau keluar Wit ..” kata dia ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke vaginaku. “Keluarin di mulutku, sayang..” Akupun mencabut keluar penisnya dan mengarahkannya ke wajah ku. AKu langsung meraih penisnya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutku.
“Ahh.. ahh..” jeritnya ketika dia menyemburkan spermanya  dalam mulutku. Sambil mengocok kontol hingga hampir seluruh sperma masuk ke dalam mulutku. Setelah puas mengulum dan menyedot spermana aku mengeluarkan penisnya dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahku. Dengan nafsu aku menjilati seluruh batang kontol yang penuh sperma. Pemandangan indah ini membuatku dia berdaya dan aku rebah. Sementara aku menindih dan menciuminya. “Enak sayang?” tanyanya sambil t ersenyum genit. “Enak Dunk …  jawabku.

Malamnya aku minta dia untuk janjian untu bercinta lagi. Dia setuju. Sesampainya di pavilium rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang. Kulihat Ary masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi vaginaku. Ary berkata, “Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam..” Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang vaginaku, membuatku melayang dan vaginaku cepat banjir.

Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya kontolnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan vaginaku. Kubalas gerakan Ary dengan meremas-remas dan mengocok kontolnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar semakin memburu. Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, “Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya..” Aku pun sudah tidak tahan, “Oh Ri.. masukkan cepat kontolnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh Ri..” kami berguling-guling bergantian diatas. Kasurku berantakan seperti kapal pecah karena aksi pergumulan seru kami. AKu tak peduli.  Layaknya orang berkelahi kami bergantian saling menindih dan mengunci.

Tak sabar juga aku akhirnya aku pasrah. Kemudian, “Slep..” kurasakan kontol Ary yang lebih besar dan panjang dibandingkan lontong suamiku itu masuk dengan mudah masuk ke dalam lubang vaginaku yang sudah benar-benar basah itu. Kurasakan kontolnya sampai menyentuh dinding vaginaku yang terdalam. “Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri..” aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Ary. Kudengar pula rintihan Ary sambil menurun-naikkan kontolnya di dalam vaginaku. “Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali apem Wita.. oh.. aagh..” Dari cara permainannya, aku merasakan Ary belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini. Mungkin karena begitu nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman kontol Ary, aku sudah mau mencapai orgasme. “Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Wita mau keluar.. oh…aagh..” Kurasakan Ary pun sudah mau orgasme. “Oh.. agh.. Mbak, Ary juga mau keluar.. oh.. aaaghh..” Tak lama kemudian, berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yang keluar dari penis Ary yang masih perjaka, keras dan berkali-kali memenuhi lubang vaginaku.

Kucabut kontolnya dari vaginaku selanjutnya kugarap kontolnya dengan mulutku agar aku bisa menikmat  spermanya. Ingin aku merasakan sperma perjaka. wowwww … kukocok … kusedot lagi. Spermanya makin muncrat dan kutelan bulat-bulat kontolnya hingga semprotan spermanya masuk kerongkonganku … benar-benar nikmat. Selanjutnya kujilat sisa-sisa sperma yang menempel di ujung batang kontolnya dan perutnya. Kumainkan lidahku dan sesekali kumainkan tanganku agar spermanya keluar lagi. Kontolnya masih keras sehingga aku bersemangat untuk mengulumnya. Sementara dia makin menggelinjang kegelian tak karuan.

Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary, “Terima kasih Ri, Mbak puas sekali..” Ary pun berbisik, “Aduh Wita, baru pertama kali ini Ary rasakan enaknya apem.. Wita puas kan..” tambahnya.

Kemudian, Ary mencabut kontolnya dari dalam lubang vaginaku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin nambah lagi. Ary berbisik, “Besok-besok aja lagi, sekarang Ary harus keluar.. takut ada orang yang bangun..” Setelah mengecup kening dan pipiku, Ary permisi keluar. Kubisikkan di telinganya, “Hati-hati ya Ri.. jangan sampai ketahuan orang lain..” Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku bahagia bahwa Ary akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota.

Setelah kejadian pertama ini, hubungan seksku dengan anak pemilik kost ini terus berlanjut. Sayangnya hal ini kami berdua lakukan di rumah, karena saat itu memang tidak pernah terpikir untuk main di luar misalnya di Motel. Saking puasnya menikmati permainan seks dari Ary, aku lupa akan jadwal kalender KB yang selama ini kugunakan. Sedangkan setiap kali Ary menyetubuhiku, spermanya selalu ditumpahkan di dalam vaginaku. Aku sendiri memang tidak menginginkan sperma Ary ditumpahkan di luar, karena justru merasakan semburan dan kehangatan sperma Ary di dalam vaginaku, merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Akibatnya setelah beberapa kali melakukan hubungan, aku sempat terlambat 6 hari datang bulan (mens). Hal ini kuceritakan kepada Ary, saat kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir benar-benar hamil, kuminta Ary mengantarku ke dokter untuk memeriksakannya. Pada mulanya Ary tidak setuju, dan ingin mempertahankan kehamilanku. Aku tidak setuju dan tetap ingin menggugurkannya.

Keesokan paginya dengan diantar Ary, aku memeriksakan diri ke suatu rumah sakit bagian kandungan. Aku tidak sabar dan khawatir jika ternyata aku benar-benar hamil. Hal ini kuutarakan kepada Ary dan kuminta ia membantu membelikan satu botol bir hitam untukku. Keesokan harinya, Ary menyerahkan bir hitam itu kepadaku, dan malamnya kuminum. Tiga hari setelah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.

Setelah mens-ku selesai sekitar 7 hari, aku dan Ary melanjutkan lagi hubungan seks seperti biasanya. Praktis selama dua bulan ada 18 kali aku dan Ary berhasil melakukan hubungan seks yang memuaskan dengan aman tanpa ketahuan keluarga di rumah. Keinginan untuk melakukannya setiap hari sulit terlaksana, mengingat situasi rumah yang tidak memungkinkan. Dari sekian kali hubungan seksku dengan Ary, seingatku ada tiga kali yang benar-benar sangat memuaskan diriku. Selain kejadian yang pertama kali, hubungan seksku dengan Ary yang sangat memuaskan adalah sewaktu kami berdua melakukan di suatu siang hari dan saat malam takbiran. Kejadian di siang hari itu, yaitu saat aku selesai mandi dan bersiap-siap berhias diri mau pergi ke kantor.

Tanpa sepengetahuanku, saat aku memakai make-up, tiba-tiba Ary masuk kamarku yang tidak terkunci. Setelah menutup pintu kembali dan menguncinya, dari belakang ia memelukku, melepaskan handuk yang membungkus tubuhku, sehingga aku dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya memainkan kedua payudaraku, dan turun mempermainkan vaginaku. Akibatnya, aku tak tahan dan vaginaku cepat basah. Segera kubalikkan tubuhku dan kupeluk serta kulumat bibir Ary dengan penuh nafsu. Kemudian kubuka reitsleting celananya dan kutanggalkan celana panjang dan celana dalamnya. Kemudian aku jongkok di hadapannya, sambil meremas, menjilati, dan mengulum lontongnya dalam mulutku.

gaya bercinta wanita di atas agresifSetelah kurasakan kontolnya semakin keras, kudorong tubuh Ary duduk di tepi tempat tidur. Kemudian aku berdiri membelakanginya, dan setengah jongkok kupegang dan kuarahkan kontolnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku yang sudah basah itu. Kuturun-naikkan dan kuputar pinggulku untuk merasakan nikmatnya kontolnya Ary yang telah masuk seluruhnya dalam lubang vaginaku. Sambil bergoyang itu, aku merintih dan berdesah, “Oooh.. aaaghh..” Ary tak mau ketinggalan, ia membantu menurun-naikkan pinggulku dan kadang-kadang meremas-remas kedua buah dadaku. Kurang lebih tiga menit dengan posisi ini, terasa aku sudah mau orgasme. Kupercepat gerakan turun naik dan goyangan pinggulku, dan saat itu Ary merintih, “Oh.. oh.. Wita, Ary mau keluar.. oh..”

Akhirnya berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan kontol Ary menyemprotkan spermanya dengan keras memenuhi lubang vaginaku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yang hangat dan nikmat itu. Kemudian kukeluarkan kontolAry dari lubang vaginaku. Kulihat masih cukup keras. Dengan penuh nafsu kujilati, kuhisap kontol Ary yang masih basah diselimuti campuran sperma kami berdua.

gaya bercinta nunggingTak berapa lama kemudian kontol Ary kembali keras. Kemudian kuminta Ary menyetubuhiku dari belakang. Dengan menopangkan kedua tanganku di atas meja hias dan posisi menungging, kusuruh Ary memasukkan batang kontolnya ke dalam lubang vaginaku dari belakang. Betapa nikmatnya kurasakan kontol Ary menghunjam masuk ke dalam lubang vaginaku, kemudian sambil meremas-remas kedua buah dadaku, Ary mempercepat tusukan kontolnya. Dari cermin yang berada di hadapanku, kulihat gerakan dan ekspresi wajah Ary yang sedang mempermainkan lontongnya di dalam lubang vaginaku. Situasi ini menambah naiknya birahiku. Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan kontolnya, aku tak tahan ingin orgasme lagi. Aku merintih, “Aduh.. oh.. agh.. Ri, tembus Ri.. aagh.. Wita mau keluar lagi, cepatkan Ri.. oh.. aaghhh..” Ternyata Ary pun mau keluar. Ia pun merintih, “Oh.. augh.. Wita, Ary juga mau keluar.. aduh.. Wita.. bareng ya.. oh..” Beberapa saat kemudian, secara bersamaan aku dan Ary mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Ary yang hangat dan nikmat lubang vaginaku.

Setelah itu, kami berdua berpelukan dengan mesra. Aku berkata, “Nakal ya..” Ary mencium pipi dan keningku kemudian pamit keluar. Kemudian aku pun keluar ke kamar mandi untuk membasuh vaginaku. Jam 14:00, jemputan mobil dari kantorku datang. Malamnya sesuai janji via telepon, kembali Ary masuk ke kamarku dan menyetubuhiku secara terburu-buru, karena khawatir ada yang memergoki. Walau dalam keadaan terburu-buru, persetubuhanku dengan Ary yang dilakukan setiap dini hari itu, cukup memuaskan, karena paling tidak setiap bersetubuh itu aku bisa orgasme minimal satu kali dan merasakan semprotan sperma Ary di dalam vaginaku.

Selanjutnya, persetubuhanku dengan Ary yang benar-benar memuaskan dan menyebabkan aku lemas tak berdaya adalah saat malam takbiran. Ary mulai menggerayangi vaginaku dengan jari-jari tangannya sambil melumat bibirku. Aku menggelinjang dan merintih, “Oh.. Ri.. enak sekali.. Ri.. oh terus Ri..” Aku tak mau kalah dan kuremas-remas kontolnya dari luar celana yang membuat semakin keras. Kemudian kusuruh Ary berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya dan sekaligus celana dalamnya. Kulihat dan rasakan kontol  Ary lebih keras dan besar dari biasanya.

“Aduh.. wow.. kok lebih keras dan besar Ri kontolnya?” Ary berterus terang bahwa sorenya ia minum jamu kuat laki-laki sebagai persiapan untuk memuaskan diriku. Kuhisap, kujilati dan kukulum kontolny dengan penuh nafsu. Karena tak tahan lagi, kudorong tubuh Ary duduk di sofa. Aku duduk di atas pangkuannya. Kemudian kupegang dan arahkan kontolnya ke dalam vaginaku. “Wow.. aduh Ri.. gede banget dan enak Ri, kontolmu.. aduh.. oohh..” aku mengerang. Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku agar dapat merasakan gerakan, tusukan dan denyutan kontol Ary. Sekitar dua menit kugoyang, akhirnya aku mencapai orgasme karena tak tahan merasakan kontol Ary yang lebih keras dan besar dari biasanya. Kemudian kami berdua merubah posisi dengan doggy style. Kurang lebih tiga menit, lagi-lagi aku tidak tahan dan orgasme untuk yang kedua kalinya.

Bercinta sambil berdiriSetelah beristirahat sebentar, kami berdua merubah posisi dengan berdiri. Kali ini aku ajak dia bercinta di kamar mandi. Kusandarkan di dinding selanjunya kugarap dia sambil berdiri.  KOntolAry masih keras dan ia belum keluar sama sekali. Lagi-lagi, mungkin karena pengaruh bir dan nafsu yang menggebu, aku mencapai orgasme yang ketiga kalinya.

Dengan masih mempertahankan kontolnya yang keras dan panjang di dalam vaginaku, Ary menggendongku masuk ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur di atas lantai yang sudah kusiapkan. Masih kurasakan nikmatnyan dan orgasmeku yang keempat kalinya saat Ary menyetubuhiku dengan posisi di atas. Setelah itu aku tak ingat lagi dan menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan kontol Ary.

Mungkin lebih dari 10 kali aku mencapai orgasme, dan aku tak tahu berapa kali Ary keluar. Saat terbangun kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yang amat sangat pada diriku walau kakiku rasanya gontai dan lemas. Kurasakan juga kehangatan sperma Ary yang masih ada di dalam vaginaku.

Ternyata perselingkuhan tidak selalu merusak keharmonisan rumah tangga. Mungkin ada benarnya jika orang menerjemahkan arti kata ‘selingkuh’ sebagai ‘selingan indah keluarga utuh’. Setelah itu aku harus kembali ke kota asalku yang pasti aku bisa menghubungi dia jika aku butuh seks dan rindu kontolnya.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA, CASINO, POKER, TOGEL DLL


AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER  | TOGEL  | CASINO DLL

PROMO BONUS AGEN558 ( http://www.agen558.com )
SPORTBOOK SBOBET & IBCBET
– BONUS DEPOSIT 20%
– BONUS REFERAL 5%
– CASHBACK up to 10%
Min. Depo Hanya Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)
Proses Depo / WD Hanya 3 – 5 Menit

POKER
LIVE POKER
CEME
CAPSA
CEME KELILING, BLACKJAK
Dan Menangkan Total Jackpot System Global Hingga Ratusan Juta Rupiah..100% PLAYER VS PLAYER..NO ROBOT..NO ADMIN

DISKON TOGEL:
2D : 29%
3D : 59%
4D : 56%

CASINO; BACARAT, DRAGON TIGER, KENO, NUMBER GAME dll

Contact Us:
YM : cs_agen558@yahoo.com
WA : +6281-2696-2889
BBM : 5591B4C3
Line : agen558.com
Facebook : http://www.facebook.com/@1AGEN558COM