* Diary Seorang Play Boy *

PahaDada

AGEN558.com – Weekend masih aja ada kuliah di jam pagi, ya pukul delapan pagi aku berangkat ke kampus dengan mobilku, singkat cerita waktu di pertigaan trafic light aku melihat wanita cantik yang berdiri di bahu jalan, aku tidak focus pada lampu trafic light tersebut saking fokusnya ke wanita itu tidak tahu bahwa lampu trafic light berwarna merah aku langsung injak pedal rem.

Dan brakkkkk suara dari belakang mobilku ternyata ada yang menabrak dari belakang aku turun dari mobil dan kaget marah karena bamper lecet dan penyok, aku hampiri sopir yang menabrak mobilku dan aku suruh keluar, dari kaca pintu aku melihat wanita yang mengemudikan mobilnya, dia keluar dengan perlahan aku melihat dari bawah dia memakai celana mini yang terlihat paha yang mulus dan halus.

Aku melihat keatas wajahnya cantik dan sexy, dia langsung mengucapkan kata maaf kepadaku dan juga memarahiku karena bilangnya berhenti mendadak, tapi mas gak usah kawatir karena aku akan ganti yang aku tabrak tadi, terus aku diberi no handphone atau kartu namanya dia juga menyuruh untuk pergi kebengkel langganannya. Dia amat tergesa gesa, untuk biaya aku yang ganti semua mas, bilangnya, karena sudah telat dia langsung masuk kedalam mobilnya dan bergegas pergi.

“mbak mbak bentar” waktu itu aku hanya diam karena kebaikan dia dan kecantikan dia membuat aku bisu dan bengong, aku tancap gas mobilku ke bengkel langgananya dan setelah masuk kebengkel aku pergi kekampus naik angkot, aku menunggu angkot lewat dan aku masuk dari belakang ternyata sudah penuh dengan penumpang, aku pindah ke depan dengan seorang cewek yang umurnya diatasku.

Dia juga ramah aku leper senyum dia juga membalas senyumku, wahhh cantik sekali yang berada disampingku ini, dia memakai jeans yang ketat jadi bentuk kakinya terlihat seksi, aku beranikan untuk bertanya “mbaknya mau kemana”
“Aku mau pergi kekampus mas”jawabnya
“lho mahasiswi rupanya, emangnya kampusnya mana mbak kalau boleh tau??”
“STIKI, Mas..”
“Lho.. STIKI, saya mahasiswa STIKI lho..?” jawabku.
“Jadi, Mas mahasiswa STIKI ya.?” tanyanya.
“Ya, ehmm.. Mbak juga mahasiswa STIKI ya..?” tanyaku lagi.
“Saya.. Bukan Mas. Saya di STIKI mengajar mata kuliah akuntansi..”
“Upss.. I didn’t Again. Jadi Mbak seorang dosen dan Mbak adalah dosen saya. Karena sekarang saya ke kampus ini karena ada mata kuliah akuntansi.”
“Oh ya, jadi Mas adalah mahasiswa saya dong.”
“Maaf Bu, saya tidak tahu kalau ibu adalah dosen saya.”
“Nggak apa-apa kok. Oh ya, siapa nama Mas..?” tanyanya padaku.
“Eee.. Bison Bu,” jawabku agak malu.
“Bagus ya namanya, sebagus orangnya..?” jawabnya menggoda.
“Akh.. Ibu bisa saja,” jawabku.
“Oh.. ya ibu sendiri siapa namanya..?” tanyaku.
“Lista..” jawabnya.
“Nama ibu begitu indah, secantik orangnya.”
“Akhh.. masa kamu jangan berlebihan, menurutku sih aku biasa-biasa saja.”
“Ibu jangan merendah begitu, saya jujur mengatakannya.. I Swear..”
“Aduh.. aku jadi tersanjung.”

PahaDada

Beberapa menit kemudian, sampailah kami di kampus. Aku jalan berdampingan dengan Ibu Lista. Tiba-tiba, tas yang dibawanya jatuh dan isinya berserakan kemana-mana.

“Biar saya saja Bu, Ibu jalan saja terus.”
“Terima kasih, Son kamu anak baik.”

Lalu, setelah selesai memasukkan semuanya ke dalam tas tersebut aku menyusul di belakangnya. Darahku jadi mendesir, aku melihat pantat Ibu Lista yang bulat dan panjang itu seperti tersembul dari balik celananya.

Lekuk tubuhnya yang aduhai membuatku terkesima. Setelah kita jalan berdampingan lagi, kuserahkan tas tadi padanya. Setelah itu.. “Bison aku ke kantor dulu ya, kamu masuk aja ke ruang 6.”
Aku berjalan menuju ruang 6, di situ teman-temanku sudah ngumpul semuanya. Henry salah satu temanku bertanya padaku
“Son, kamu tahu nggak kita punya teman baru.”
“Akh.. masa siapa namanya, Hen?”
“Eee.. kalau tidak salah namanya Geisha. Dia anaknya orang kaya lho. Dia sekarang ada di dalam bersama teman-teman.”

Aku langsung saja masuk ke dalam lalu kucari mana anak baru itu, nah itu pasti dia. ehmm.. Cantik juga orangnya. Lalu aku hampiri dia
“Halo anak baru, boleh kenalan nggak?”Dia melihatku
“Kamu pasti Bison, ya kan..? Cowok playboy yang terkenal itu kan.”
“Kok, tahu sih..?”
“Ya tahu dong, lihat aja “anu”-mu sudah berdiri dari tadi. Apa sih yang kamu lihat.?”
Memang aku jadi teransang melihat penampilan anak baru itu, celana jeans-nya yang ketat terus ditambah payudaranya yang segede gentong.

“Eee.. nggak punyaku memang gini kok dari tadi, nggak berdiri.”
“Alah, ngaku aja dech bilang aja kamu terangsang tubuhku, ya kan?”
“Oke dech, kali ini aku kalah. Boleh kenalan nggak..?”
“Geisha..” sambil mengulurkan tangannya padaku.
“Bison..” aku mengulurkan tanganku, lalu kita berjabat tangan. Ohh.. betapa halus tangannya, seandainya tangan ini dipakai untuk memegang dan mengelus penisku, betapa nikmatnya.
“Nah.. kan kambuh lagi dech. Baru pegang tangan aja udah bengong nggak karuan, dasar playboy edan.”
“Aduh, gitu aja marah. Sayang lho cantik-cantik hobinya marah, nanti ilang cantiknya lho.”
“Dasar sinting..”

Tiba-tiba dari arah pintu masuklah Ibu Lista, tapi betapa kagetnya aku, dia sekarang tidak memakai celana jeans lagi. Dia memakai rok mini, kakinya yang jenjang dan putih mulus itu membuatku tidak berkonsentrasi pada pelajaran yang dia berikan.

Waktu dia membalikkan badan saat menulis, aku tambah jadi nggak karuan, pantatnya yang bulat itu sepertinya menantangku untuk menjamahnya. Aku melihat dengan potongan tubuh yang aduhai itu, aku yakin Ibu Lista tidak memakai celana dalam. Saat dia membalikkan badannya lagi, aku melihat belahan payudaranya dari balik bajunya.

Sangat montok dan menggairahkan sekali. Setelah itu, dia memberi soal latihan agar dikerjakan. Aku tetap memandangnya tanpa berkedip. Mungkin karena curiga lalu dia menyuruhku maju ke depan untuk mengerjakan soal itu. Aku kaget dibuatnya, lalu aku bingung mencari jawaban soal itu dari teman-teman.

Tapi sebelum aku mendapat jawabannya, Ibu Lista memanggilku, “Bison ayo kerjakan soalnya.” Aku bingung tapi apa boleh buat, dengan tekad rawe-rawe rantas malang-malang putung aku maju ke depan. Aku berdiri di depan papan, aku diam dan tak bergerak. Beberapa saat kemudian, aku melirik Ibu Lista yang menatapku tajam sekali. Lalu..
“Bison, kamu bisa nggak mengerjakan soal itu?”
“Tidak bisa Bu?” kataku terus terang.
“Baiklah, kamu sekarang kembali ke tempatmu..”
Setelah kuliah selesai, aku melangkah keluar tapi sebelum mendekati pintu.
“Bison coba kemari sebentar, ibu ada perlu sama kamu.”
“Ya, Bu..” jawabku lirih.
“Kenapa kamu tadi, kayaknya kamu nggak konsentrasi dengan kuliah yang Ibu berikan, apa Ibu terlalu cepat?”
“Tidak Bu, itu semua salah saya. Karena.. anu.. Bu..”
“Karena apa Son, ayo terus terang saja Ibu bisa mengerti kok..”
“Bolehkah, Bison berterus terang sama Ibu..”
“Silakan saja, Ibu akan mendengar semua ucapanmu.”
“Eee.. begini Bu sebetulnya saya tidak bisa berkonsentrasi dikarenakan oleh Ibu sendiri.”
“Lho, saya. Apa salah saya hingga kamu tidak bisa berkonsentrasi saat kuliah tadi.”
“Ibu kan tahu saya di sini terkenal dengan cowok playboy, nah biasanya cowok demikian itu dianugerahi mata yang sehat, tajam dan liar. Saya sebelumnya minta maaf sama Ibu kalau nanti ucapan saya ini akan menyinggung perasaan ibu. Sejak Ibu masuk dalam ruangan ini, Ibu telah membuat saya jadi tidak karuan.”
“Coba jelaskan lebih rinci lagi Son, agar Ibu mengerti..”
“Saya tahu Ibu tidak memakai BH dan CD. Hingga saya bisa melihat onderdil milik Ibu. Mulai dari ujung rambut sampai ujung jempol kaki Ibu.”
“Aduh.. Son kamu lancang sekali. Tapi kamu tahu darimana kalau ibu tidak memakai BH dan CD.”
“Saya tahu, Ibu ini orangnya sangat haus akan seks, Ibu coba memperlihatkan aurat Ibu kepada semua cowok yang melihat Ibu. Agar mereka jadi teransang dan tujuan Ibu dapat terlaksana.”
“Ya ampun Son, aku tidak mempunyai maksud tertentu.”
“Tapi dengan bukti yang sudah saya jelaskan tadi itu apa belum membuat Ibu jadi berterus-terang dan bertanggung jawab atas kejadian tadi.”
“Apa Son, aku harus bertanggung jawab. Tidak.. tidak kamu tidak bisa memaksa ibu untuk bertanggung jawab atas kejadian tadi.”
“Kalau ibu tidak mau bertanggung jawab, maka saya akan melaporkan kepada rektor kalau ibu mengajar dengan pakaian yang tidak pantas untuk dilihat.”
“Baiklah Son, sekarang apa maumu. Ibu akan menuruti semua keinginanmu asalkan kamu tidak melaporkan hal ini ke rektor.”
“Ibu coba menyuap saya. Saya sebetulnya tidak akan menuruti permintaan ibu tapi karena ‘adik kecil’ saya membutuhkan pasangannya maka saya setuju saja. Ibu harus memuaskan ‘adik kecil’ saya, OK”.
Lalu, kami berdua menuju ke kamar mandi khusus dosen. Ruangannya cukup luas dan harum baunya. Setelah itu, aku bertanya kepadanya, “Bagaimana Bu? Kira-kira Ibu sudah siap tempur belum?”
“Ayolah. Apa sebaiknya kita langsung telanjang bulat aja?”
“OK, deh.” jawab Ibu Lista dengan agak tersenyum malu.
Akhirnya kita berdua mulai melepas pakaian satu-persatu dan akhirnya poloslah semua. Bulu kemaluan Ibu Lista bentuknya lurus dan tertata dengan bentuk segitiga ke arah bawah, ya mirip “punya”nya Asia Carrera bintang BF itu lho. Lalu aku menyentuh payudaranya yang montok dan besarnya minta ampun, sampai-sampai tanganku tidak muat.

Kujilati kedua putingnya yang berwarna agak kemerah-merahan, rasanya enak juga. Lalu kujilati secara keseluruhan payudaranya. Ibu Lista nampak terangsang dan napasnya mulai memburu. “Ohh.. enak.. teruss.. Sonn..?”

PahaDada

Aku kemudian memohon Ibu Lista untuk duduk di bawah serta menelentangkan badannya dan langsung dia kangkangkan kedua kakinya dan terlihatlah memek Ibu Lista yang masih OK punya. Aku mulai mendekatkan wajahku ke memeknya.

Ibu Lista merasakan sesuatu yang agak basah menyentuh memeknya. Ibu Lista mengangkat kepalanya dan dia melihatku mulai berani menyentuh-nyentuhkan ujung lidahku ke memeknya. “Terus.. terus.. Son.. ohh.. I feel so good.. ohh.!” Ibu Lista mulai terangsang. “Ehmm.. mmh.. oohh.. ooh nikmat sekali.

Sedaap..” Terasa semakin lincah gerakan lidahku, Ibu Lista mengangkat kepalanya lagi dan melihatku sudah mulai tenggelam dalam kenikmatan, lama-kelamaan semakin enak. Ibu Lista merintih nikmat, “Ehmm.. hhmmh.. ouw.. aah.. aah.. uuh..uuh.. terus.. Teruus..” Bibir memek Ibu Lista terasa dikulum oleh bibir mulutku. “Emm.. hhmm.. enaknya..” Kemudian aku menyisipkan lidahku ke dalam memeknya. Kutekan lidahku ke lubang di antara bibir memeknya.

“Aaahh.. aakh!” Ibu Lista mulai naik dan terasa lubang memeknya semakin hangat, lendir memeknya sudah banyak yang keluar. Akhirnya dia pun mencapai klimaks merintih, “Aaahh.. aahh..”
“Bagaimana rasanya Bu, ngetop nggak?”
“Aduhh.. Son sungguh luar biasa, kamu memang seorang cowok sejati. Tidak rugi kamu dijuluki Playboy. Sudah berapa cewek yang sudah takluk sama kamu..?”
“Ehhmm.. kira-kira yang kesekian-sekian.. itu rahasia saya.. kalau ibu sendiri ini sudah yang keberapa?”
“Idihh.. kamu nakal dech?”
Setelah itu..
“Ibu udah baik kan, sekarang giliran Ibu, ok?”

Segera saja Ibu Lista membungkuk, melahap penisku yang sudah tegang itu. Kepalanya naik turun nikmatnya, Ibu Lista memainkan lidahnya di leher penisku. “Oohh..” sedapnya lidah itu mengkilik-kilik leher dan kepala ‘NAZI’-ku. Nikmatnya bibir itu turun naik menelusuri seluruh batang penisku. Kepala Ibu Lista turun naik mengulum penisku.

Ibu Lista memang pintar berimprovisasi. Kelihatannya ia sudah biasa ber-oral sex. Lidahnya tak melewatkan seinci pun batang penisku. Kadang ditelusuri dari ujung ke pangkal, kadang berhenti agak lama di “leher”.

Kadang bibirnya berperan sebagai “bibir” bawahnya, menjepit sambil naik-turun. Terkadang nakal dengan sedikit menggigit! Aku bebas saja mendesah, melenguh, atau bahkan menjerit kecil, “Oohh..” Gerakan kepalanya memang cepat. Aku menuju puncak. Ibu Lista makin cepat. Sebentar lagi.. hampir..!
Ibu Lista mempercepat lagi, sampai berbunyi dan.. “Croott..” Kusemprotkan laharku ke dalam mulut Ibu Lista.
“Ohh..” lalu Ibu Lista menyuruhku tidur terlentang, penisku yang panjang menegang ke atas. Ibu Lista tanpa ragu-ragu segera mengangkangiku dan menyodorkan memeknya ke mulutku. Aku kegirangan dan segera menjilatinya dengan rakus sampai berbunyi cipak-cipuk.

Ibu Lista pun keenakan sambil menyosor-nyosorkan memeknya ke mulutku agar lidahku lebih masuk ke dalamnya. Aku semakin gigih menyedot cairan memek Ibu Lista. Setelah itu, ia bangkit lalu dikangkanginya lagi kakinya terus segera setelah mengarahkan penisku tepat di bawah memeknya, Ibu Lista mulai beraksi.

PahaDada

Bertepatan dengan anjloknya tubuhnya ke bawah, penisku pun langsung tertelan seluruhnya dalam memeknya. Aku tidak mau berdiam diri saja. Segera kuputar-putar penisku di dalam lubang memek Ibu Lista.

Sementara itu Ibu Lista ikut mengimbangi dengan menaik-turunkan sembari memutar-mutar pantatnya yang semok itu. Kami berdua semakin lama semakin mempercepat tempo gerakan kami. Tanganku ikut ambil bagian, meremas-remas susu Ibu Lista dengan gemasnya.
Beberapa menit kemudian, Ibu Lista melenguh keras, “Aahh..” Rupanya dia mengalami orgasme, berbarengan dengan penisku memuntahkan air “lahar” masuk ke dalam memek Ibu Lista. Akhirnya dengan tubuh bermandikan keringat yang mengalir deras, terus kami membersihkan badan. Aku cepat-cepat keluar dari WC itu setelah aku memakai pakaianku, setelah itu menyusul Ibu Lista.

“Ibu, nanti nggak usah naik angkot. Kita naik mobil saya aja. Nanti ibu saya antar pulang..?”
“Lho.. kamu tadi kan berangkatnya naik angkot, kok sekarang naik mobil?”
“Tadi pagi mobil saya masuk bengkel, terus tadi saya sudah pesan sama montirnya kalau sudah selesai, saya suruh antar ke sini dan kuncinya dititipkan ke satpam. Ibu, tunggu sebentar di sini saya akan ambil mobil dulu..”
“Jangan lama-lama ya Son, nanti kulit Ibu yang putih dan mulus ini terbakar kena panas matahari.”
“Sebentar kok Bu, I Swear, ok..”

Lalu, aku bergegas ke tempat parkir. Setelah itu kuantar Ibu Lista. Sesampai di rumahnya.
“Udah ya Son.. Ibu masuk dulu. Kapan-kapan kamu harus mampir dan wajib menginap di sini, soalnya Ibu sendirian sih. Nanti ada perampok terus Ibu diperkosa gimana, dan kalau Ibu kedinginan di waktu malam siapa dong bisa menghangatkan tubuh Ibu.. nggak ada kan.. jadi kapan pun kamu mau, kamu boleh tinggal di sini. Udah ya, cuupp..” katanya sambil ngecup bibirku.

“Tentu Bu, Bison kapan-kapan akan ke sini dan Ibu tidak perlu takut akan hal-hal tadi, ok..”
Setelah dia turun, aku langsung tancap gas. Waktu dalam perjalanan, aku teringat cewek yang menabrakku tadi pagi, terus kupikir bagaimana kalau aku menemuinya. Tapi dimana ya kantornya..? Terus aku ingat dengan kartu namanya, di situ tertulis namanya Dini dan alamat kantornya. Langsung aku menuju ke kantor yang tertera di kartu nama itu.

Sesampainya di situ aku memarkir mobilku, dari jauh kulihat mobilnya yang menabrak mobilku tadi. Aku masuk dan menanyakan apa dia ada di tempat atau tidak. Resepsionis mengatakan bahwa dia masih berada di kantin kantor.

Lalu kulihat jam tanganku, dan benar juga ini waktunya makan siang. Aku menuju ke kantin yang berada di sebelah kantor itu. Aku melihat sekeliling dan kulihat dia sedang makan dengan lahapnya. Kuhampiri dia, pada saat dia mengangkat wajahnya, dia kaget melihat kedatanganku.

PahaDada

“Halloo.. Mbak yang cantik dan baik hati gimana kabarnya siang ini. Tentu baik saja bukan, nah sekarang bolehkah saya yang hina ini duduk menemani Mbak makan.” kataku lancang.
“Ehhmm.. kalau saya tidak salah lihat Mas ini yang tadi pagi mobilnya saya tabrak ya kan?”
“Ya.. itu betul sekali. Dan kalau Mbak bersedia, saya juga mau lho ditabrak sama Mbak.. becanda lho Mbak.” Dia kaget hingga tersendak..
“Akhh.. Mas ini bisa aja. Oh ya Mas, bagaimana mobilnya apa sudah beres?”
“Bagaimana tidak beres, lha yang ngurus aja ceweknya cantik, baik dan ‘big boss’ lagi.”
Dia ketawa mendengar ucapanku.
“Mas ini orangnya lucu juga ya..”
“Tergantung situasinya Mbak, kalau situasinya mengharuskan saya melucu ya saya akan jadi lucu seperti anak kecil. Tapi kalau saya lagi serius, Mbak pasti takut dengan saya.. bener lho Mbak.. Oh ya, kita kan masih belum tahu nama kita masing-masing, saya Bison..”
“Saya Dini Mas.. Saya boleh nggak panggil Bison saja..?”
“Tentu boleh Mbak, soalnya saya menduga Mbak pasti lebih tua dari saya.”
“Saya lebih tua dari Mas, akh masa sih. Emangnya Mas Bison umurnya berapa sih..?”
“Umur saya 22 tahun 11 bulan 11 hari 12 jam 30 menit 10 detik.. Begicu Mbak..”
“Oh my god.. jadi Bison masih kuliah atau..”
“Ya Mbak saya memang masih kuliah. Mbak sendiri umurnya berapa?”
“Umurku sekarang, akh.. jangan dech.. kamu nanti kaget lho..”
“Nggak pa-pa Mbak, saya ini orangnya sabar kok.. jadi nggak mungkin saya menghina Mbak berapapun usia Mbak..”
“Eee.. Umurku sekarang 7 tahun lebih tua dari kamu..?”
“Jadi sekarang usia Mbak sudah menginjak kepala tiga.. Ohh..?”
“Kenapa emangnya Son, kamu kecewa ya, soalnya usia Mbak sudah tua..?”
“Nggak Mbak, bukan begitu maksud saya. Saya merasa nggak percaya bila Mbak usianya sudah kepala tiga.”
“Lho, emangnya kenapa Son denganku.. aku jadi nggak ngerti?”
“Kalau boleh saya tanya, apa Mbak sekarang sudah menikah.. gicu ganti.. roger.?”
“Haa.. haa.. haa.. pertanyaan kamu kok menjurus kesitu sih, tapi nggak apa-apa lah.. Saya sampai sekarang memang belum menikah..”
“Ohh.. Jadi Mbak masih ‘perawan’ oh my god..”
“Son, kamu nakal dech.. emangnya kalau saya masih ‘perawan’ mau kamu apakan aku..?”
“Akhh.. cuman becanda kok Mbak. Kenapa Mbak sampai sekarang belum menikah.. kan Mbak sudah punya segalanya.. uang ada, rumah besar, mobil Mercy, dan yang paling penting Mbak itu orangnya cantik, bodynya semok dan mulus.. maaf lho Mbak..?”
“Kamu mirip wartawan aja Son. Saya belum menikah dikarenakan ya memang jodoh saya belum datang.. that’s all.”
“Kalau misalnya saya ingin jadi ‘pasangan’ Mbak gimana, setuju nggak..?”
“Aduhh.. kamu lancang sekali ya. Udah akhh.. kamu jangan becanda terus.”
“Kalau misalnya Mbak suka sama saya ‘luar dalam’, saya serius dengan ucapan saya tadi lho..”
“Memangnya kamu belum punya pacar?”
“Saya memang sudah punya pacar Mbak. Tapi kan seperti kata pepatah, Sebelum janur kuning melengkung, itu berarti masih ada kesempatan.. ya kan Mbak?”
“Ya itu wajar saja. Tapi apa yang membuat kamu suka sama saya, padahal pacar kamu itu kan masih muda. Ya meskipun aku dan pacar kamu itu statusnya masih ‘perawan’ tapi tentu punya pacar kamu jauh lebih enak dari punyaku.. ya kan?”
“Ohh. jadi benar Mbak masih perawan. ohh.. betapa bahagianya diriku. ohh.. uppss.. ee.. begini Mbak saya suka sama Mbak bukan hanya dari segi sex aja, tapi terus terang Mbak itu orangnya kalem, baik, bertanggung jawab dan romantis. Wuih selangit dech..”
“Bison, kamu memang hebat sekali, aku sangat ‘tersanjung’ dengan pujianmu dan aku jadi ‘terpikat’ dengan kamu. Sebetulnya pada waktu bertemu di perempatan jalan tadi pagi itu. Aku memang tertarik dengan kamu Son..”
“Jadi gimana Mbak, lamaran saya diterima atau Mbak tolak.”
“Terus bagaimana nanti dengan pacar kamu?”
“Aduh.. gimana ya Mbak, saya jadi bingung nich?”
“Begini aja Son, dia jangan kamu putusin, ya..”
“Lho, terus bagaimana dengan hubungan kita Mbak..?”
“Hubungan kita masih terus berlanjut. Eee.. begini maksudku, kamu bilang sama dia kalau dia harus mau jadi ‘isteri ke-2’ setelah aku. Aku nggak mau dia kecewa karena kamu putusin..”
“Jadi maksud Mbak, saya harus kawin dengan kalian berdua?” kataku jadi pusing 1001 keliling.
“Emangnya kenapa, bukankah nanti kamu kan senang punya isteri 2, sama-sama perawan lagi.. gimana Son?”
“Tapi apa saya sanggup punya isteri 2?”
“Saya yakin kamu pasti sanggup melakukan kewajibanmu. Untuk membuktikan kata-kataku kamu sekarang ikut aku ke ruanganku.. ayo Son..” katanya sambil menarik tanganku.

Setelah aku berada di ruangannya, dia memberi pesan pada sekretarisnya kalau dia dalam 1 jam ini jangan diganggu. Setelah itu, dia langsung mencium bibirku, aku membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Setelah kira-kira 5 menit bercumbu, mulai tanganku meraba dan meremas dadanya yang montok.

Dia pasrah dengan apa sedang kulakukan padanya, karena mungkin dia belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tanganku masuk ke dalam bajunya dan mulai memainkan puting payudaranya, lalu aku mulai menyingkapkan baju dan melepaskan roknya hingga dia tinggal mengenakan BH dan CD saja. Lalu dia membantuku membuka baju dan celanaku, sehingga aku hanya mengenakan CD saja. Tampak jelas penisku sudah tegang di balik CD-ku.

Aku memegang tangannya dan menuntun tangannya ke dalam CD-ku. Setelah itu dia mulai membuka CD-ku, tampak jelas penisku yang sudah membesar dan menegang. Mungkin karena dia baru sekali itu melihat kemaluan cowok secara langsung dia kaget tapi juga geli melihat penisku. Dia terpana melihat penisku, lalu aku mulai melepas BH dan CD-nya.

Setelah itu badanku mulai menindih badannya di atas meja kerjanya dan aku mulai menjilati puting payudaranya sampai dia menggeliat keenakan, aku melihat memeknya sudah basah kuyup, aku telah membuatnya benar-benar terangsang.

PahaDada

tanganku mulai meraba bibir memeknya dan mulai memainkan klitorisnya. Aku membuatnya benar-benar terangsang dan tidak bisa berbuat apa-apa selain mendesah dan menggeliat di atas meja. Cukup lama aku memainkan tanganku di memeknya, lalu aku mulai menjilati bibir bagian bawah memeknya dengan nafsuku yang memburu, tangan kananku masih memainkan klitorisnya.

Kira-kira 5 menit kemudian, aku melihat badannya meregang dan aku merasakan cairan hangatnya mengalir dari liang memeknya itu, aku tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai hanya air liurku membasahi memeknya itu. Badannya terasa lemas sekali lalu aku duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahnya yang sudah basah bermandikan keringat.

Aku berkata padanya sambil tersenyum, “Bagaimana Mbak enak nggak?”
“Aduhh.. Son kamu sungguh hebat.. ohh.. kamu membuatku melayang sampai ke langit.. ohh..”

Lalu, dia jongkok di hadapanku dan mulai mengelus-ngelus penisku, sambil sesekali menjilati dan menciumi penisku yang semakin menegang. Aku jadi terangsang, aku meregangkan badan ke belakang sambil mengeluarkan suara-suara kenikmatan.

Lalu tak berapa lama kemudian dia memegang pangkal penisku dan mulai mengarahkannya masuk ke dalam mulutnya, aku merasakan ujung penisku itu menyentuh dinding tenggorokannya ketika hampir semua bagian batang penisku masuk ke dalam mulutnya, terus dia mulai memainkan penisku di dalam mulutnya, terasa benar penisku mulai mengeluarkan cairan basah tanda kalau aku sudah benar-benar terangsang padanya.

Badanku sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang-goyang keras sambil ia berkata, “Aaarghh.. aku udah nggak tahan lagi nih Mbak.. aku mau keluarr..”

Dia tidak mendengarkan omonganku, ia masih saja terus memainkan penisku, sampai cairanku yang hangat kental putih dan asin muncrat dari lubang penisku, dia langsung mengeluarkan penisku itu dan seperti kesetanan dia malah menelan cairan spermaku terus menghisap penisku sampai cairan spermaku benar-benar habis. Dia lalu duduk sebentar di kursi, dan memperhatikan aku yang tiduran di meja kerjanya sambil mencoba memelankan irama nafasku yang terengah-engah itu.

Dia hanya tersenyum padaku, lalu aku bangun dan menghampirinya, aku tersenyum padanya. Cukup lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat. “Mbak sungguh cantik dan baik banget pada Bison.” kataku tiba-tiba.
Dia hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirku. Aku membalas dengan nafsu sambil memasukkan tanganku ke dalam lubang memeknya, cukup lama kami bercumbu lalu..
“Mbak.. boleh nggak Bison ehmm.. itu.. tu.. itu..”
“Itu apa Son?” tanyanya.
“Itu.. masa Mbak nggak tau sih?” balasku lagi.
Sebelum dia menjawab, aku merasakan kepala batang penisku sudah menyentuh bibir memeknya. Lalu.. “Crestt.. creest..” terasa ada yang terobek dalam memeknya dan sedikit darah keluar kemudian aku berkata, “Mbak benar-benar masih perawan!”

Dia hanya bisa tersenyum dan mungkin merasakan sedikit perih di memeknya yang terasa agak serat waktu setengah penisku masuk ke memeknya. Kugerak-gerakan perlahan batang penisku yang besar tapi setelah agak lama entah mengapa dia lalu tertawa kecil, mungkin merasakan geli, enak dan nikmat ketika aku mulai menggoyangkan badanku maju mundur pelan dan sepertinya dia tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan.

Kemudian semakin cepat saja aku memainkan jurus ‘Terjangan Dewa Cinta’-nya yang maju mundur, sesekali menggoyangkan pinggulku kekiri kekanan dan kupuntir-puntir putingnya yang berwarna pink. Aku membuatnya menggelepar-gelepar seperti ayam baru disembelih.

Keringat sudah membasahi badan kita berdua, kusadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tapi kurasa kemungkinannya kecil karena dia tadi sudah berpesan kepada sekretarisnya kalau dalam 1 jam ini jangan diganggu.

“Ahh.. ahh.. ahh..” dia mendesah dengan suara kecil karena takut kedengarann orang lain. Cukup lama juga aku bermain dengannya sungguh luar biasa kekuatan Mbak Dini, biasanya aku hanya membutuhkan waktu sebentar untuk meng-KO cewek. “Ahh.. awww.. awww..” dia kegelian dalam lubang memeknya dan kemudian tak tertahankan, tiba-tiba kurasakan sesuatu.

Ya.. cairan hangat kurasakan muncrat dari dalam memeknya dan membasahi penisku yang terus keluar masuk sarangnya. Badannya menggeliat dan mengejang. Kututup mulutnya, karena aku takut kalau dia mendesah terlalu keras.

Meja kerjanya itu bergoyang-goyang karena ulah kita berdua. Aku berusaha untuk mencapai puncak organsmeku, lalu aku duduk di kursi kerjanya dan menyuruhnya untuk duduk di penisku. Dia menurut saja dan pelan-pelan dia menurunkan badannya terus duduk di penisku. Aku memegang pinggulnya dan menaik-turunkan badannya yang basah.

Dia mendesah-desah dan aku semakin semangat menaik-turunkan dirinya. Lalu badanku mengejang dan berkata, “Mbak aku mau keluarr..” dia malah memacu gerakan tubuhnya naik turun agar aku bisa juga mencapai klimaksnya.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

PahaDada

Tapi lama aku mengeluarkan penisku dari memeknya dan aku mendesah panjang, “Ahh.. Mbak.. aku keluar.. ohh..” Air maniku kececeran di lantai dan sebagian ada yang ke meja. Lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan.

Aku melontarkan pertanyaanku mba menyesal gak perbuatan tadi?? Dia menggelengkan kepala. Dia berkata suatu saat kita juga akan menikah, dengan sambil dia memeluk tubuhku dan tak terasa kami terhanyut dalam kelelahan sampai tidur.


agen558-2

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER | TOGEL | CASINO

*Malam Indah Bersama Mama*

PahaDada

AGEN558.com – Namaku Anton, umur 17 thn. aku seorang pelajar sma di Kota Surabaya. Aku anak semata wayang di keluargaku, kadang merasa sepi karena tdk mempunyai saudara. Bapakku kerja di salah satu rumah sakit di Surabaya, dan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Aku ingin menceritakan pengalamanku dgn Mama, usia Ibuku 37 thn, dia adalah ibu terbaik di dunia ini. Di usia ibuku yg 37 thn dia masih terlihat cantik.

Awalanya aku nggak ada pikiran melakukan hal gila kepada ibu kandungku, semua bermula ketika aku nggak sengaja melihat ibuku sedang mandi, waktu itu pulang lebih cepat dari hari-hari biasanya karena guruku di sekolah ada rapat. Mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dgn rapat. ketika melihat pintu kamar mandi yg sedikit kebuka jadi muncul pikiran utk mengintip ibuku yg sedang mandi. tubuh ibuku yg putih mulus dan buah dada yg besar serta bokong yg montok membuat penisku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yg gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yg lagi asik mandi pun terkejut.

“Anton, kamu ngapain??” tanya ibu dgn ekspresi bingung.
“enggak Ma, ini tadi ada tikus trus mau Anton usir” karna bingung jadi aku asal menjawab.

Kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yg seksi itu, aku pun coli dgn membayangkan tubuh telanjang ibu yg kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku.

“Anton… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah..
aku pun langsung turun utk makan siang, karna tenagaku habis utk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yg mengagetkanku.

“Anton tadi km ngapain d kamar mandi pas Mama lagi mandi ? km ngintip Mama ya?” tanya ibu padaku. mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak.
“uhuk,, nggak kog Ma, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau Anton usir,eh Anton malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan.
“kamu tuh pinter cari alasan, sebernya tadi km ngintip Mama mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yg leibih keras.
“iya Anton tadi ngintip Mama lagi mandi” jawabku dgn perasaan takut.
“km nakal ya.. berani ngintip Mama mandi”
“abisnya Mama sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan Mama lagi mandi” jawabku.
“ya kan tadi Mama kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku.
“iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet”
“lain kali jngan ngintip Mama lagi ya” jelas ibuku
“iya Ma, oya Ma tadi itu tubuh Mama seksi bnget” sindirku kepada ibuku.
“heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku.
“yeee Mama, aku udah 17 tahun kali Ma, udah gede” jawabku dgn cemberut.
“oohh anak Mama ternyata sekarang udah besar ya…… udah tau yg seksi-seksi”
“hehehehe…. iya dong Ma’’

agen558-2

PahaDada

Setelah selesai makan akupun keluar karna sdh ada janji dgn temanku utk menemaninya membeli kaset DVD dan aku jg membeli satu. Setiap malam aku selalu menyempatkan diri utk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dgn kaset DVD yg baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yg sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”.
Aku pun berfikir utk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku utk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yg sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku.

“Ma, Mama…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku.
“sebentar Anton, Mama lagi ganti baju” jawab ibuku.
Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya.
“ada apa?” tanya ibuku.
“ini, Anton baru beli film horor Ma, mau gak nonton bareng sama Anton?” jawabku
“iya boleh, sini nonton bareng sama Mama” jawab ibuku

Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yg ada di kamar ibuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di samping ibu. Kami berdua asik menonton film yg sangat-sangat tdk menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yg mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu.

“iiihh… Mama kog ketawa sih.” Kataku dgn agak kesal
“kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil.
“Mama kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku
“ya udah, sini duduk di depan Mama, biar Mama peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku utk duduk di depanya.
“apaan sih Ma, kayak anak kecil aja” jawabku dgn sedikit kesal.
“udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe”

Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanggat, sdh lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yg besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yg aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yg putih mulus karena tdk tertutupi piyama yg ibuku pakai.

Aku jadi tdk konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yg sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yg putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tp tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku.

“Anton.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku
“paha Mama halus, jadi enak kalau di elus-elus” jawabku

Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tpi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yg mulus itu. Di tambah lagi ada adegan panas di film horor tersebut yg membuat pikiranku membayangkan hal-hal yg bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku.

“anak kecil gak boleh ngelihat yg kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku.
“apaan sih Ma, aku kan udah besar Ma.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku.
“kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku.
“udah dong Ma”jwabku.
“hahahahahahaha”
‘’kog Mama malah ketawa sih?” tanyaku
“gak apa-apa. Itu berarti anak Mama udah besar, udah tau yg kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yg kami tonton.
“tp jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku.
“iya Ma. Kataku

PahaDada

Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yg besar yg menempel di punggungku membuat penisku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yg indah itu.

“Ma, susu Mama kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil
“hahaha, kamu nih Anton bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil.
“tp susu mama beneran besar, tersa banget di punggung Anton’’
“Anton mau pegang susu Mama?” tanya mamaku
Aku kaget mendengar apa yg barusan di katakan ibu kepadaku.
“beneran Ma boleh pegang?” tanyaku utk memastikan.
‘’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku
“ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi.
“mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi
“i iya Ma, mau”

Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yg sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat penisku semakin tegang..

“Ma, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu Mama’’pintaku
Ibuku tdk menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yg indah itu terlihat dgn jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku jg terlihat menikmatinya, aku gak nygka bakalan bisa merasakan hal yg seperti ini.

‘’Anton..”panggil ibuku
“iya Ma” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku.
“kamu boleh kog nyusu sama Mama lagi kalau kamu mau” katamama.

Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sdh seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya.

“beneran Ma?” tanyaku lagi
“iya sayang” kata ibuku

Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yg berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu

“oohh… Anton… trus sayang. Trus…”
“iya Ma. Iya, susu Mama enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku

Tanganku yg satunya pun sepertinya tdk sepertinya jg tdk mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yg kiri utk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yg lembab dan lengket, mungkin itu cairan yg keluar dari dalam Meqi ibuku.

PahaDada

“Anton!! “ triak ibuku
“iya Ma, maaf Ma” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari Meqi ibuku.
“gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa”
“iya Ma” aku pun meruskan aksiku memegangi Meqi ibuku
‘’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam Meqi Mama”

Aku menuruti permintaan Mama dan memasukan jariku kedalam Meqinya, sambil terus menjilati punting susu ibuku.

“Ma, boleh gak Anton cium bibir Mama” tanyaku
“boleh sayang.”kata ibu

Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yg handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tdk ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dgn penuh semangat dan nafsu. Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku.

“sayang, kamu mau gak puasin Mama malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, Mama ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku
Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan penisku semakin tegang dan mengeras.
“iya Ma, Anton mau muasin Mama malam ini, Anton akan berikan yg terbaik utk amamh dan Mama pasti akan puas.” Jawabku.

Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yg putih mulus dan sexi yg aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dgn jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini. Dua buah susu yg menggantung dan Meqi tembem yg di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi.

Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi Meqi ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe.

“oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku.
“sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku.
“hehehe. Iya Ma” jawabku sambil nyengir.
“enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yg kenceng sayang” kata ibu

PahaDada

Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam Meqinya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan penisku kedalam Meqinya yg tembem itu.

“Ma, emutin penisnya Anton dong” pintaku
“iya sayang, sini Mama emutin” jawab ibuku
Kemudian aku membuka baju dan celanaku, penisku yg selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku.
“penis kamu besar banget Anton, penis papah aja kalah, hehe” kata ibuku
“iya Ma, dgn penis ini Anton akan puasin Mama” balasku

Kemudian ibu langsung menjilati ujung penisku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan penisku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tp dia gak mau ngemuti penisku, rasanya sungguh nikmat,
“ahh. Enak Ma, sambil d kocok Ma penisku” kataku
“iya sayang” balas ibuku

Ibuku pun melakukan apa yg aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong penis, mungkin karna sering melakukanya dgn papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti penisku yg lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar penis orang barat. Hehe

‘’sayang masukin dong penis kamu ke Meqi Mama, Mama udah gak tahan sayang” pinta ibuku.
“iya Ma, Anton masukin”jawabku

Aku pun mundur sedikit kebelakang, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka (mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa). Aku mulai memainkan penisku, aku tepuk-tepukkan penisku keMeqi Mama, aku gesek gesekan penisku ke klitorinya, Mama semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah.

“sayang cepetan di masukin, jngan buat Mama menunggu lama sayang” kata ibuku
Aku pun memasukkan penisku ke Meqi ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tp Meqinya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap Meqi nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya penisku pun bisa masuk kedalam Meqi , ibuku, rasa hangat yg menyelimuti kontoku, rasa basah becek yg aku rasakan ketika penisku masuk kedalam Meqi ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yg sangat besar itu .

“ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yg kenceng sayang, yg kenceng ahhhh. “ desahan yg sangat erotis membuatku semakin bersemangat.
PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika penisku beradu dgn Meqi ibu.
“Ma enak gak Ma, nikmat gak Ma, mama puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot Meqi ibu.
“aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin Mama trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah.
“iya Ma, malam ini akan menjadi malam terindah utk Mama, Anton akan puasin Mama sampai maksimal” kataku

Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu utk bertukar posisi. Kali ini aku minta posis WOT.

“Ma capek nih, tukar posisi dong, Mama diatas ya, gantian Mama yg genjot”kataku
“iya sayang.”kata ibu

Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yg gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan penisku kedalah Meqinya.

“aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot.
“enak Ma, terusin Ma. Enak” kataku
Mama sangat bersemangat, dia menggenjot penisku dgn penuh nafsu.
“enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bener-bener pinter muasin Mama sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah.
“iya dong Ma, kan Anton udah janji akan muasin Mama malam ini”

PahaDada

Sdh sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum jg mencapai puncak, ternyata ibuku jg tahan berlama-lama. Mungkin dia tdk ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dgn cepat begitupun aku, aku berusah utk tetap tahan dan tdk keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati Meqi ibu yg tembem nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya. Karna ibu terlihat sdh capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu di bawah dan aku yg menggenjot. Kali ini penisku bisa masuk dgn mudah ke dalam Meqi ibu karna Meqi ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yg keluar dari dalam Meqi ibu

“sayang, genjot yg cepet sayang.aaaaaaahhhh.. trus sayang, bentar lagi Mama mau kluar” kata Mama sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini
“iya Ma, Anton jg udah mau keluar.” Kataku
Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme
“Mama keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sdh keluar, tangannya mencengkram bantal yg ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat.

Semprotan cairan dalam Meqi Mama menerpa penisku, begitu hangat dan nikmat membuatku jg sampai ke puncak permainan

“Ma Anton mau keluar jg nih, Anton keluarin di dalam Meqi Mama ya” kataku
“iya sayang keluarin, keluarin di dalam Meqi Mama yg banyak sayang” kata ibu
“Ma aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh”

Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam Meqi Mama dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam Meqi. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam Meqinya. Aku pun menarik keluar penisku dan ketika aku menarik keluar penisku mengalir sedikit lelehan spermaku yg aku keluarkan di dalam Meqi ibuku. Ibu terkapar lemas dgn nafas berat dan terengah-engah. Aku jg terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dgn lembut dan dia jg membalas ciumanku dgn lembut jg.

“makasih ya sayang, Mama bener-bener puas malam ini” kata ibuku
“iya Ma, Anton jg puas banget” jawabku.
AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

PahaDada

Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu jg memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yg kami tonton sdh berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yg kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku.

“Anton..” panggil ibuku
“iya Ma” jawabku sambil menoleh ke arah ibu
“kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku
“iya Ma, Anton janji akan jaga rahasia” kata ku
“makasih sayang, Mama puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss byee

Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir
“kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sdh lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yg penting malam ini aku puas dan menjadi malam terbaiku…


agen558-2

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER | TOGEL | CASINO


PahaDada    PahaDada

” Goyangan Janda Muda”

PahaDada

 

AGEN558.com – Sebut saja namaku Irfan, disini asaya akan menceritakan kisah sex dan kenangan terindah ketika aku bercinta dengan janda cantik, muda dan beranak 1. Janda yang bercinta denganku ini, bisa menjanda karena dia diceraikan suaminya sekitar 2 tahun yang lalu. Mungkin Karena dia dia agak sedikit trauma dengan rumah tangganya yang dulu, hingga saat ini masih single.

Janda ini menjalani kehidupanya dengan anaknya laki- lakinya yang baru berusia 6 tahun. Sebut saja namanya Irma, usia dia berusia 29 Tahun, mempunyai tinggi 162 cm, berat badan 52 kg, berpinggang seksi. Selain itu Irma ini juga mempunyai buah dada yang aduhai dan pantat yang menukik ke atas.

Kalau sepintas melihat, tidak menyangka bahwa dia adalah seorang janda. Sekilas seperti ABG yang berusia 17 tahun. Saya memanggilnya dengan sebutan Mba’ Irma, karena masih muda dan masih terlihat seksi. Awal mula saya bertemu Mba’ Irma, ketika dia makan siang dengan teman 1 kantor saya yang bernama Fira.

Ketika itu Fira mengajak Mba’ Irma makan siang di tempat biasa saya makan sama Fira. Dari situ saya takjub melihat body Mba’ Irma yang sangat semox dengan badan yang langsing. Awalnya saya memanggil dek, namun setelah berkenalan dan dia langsung terus terang bahwa dia adalah janda.

“ Kamu temannya Fira ya dek, namanya siapa ?, ” ujarku sambil bersalaman di meja makan.
“ iya mas,namaku Irma, aku kesini diajak Fira makan siang, ”.
“ Usia berapa kamu dek?., ”
“ Aku 28 tahun mas, sudah tua., ” Menjawab dengan tersipu malu, ”
“ Ouh… maaf aku kira lebih muda dari aku., ” Sambil bengong dan rasa gak enak udah manggil dek.
“ Nggak papa kog mas, namanya juga belum tau, tak kenal maka tak saying katanya, ” Jawabnya sambil tersenyum.

Dalam hati kecil berkata ini cewek terbuka banget, baru ketemu, sudah terbuka tentang statusnya dan dari cara bicaranya nih cewek sudah memberi peluang untuk kearah mesum. Hehehehe, namanya juga cowok, selalu berfikir ngesex kalo udah bertemu dengan namanya janda muda, sama kaya saya pembaca.

Pada saat selesei makan siang, sebelum Mba’ Irma meninggalkan rumah makan bersama Fira, saya memberanikan diri untuk meminta kontak BBM nya untuk berkomunikasi lebih intens lagi. Ehh tak di sangka-sangka dia langsung ngasih dengan murah hati dan senyum kemesraan.Akhirnya pun saya dapatkan kontak bbm nya.

Malam harinya saya semakin penasaran sama Mba’ Irma. Tak sabar hati ingin chating sama janda muda nan semox satu ini. Membayangkan bulatnya buah dada-nya, pantatnya yang nungging keatas, seakan ingin dalam hati memeluk dan menyodok Vagina-nya yang lama tak tersentuh oleh Penis laki- laki, pasti pasih keset dan terawat dengan baik.
Namanya juga dagangan. Apalagi melihat betis kakinya tadi siang, Oughhhhh bak kaki bule asal eropa. putih bangeeet.

“ Malam Mba’ Irma., ” Aku mulai chat lewat bbm.dengan respon yang baik belum ada 1 menit, si janda muda membalas dengan mesra.
“ malem juga mas, kog belum tidur mas?, ”. Dengan emot senyum dan mata berkedip sebelah dia kirimkan ke saya.
“ Belum Mba’ Irma, biasa insom Mba’, maaf aku ganggu Mba’ Irma gak nih., ” Spik spik mulai ku luncurkan, rayuan ala iblis ku keluarkan.
“ ini baru santai tiduran di kamar mas., ” Tanpa disadari dia mengirim chat beserta gambar posisi dia tidur.

agen558-2

PahaDada

Hanya memakai daster terawang untuk tidur, buah dada-nya kenceng banget tanpa bra, dengan posisi miring, pahanya terlihat muluussss tanpa noda… membuat Penis-ku ngaceng seketika. Aku mulai mengajak chat sex, dan Mba’ Irma pun membalas chat sex dariku. Wah kayaknya si janda satu ini butuh gairah sex.

“ wah buah dada Mba’ Irma masih kenceng ya, walaupun dah janda., ” Sambil kulihat fotonya yang terlihat buah dada-nya yang sangat kencang sekali.
“ iya donk, ini slalu aku remas sendiri saat mandi dan mau tidur, aku ururt dan aku pelintir putting-nya agar tetap kencang mas, ” ucapnya dengan santainya.
Wow, mendengar ucapanya, dalam fikiranku saat itu rasanya ingin sekali ke rumah Mba’ Irma untuk menyetubuhi dia dengan gaya doggie style,
“ Oh gitu ya, pantes kenceng banget, apalagi pahanya Mba’ Irmayang mulus , ” ucapku.

saat itu aku mulai horny setengah mati tak sabar ingin melihat isi perabotan Mba’ Irma. tidak kusangaka, dia mengirimi foto bugilnya setengah badan, Oughhhh buah dada-nya muluuuuussss , padaat semok, dengan putting buah dada-nya yang cokelat dan mancung ke atas, tangankanannya meremas buah dada sebelah kanan, sambil tersenyun dia foto selfie, kemudian dikirimkan ke saya.

Chattng dengan tema sex-pun aku lanjutkan, beberapa fotonya dikirim. Penis-ku seakan mengajak untuk menghabisi Vagina si janda muda satu ini.

“ Besok ketemu yuk Mba’?, ” ajaku.
Dalam benakku udah gak sabar segera ketemu Mba’ Irma dan menghabisinya,
“ Boleh mas, besok ketemu dimana mas, lagipula aku free, anakku biar ikut neneknya, ” ucapnya mengiyakan tawaranku.
“ Mba’ Irma ke kost ku aja ya, deket terminal kota Mba’, ” pintaku.
Wah gairah sudah mulai tinggi dan tak tertahan lagi,
“ boleh mas, besok aku kesana ya, ” jawabnya.

Eh si janda kayaknya gatel juga Vagina-nya. Seakakan akan langsung merespon dengan penuh nafsu. Sekitar jam 09.00 pagi pada saat itu hari minggu, Mba’ Irma mengirim chat bahwa dia sudah perjalanan menuju kost ku. Aku pun menunggu Mba’ Irma didepan kost. Karena sebelumnya aku sudah memberitahu arah kostku dari terminal kota.

PahaDada

Sesampainya didepan kostku, Mba’ Irma terlihat Mbak Irma menggunakan motor matic. Pada saat itu dia memakai kaos putih ketat dengan celana legging yang ketat dan rambutnya terurai lurus, wajahnya tersenyum mesra.

“ selamat pagi mas, ini kostnya ya mas, ”. Sumpah dech, ngiler lihat janda satu ini.
“ Iya Mba’, ini kost saya, masuk yuk Mba’, gak enak diluar dilihat orang., ” Tak sabar ingin merenggut Vagina si janda.
Setelah masuk kedalam kamar kost, dengan jalan perlahan, langsung aku peluk dari belakang, dan aku remas buah dada-nya dari belakanng,
“ Oughhh… Sssss.. Aghhh… enak mas…, ” desah Mba’ Irma tanpa perlawanan.
“ Buah dada Mba’ Irma kenceng banget, ” ucapku sembari kuciumi telinganya.
“ Ughhh… Sssshhh… iya mas, ayo mas kita main., ” Jawabnya dengan penuh nafsu birahi.

Aku dorong Mba’ Irma ke kasur, aku lepas baju dan celana. Penisku-pun sudah ereksi dengan keras, Mba’ Irma tanpa basa basi juga melepaskan semua pakaiannya. Sakan melihat ratu dari kerajaan, tubuhnya mulus putih banget, buah dada-nya benar-benar menggemaskan, kenceng padat semok.

Apalagi putting-nya yang mancung ke atas, jembutnya halus terawat, Vagina-nya merekah merah. hal itu membuat Penis-ku ereksi lebihh keras lagi. Mulailah aku beraksi, saat itu Mba’ Irma yang sudah telanjang, aku ciumi bibirnya, sesekali aku gigit bibir bagia bawahnya, kemudian dia membalas ciumanku dengan ganas. Tidak lupa tangan kanannya dengan spontan mengocok Penis-ku dengan lembut. Seluruh lehernya aku cumbu, buah dada-nya aku remas-remas, putting-nya aku kulum dengan kencang .

“ Oughhh… Aghhh… Sssshhh… terus mas… Oughhh… , ” racau Mba’ Irma semakin menjadi.
“ Iya Mba’, aku hisap ya Mba’…, ” ucapku.
Pada saat itu aku semakin agresif memainkan ke buah dada Mba’ Irma,
“ Aku kocok penis mas, gede banget mas, Oughhh… Sssss…, , ” ucapnya
“ Terus Mba’ , kocok terus Mba’, ” ucapku.

PahaDada

Akupun sudah mulai terangsang hebat. Aku lepaskan buah dada-nya, aku mengarah ke Vagina-nya yang benar-benar bersih dan merekah merah, aku jilating itil Vagina-nya, mak Irma pun hanya bisa bergunjang ke kanan dan kekiri sambil berpegangan sprei kasurku, sambil memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.

Aku jilatin terus Vagina dan clitorisnya, sesekali aku sedot clitoris-nya. Mba’ Irma semakin meliuk liukan tubuhnya dengan hebat, kini aku mulai lebih agresif dengan memasukan lidahku ke Vagina-nya, baunya wangi rasanya asin, wah ini jelas barang second tapi kualitas perawan. Setelah terlihat basah dan becek Vagina Mba’ Irma.

Kemudian aku arahkan Penis-ku ke Vagina Mba’ Irma, aku gesek gesekan Penis-ku ke Vagina Mba’ Irmakemudian Mba’ Irma mendorong ke atas Vagina-nya, dan Zlebbb secara perlahan Penis-ku yang ngacengpun masuk seluruhnya kedalam liang Vagina Mba’ Irma.

“ Aghhhhhh… Sssshhh… enak banget mas, Oughhh… , ” desah Mba’ Irma.
Saat itu Mba’ Irma membantu bergoyang dari bawah, dan aku menggenjot dengan cepat keluar masuk ke dalam Vagina-nya… Mba’ lia memainkan puttingku, menambah gairahku untuk menggenjot Mba’ Irma. Aku balas dengan aku hisap putting buah dada-nya yang naik turun akibat genjotanku.

“ Eummm… terus mas… Oughh… Sssss… Aghhh…, ” desah Mba’ Irma.
“ iya Mba’, aku genjot terus ya Mba’, ” ucapku sembari terus menggenjot Vagina-nya.
“ Iya mas, Ughhh… Ssssss… Aghhh… aku udah nggak kuat mas… Ssssshhh…, ” desah nikmatanya semakin membuatku menggila saja.

PahaDada

Semakin aku kencangkan genjotanku, dan Penis-kupun semakin masuk kedalam, mentok menyodok dinding Rahim janda satu ini, selang beberapa menit kemudian Mba’ Irma sudah dipuncak orgasme, dia mengalami kejang kenikmatan, matanya merem melek, lidahnya menjilati seluruh bibirnya.

Karena aku juga sudah ingin klimaks, maka aku-pun mempercepat gerakanku.
Tak lupa aku juga mrremas buah dada Mba’ Irma, selang beberapa menit Mba’ Irma mendesah tidak karuan.

“ Oughhh… Yeahhh… Terus Mas, enak mas… Sssss…Aghhh… Aku keluar masss…, ” erang Mba’ Irma.
“ Iya Mba’, aku juga mau keluar NIh… Oughhh…, ” jawabku.

Tak tertahankan, aku genjot dengan cepat Penis-ku kearah Vagina Mba’ Irma dengan liarnya. Seketika itu juga, Mba’ Irma mendapatkan klimaksnya karena kurasakan dia mengeluarkan lendir kawinya membasahi penisku yang masih tertanam didalam liang senggama Mba’ Irma. Sensasi bercinta dengan seorang janda memang benar-benar luar biasa.

Selang beberapa menit setelah Mba’ Irma mendapatkan klimaksnya, aku-pun nampaknya akan mendapatkan klimaksku. Aku merasakan serasa ada yang mendesak dan batang kejantananku serasa berdenyut-denyut seperti ada yang akan menyembur dari kejantanaku, dan, “ Crotttttttttttt… Crotttt…Crottt… Crottt…,

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

PahaDada

Pada akhirnya aku-pun menyemburkan air maniku kedalam Rahim Mba, ” Irma itu, sungguh nikmat yang luar biasa. Selepas aku mendapatkan klimaksku aku melihat Mba’ Irma lunglai tak berdaya dalam keadaan Bugil. Akupun yang sudah klimaks juga, kurasakan tubuhku terasa lemas juga, pada akhirnya kamipun tiduran sembari berpelukan.

Kami menikmati sisa-sisa klimaks kami sembari bercumbu kecil, dengan saling berciuman, saat itu kami mrasa seakan kamilah yang paling bahagia di dunia ini. Itulah cerita sex yang aku alami dengan seorang janda muda canti dan hot itu. Sejak kejadiam hari itu pada akhirnya kamipun menjalani suatu hubungan, dan hari-hari kami dipenuhi dengan sex. Selesai.


agen558-2

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER | TOGEL | CASINO


PahaDada      PahaDada     PahaDada  PahaDada

” Birahi Tinggi Mbak Lina “

PahaDada

 

AGEN558.com –  Namaku Aan (30 thn) asli dari Bali, tinggi badan 180cm, berat badan 65kg, dan berkulit putih. Aq sudah beristri dan memiliki dua anak yang masih kecil-kecil. Aq bekerja di perusahaan BUMN di kotaku Denpasar. Namun hubunganku khususnya masalah sex dengan istriku kurang memuaskan disebabkan libidoku sangat tinggi dan juga istriku tidak dapat setiap saat memenuhi hasratku. Pokoknya banyaklah alasan-alasan yang di keluarkan, ngantuklah, capeklah, kurang fitlah dan lain sebagainya.

Hingga suatu hari di tempatku bekerja ada acara rapat masalah kinerja perusahaan, yang di hadiri hampir seluruh unit di wilayah Indonesia barat. Aq masih ingat akan pertemuanku dengan mbak Lina, sekretaris dari general unit bawahan kantor kami. Mulanya aq tidak begitu memperhatikanya, sampai pada suatu saat ia kebingungan mempersiapkan bahan presentasi untuk rapat besok banyak yang harus diubah dan tentunya memerlukan komputer. Tanpa ada perasaan apapun akhirnya aq menawarkan komputerku untuk dipakai mengubah bahan presentasi tersebut karena kebutulan di rapat itu aq duduk bersebelahan denganya.

“Maaf Bu, pakai komputer di ruangan saya saja untuk mengubah bahan presentasi itu”, kataku berbisik karena suasananya pada tegang saat mengikuti rapat.
“Iya pak terima kasih, tapi kan ini masih rapat, gimana ya? jawabnya sambil berbisik pula.

Di ruangan rapat, suasana hening sejenak, sekilas kulihat dia menulis sesuatu di selembar kertas dan lalu menyodorkannya padaku. “Maaf Pak, jangan panggil aku dengan sebutan Ibu dong aku kan masih masih muda, panggil aja mbak biar lebih akrab”, begitu tulisnya.

Setelah membaca tulisan itu aq lantas menoleh kearahnya dan tersenyum. Bertepatan dengan senyumanku rapatpun dibreak kurang lebih setengah jam untuk istirahat dan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh panitia acara rapat tersebut. Dan tanpa menunda waktu lagi dia pun langsung mendekatiku untuk meminjam komputerku.

“Pak maaf, aq jadi pinjam komputernya ya…Gimana kalau kita ke ruangan bapak sekarang aja” katanya sambil tersenyum menggoda yang belum kutahu maksudnya.
Kuantar dia ke ruanganku dan mempersilahkan Mbak Lina menggunakannya.
“Maaf mbak aq tinggal sebentar ya, mau ke toilet dulu”
“Eemmm mau ngapain hayooo?” godanya
“Hehehe…biasalah panggilan alam sudah ngempet dari tadi nih” kataku sambil berlalu.

seiring dengan berjalannya waktu, kamipun jadi akrab. Dan ternyata Mbak Lina umurnya sudah 35 tahun, dia merupakan wanita karier yang sangat menarik dan cantik. Tinggi badannya sekitar 170 cm berat badannya sungguh proposional dengan tingginya tak hanya itu dia juga memiliki buah dadanya yang sangat montok kira-kira ukurannya 36B, kulitnya putih mulus.

agen558-2

PahaDada

Seminggu setelah acara rapat, tiba-tiba mbak Lina menelponku
“Haloo…selamat pagi Aan.. Lagi sibuk gak nih?” tanyanya nyerocos.
“Iya halo mbak, tumben nih pagi-pagi udan nelpon, gimana kabarnya?” jawabku balik tanya.
“Kabarku baik banget An, kamu lagi sibuk gak nih kog gak dijawab sich? tanyanya kembali.
“Oh, gak kog mbak, emang kenapa mbak, ada yang bisa aq bantu?” tanyaku kembali.
“Gak ada sih, cuma iseng aja lagi suntuk banget aq, Aan hari ini ada acara gak?
“Kayaknya gak ada acara sih Mbak…” kataku agak gak yakin. Tapi setelah aq ingat-ingat memang hari ini aq gak ada acara dan kerjaanku juga lagi sedikit tidak terlalu mendesak.
“Kita jalan yuk An?” ajak Mbak Lina.
“Sekarang mbak…kita ketemuan dimana? Aq takut nanti kalau dilihat sama.. si itu tuh”.
“Maksudmu suamiku ya?…kamu gak usah ngomongin dia deh” ujarnya dengan ketus.
“Lha…emangnya kenapa mbak? tanyaku berlagak bodoh.
“Wis pokoknya nanti tak ceritain kalau kita dah ketemu”
“Siap mbak, jadinya kita ketemuan dimana?” tanyaku penasaran.
“Habis ini aq jemput kamu, entar kamu nunggu di depan kantormu aja ya” pintanya.
Sekitar 10 menit aq menunggu di depan kantor, sebuah mobil Honda Jazz menghampiri tempat aq berdiri.
“Ayo An, mauk” terdengar suara mbak Lina memanggilku

Segera saja aq masuk ke mobil mbak Lina. Di dalam mobil kami berbincang-bincang seputar masalah kantor sampai dengan masalah keluarga kami. Mbak susi juga menceritakan bahwa suaminya lagi dinas keluar kota dan selama ini hubungannya dengan suaminya kurang baik dan sudah lama mereka pisah ranjang kurang lebih sudah sekitar 1 tahunan.

“Wahh kesepian dong?” godaku
“nggak usah ditanya lagi… say” jawab mbak Lina manja
Sempat tekejut juga aq mendengar jawaban mbak Lina yang rada-rada manja yang membuat birahiku bergejolak dan si otong mulai meregang dibalik celanaku.
“Eh.. Kita mau kemana nih?”
“Terserah kamu aja lah, mbak nurut aja”
“Kalau ke daerah sanur aja gimana mbak, di sana banyak lho yang menyewakan tempat untuk…ehhmmm??” usulku nekat menawarkan tempat tanpa takut mbak Lina tersinggung dengan ajakan tersebut.

Kulirik sembari tersenyum melihat reaksi mbak Lina akan ajakan tersebut. Sekilas kulihat mbak Lina yang lagi nyetir balas tersenyum yang menandakan bahwa mbak Lina pun setuju aka ajakanku tersebut.

PahaDada

Tanpa membuang-buang waktu lagi kami langsung chek in di sebuah bungalow, langsung kusambar bibirnya dengan ganas menyalurkan hasrat birahiku yang telah mengebu-gebu sedari tadi.

“Emmhhh… ohhhh.. An,, enaakkkk sayanggg…. emmmhhh” lenguhnya ketika lidahku bermain di rongga mulutnya yang dibalas dengan ganas pula oleh mbak Lina dengan hisapan-hispan yang menimbulkan suara berdecak kencang
“Bikin mbak puas… sayanggg, mbak sangat menginginkan ini… eeemmmmhh” eluhnya sambil tangan mbak Lina meremas pelan kemaluanku yang sedari tadi sudah tegang mengeras.

Dengan cepat pula tanganku meremas toketnya yang masih tertutup baju dan bhnya, terasa kenyal menggairahkan, kulepas baju mbak Lina perlahan dan kubuka pula kancing bh nya yang berwarna krem. Kini nampaklah toket montoknya dengan puting yang memerah keciklatan. Tanpa membuang waktu lagi langsung kuhisap toketnya, kujilati puting susunya yang membuat mbak Lina mengerang keenakan.

Terus kumainkan toketnya perlahan turun ke perut, puser dan perlahan aq melepas celana panjang sekaligus dengan CD nya. Terpampanglah tubuh telanjang nan sangat indah, putih bersih dan seksi di hadapanku yang membuat nafsu birahiku melambung tinggi. Mbak Linapun tak tinggal diam, dengan cepat pula mbak Lina melepas pakaianku dan membuang ke lantai, aq tak memperdulikannya.

Kami berdua sudah tak tahan, kurebahkan tubuh mbak Lina ke ranjang dan mulai menindih, kucium dan kujilati kembali bibir, toket perut paha betis dan gundukan yang…. oohhhh sungguh indah memeknya dihiasi bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan tertata rapi seperti mbak Lina yang katanya merawat diri

Pelan tapi pasti kumainkan belahan memeknya yang memerah mengkilat dibasahi oleh cairan kenikmatan, aroma memeknya membuatku bertambah nafsu untuk terus memainkanya.

“Oggghhh… Aaagghhhh… enak sekali sayang… terus.. oggghh terus sayang..” rintihnya menahan gejolak birahi yang aq berikan. Terus kumainkan memeknya naik turun, kujulurkan lidahku menjilati itilnya sambil jari tengah kananku sibuk keluar masuk kelubang memeknya mengocok dan mengaduk-aduk memeknya membuat mbak Lina semakin meregang, mengejang-ngejang menerima sensasi kenikmatan.

PahaDada

“Ooogghhh… Sudaahhhh… oogghhhh.. ssudah sayang… mbak sudah tak kuat… ooogghhhh.. ayo sayang cepat masukan penismu, masukan ke memek mbakkk” rintihnya sambil menjepit kepalaku dengan pahanya menandakan bahwa dia menginginkan aq menyudahi jilatanku di memeknya. Aq pun menuruti kemaunya yang memang aq juga menginginkan permainan yang lebih. Dengan cepat kulepas CD ku. Mbak Lina terbelalak melihat batang penisku.
“Ehmm.. mantap juga punyamu sayang… mbak sangat suka itu…sshhh”

Memang ukuran penisku belum pernah aq ukur mungkin panjangnya sekitar 17-18cm. Langsung saja aq merangkak dan menindih tubuh mbak Lina. Mbak Lina mengangkangkan kedua pahanya dan penisku kuarahkan menuju kelubang memeknya. Kutusukkan ke lubang memeknya yang sempit itu walaupun sudah dilumasi cairan memeknya tapi selalu gagal. Tangan mbak Lina memegang penisku dan menuntunya ke lubang memeknya. Perlahan ku tusukkan ke lubang memeknya yang sempit serasa batang penisku dijepit oleh dinding yang sangat lembut.

“Oggghhh… yaa.. sayangg… tekan lagiih yang dalam… oohhhhh… nikmattt sekali penismu sayanggg” mbak Lina merintih keenakan ketika kutusukkan seluruh batang penisku ke lubang memeknya.

Penisku kudiamkan sejenak di dalam lubang memeknya, kurasakan dinding memek mbak Lina berkedut pelan nikmat luar biasa. Merasakan itu dengan pelan kukocok penisku keluar masuk diimbangi dengan goyangan pinggul mbak Lina. Penisku terus mengocok dengan mengikuti irama goyangan pinggul mbak Lina yang membuat kenikmatan yang luar biasa. Aq pun mendesah keenakan.

“Ayo sayang… bikin mbak puas… aaahhhh… ooogghhhh.. mbak mau keluar… sayanggg”
Dan bersamaan dengan erangan kepuasan mbak Lina bergetar, mengejang dan terkulai lemah. Sedangkan aq belum meraih orgasme, turun dari atas tubuh mbak Lina dan rebah di samping kanan untuk memberi kesempatan melepas lelah dan memulihkan tenaga bagi mbak Lina.

PahaDada

“Upsss… sayang.. Aan.. belum keluar ya?” tanyanya sambil melihat batang penisku yang masih tegak mengeras.
“Tapi sabar ya.. Nanti mbak kasih yang terindah dalam hidupmu..” ujarnya sambil tangan mbak Lina mengelus batang penisku yang basah oleh cairan memeknya dan dengan lembut mulai mengocok batang penisku yang dari tadi sudah tegak mengeras.
“Buatku, yang penting mbak Lina puasss.. eemmhhkk… ssshhhhh” ujarku menahan rasa nikmat kocokan lembut mbak Lina

Dan mbak Lina pun kurasa mulai bangkit lagi nafsu gairahnya, ketika dengan aktif dan perlahan kuelus kuremas toketnya dan sesekali kupilin-pilin puting susunya yang semakin keras. Perlahan mbak Lina pun mulai mencari bibirku, mencium dan mengulum, leher dengan nafsu terus bergeser ke bawah menjilati puting susuku aq pun terkejut menglinjang aksinya. Kunikmati apa yang dilakukan olehnya padaku sambil tangan kiriku meremas-remas toketnya dan tangan kananku meraba punggungnya yang putih bersih.

Ciuman mbak Lina bergeser lebih kebawah lagi ke arah perut menjilati pusarku dan perlahan pula mulai menjilati batang penisku yang semakin membuatku melayang oleh permainan lidahnya di kepala penisku yang sesekali di hisapnya hingga kulihat bibirnya penuh sesak oleh batang penisku. Dijilati dan di hisap penisku tanpa ada perasaan jijik sama sekali.

Dan yan membuatku semakin melayang ketika mbak Lina menjilati pangkal penisku dan menghisap biji pelerku serasa ngilu tapi enak, sesekali mbak Lina menjilati lubang pantatku hingga aq menglepar dengan hebatnya menahan sensasi nikmat yang sungguh luar biasa dan membuatku ketagihan akan permainan lidah mbak Lina.

“Ooouugghhh.. ayo mbak.. aq udah nggak kuat nihh..” kataku lirih kepada mbak Lina.
Mbak Lina pun menuruti apa kemaunaku dan mulai naik mwngangkangi badanku serta dengan sekali tekan masuklah batang penisku di lubang memek mbak Lina.
“Aaagghhhh… ayo sayang kita bermain lagi… sodok memek mbak dengan keras.. oogghhhh… enaakkk… belum keluar juga” racau mbak Lina dengan liarnya
“Iya.. mbak.. ogghhhh memek mbak nikmat sekaleee.. oohhhhh…. oohhhhhh” kataku seriring goyangan mbak Lina yang memutar kanan kiri dan terkadang naik turun yang membuat toket mbak Lina yang montok itu menggelantung bergoyang
“Oghhh.. sayanggg … eemmpphhh… kulum toket mbak… ssshhttt.. oogghhhhh” rintihnya terus menggoyang pinggulnya di bawah hingga mengocok penisku yang menimbulkan suara crekk.. crekk.. crekk..
“Mbakkk… teruss… mbaakkkkk” hanya itu yang dapat aq katakan menhan kenikmatan dari permainan liar mbak Lina.

Keringat tubuh kami menetes dengan derasnya sehingga membasahi kasur tersebut, erangan-erangan liar terus memenuhi ruangan tempat kami menggapai bersama puncak dari kenikmatan duniawi. Tak terasa pergumulan kami hampir 30 menit mbak Lina berada di atas badanku dan sudah berulang kali mbak Lina mencapai klimaks yang katanya merupakan gaya favorit mbak Lina tapi aq tak kunjung juga mendapatkan orgasme dan dengan inisiatifku kuminta mbak Lina untuk menungging mencoba doggy style.

PahaDada

Hanya dengan sekali tusukkan penisku menembus dinding memeknya yang terlihat jelas bila mbak Lina menungging. Pantatnya yang semok, putih bersih dan padat membuatku semakin bernafsu menyodok maju mundur.

“Aaagghhh… mbakkkk enaakkkk… seekkaalliii” kataku sambil sekali menepuk pantat mbak Lina yang bergoyang mengikuti irama sodokkanku dan kadang-kadang mbak Lina menjerit keras ketika pantatnya kutepuk dengan keras sehingga pantat mbak Lina memerah. Belum puas dengan permainani itu, aq menyuruh mbak Lina berbalik dan tidur di pinggiran tempat tidur ku kangkangkan lebar pahanya dan dengan sekali tusukan penisku kembali menembus memek mbak Lina.

Sambil kupegang kedua kakinya terus kusodok keluar masuk kadang bergoyang memutar yang semakin membuat mbak Lina mengerang dang mengerang kenikmatan. Ketika kunaikkan kedua kakinya ke pundakku mbak Lina pun semakin keras mengerang dan aq pun merasakan sesuatu yang akan menyembur dari dalam tubuhku, memeknya serasa menjepit dengan lembut batang penisku.

“Mbaakkkk… aq mau keluar mbakkk… oogghhhh…” kupercepat sodokkanku ke memeknya untuk mendapatkan orgasme. ” keluarin di mana mbak?” sambungku
“Kelurin di dalam aja sayanggg… ayo sayanggg… kita keluar bersama..” rintih mbak Lina sambil terus menggerakkan pinggulnya yang juga akan meraih orgasme.
“Aaaaggghhhhh… aaahhhhh” creett.. creett.. penisku pun berkedut menyemburkan pejuhku di dalam memeknya sebanyak 7-8 kali. Aq pun terkulai lemah. Kubiarkan badanku menindinh badan mbak Lina dan mbak Lina pun memelukku dengan mesra.
“Emmhhh.. kamu benar-benar hebat An.. mbak sampe orgasme 6 kali sedangkan kamu baru sekali… xixixixixi…. mbak bisa ketagihan nih sama permainanmu..” bisik mbak Lina sambil mengusap rambutku.
Sambil mencium kening dan bibirku mbak Lina berkata,
“Makasih ya sayang”..”
Aq pun membalas ciumannya,
“Iya mbak.. sama-sama, mbak juga luar biasa padahal baru kali ini lho aq selingkuh sama orang.. dan mbak Lina sungguh sangat memuaskanku” kataku jujur.

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

PahaDada

Setelah melepas lelah sejenak, kami pun mandi bersama. Saling berpelukan, saling menyabuni dan tentunya ngentot kembali di kamar mandi. Dan hari itu pun kami terus bersetubuh, di sofa, di ranjang di kamar mandi dan juga di lantai memenuhi hasrat kami berdua menggapai kenikmatan bersama.

Menjelang malam kami berdua pun sepakat meyudahi permainan kami, mengingat bahwa aq ada yang menunggu di rumah. Hari itu adalah hari terindah dan awal dari selingkuhku bersama mbak Lina yang merupakan hari yang tak akan pernah kulupakan seumur hidupku dan kami pun berjanji untuk saling memberikan kenikmatan di saat kami saling membutuhkan kapan saja asal kami bisa menjaga rahasia hubunga kami berdua.

 

PahaDada                  PahaDada

 


agen558-2

AGEN558 BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com

AGEN558 | AGEN BOLA TERPERCAYA | MAXBET | SBOBET | POKER | TOGEL | CASINO

 

” Bayang – Bayang Kenikmatan “

pahadada

AGEN558.com – Bude Nurul Teman Ibuku – TANPA gairah Ipul mengeluarkan sepeda motor dari ruang tamu. Setelah yakin kondisi oli mesin pada motornya masih cukup bagus, distater dan dijalankannya mesin kendaraan yg dari segi mode sudah agak ketinggalan jaman. Bunyinya berderum cukup keras, maklum motor anak muda.
“Sudah siap Pul? Bude Imah udah nungguin nih. Takut pulangnya kemalaman dan kehujanan di jalan,” suara ibunya terdengar dari ruang dalam rumahnya.
“Uh bawel amat sih. Orang baru mau manasin mesin kok,” gerutu Ipul membathin.

Gara-gara Pak Nardi (tetangganya) diam-diam kawin lagi, Ipul memang jadi ikutan repot. Sebabnya, Bu Nurul istri Pak Nardi berteman akrab dengan ibunya. Dan Bude Imah (demikian Ipul biasa memanggil Bu Nurul) atas masalahnya yg dihadapinya selalu curhat kepada ibunya yg juga ditinggal suami yg kawin lagi. Hingga saat Bude Nurul memutuskan untuk meminta bantuan dukun guna mengembalikan suaminya, atas permintaan ibunya Ipul yg diminta untuk selalu mengantarnya.

Sang dukun yg tinggal di desa terpencil, kendati masih satu wilayah kabupaten, jaraknya dari rumah Ipul lebih dari 50 kilometer. Tetapi bukan karena faktor jarak dan kondisi buruk jalan ke arah sana yg membuat Ipul enggan mengantar Bu Nurul. Apalagi wanita itu selalu mengajaknya makan dan memberikan sejumlah uang setiap Ipul sehabis mengantar.

Namun masalahnya, sudah tiga kali datang ke dukun tersebut belum ada tanda-tanda Pak Nardi akan kembali. Bahkan seperti yg diceritakan Bu Nurul pada ibunya, ulah Pak Nardi kian nekad. Seluruh pakaiannya telah dibawa ke rumah janda yg menjadi istri mudanya. Karenanya Ipul merasa, dukun itu hanya mengakali Bu Nurul yg gampang memberi uang sampai ratusan ribu rupiah sekali datang dengan dalih untuk membeli berbagai persyaratan dan sesaji.

“Nak Ipul pasti bosan ya harus ngantar-ngantar bude seperti ini,” kata Bu Nurul ketika mereka berhenti makan di warung sate langganan dalam perjalanan ke rumah sang dukun.
“Ee.. enggak Bude. Nggak apa-apa kok,” ujar Ipul yg terpaksa berhenti menikmati dua tusuk sate terakhir yg tersisa di piringnya.
Sepuluh tusuk sate di piring Bu Nurul tampak telah tandas tanpa sisa. Tetapi Ipul yakin wanita itu tdk menikmati makanannya. Karena ekspresi wajahnya terlihat masygul dan tatap matanya terlihat kosong. Pasti ia sangat tertekan gara-gara ulah suaminya. Melihat itu Ipul menggeser duduknya, merapat ke dekat Bu Nurul. Diraihnya tangan wanita itu dan digeganggamnya dengan lembut.
“Ipul siap mengantar ke manapun Bude mau pergi. Bude tdk usah ragu,” kata Ipul mencoba meyakinkan.

Cukup lama Ipul menggenggam dan meremas tangan Bu Nurul. Bahkan seperti seorang kekasih yg tengah menenangkan pasangannya yg tengah merajuk, Ipul melakukan itu sambil menatapi wajah Bu Nurul. Menatapi hidungnya yg bangir, matanya yg teduh dan bibirnya yg merah merekah.
Ipul baru menyadari pakaian yg dikenakan wanita itu berbeda dari biasanya. Dibalik jaket tipis warna hitam yg dilepasnya, Bude Nurul hanya mengenakan T shirt warna krem dipadu dengan celana panjang warna hitam. Biasanya ia selalu mengenakan rok terusan panjang yg longgar.

Ketatnya bentuk kaos dari bahan agak tipis yg dikenakan, membuat bentuk tubuhnya seperti tercetak sempurna. Di balik kaos tipis itu, sepasang buah dadanya yg berukuran besar nampak membusung dan kutang warna putih yg dipakainya terlihat membayg. Serasi dengan perawakannya yg tinggi besar. Ke bagian menggunung itulah Ipul berkali-kali mencuri pandang. Juga ke leher jenjangnya yg putih seksi meski sudah ada kerutan karena usianya.

Kendati usianya hampir memasuki kepala 4, Bu Nurul belum kehilangan pesonanya. Karena itulah Ipul sering mencuri-curi pandang menatapi keindahan pinggul dan pantat besarnya serta tonjolan buah dadanya ketika wanita itu cuma mengenakan kaos oblong dan celana training ketat saat hendak berangkat dan sepulang senam dengan ibunya.

pahadada

Saat telanjang, bentuk tubuhnya pasti jauh lebih merangsang, demikian Ipul selalu membathin setiap melihat wanita itu habis bersenam. Karenanya Bu Nurul selalu menjadi wanita favorit yg dihadirkan dalam angan-angannya saat beronani.

Sambil mengocok sendiri kontolnya untuk menyalurkan hasrat biologisnya, Ipul memang selalu membaygkan nikmatnya dada besar dan vagina Bu Nurul bila disetubuhi. Makanya ia tdk habis pikir dengan tindakan Pak Nardi yg jatuh ke pelukan wanita lain. Diperlakukan sedemikian rupa oleh Ipul, Bu Nurul sebenarnya sangat senang dan tersanjung karena ada laki-laki muda yg memberinya perhatian. Hanya seorang wanita pengunjung warung yg lain, menatapinya dengan tatapan aneh hingga Bu Nurul segera menarik tangannya dari genggaman dan belaian Ipul.

“Satenya tdk dihabiskan Nak Ipul? Kalau tdk yuk kita berangkat. Nanti kemalaman di jalan,” ujarnya.
Kunjungan keempat ke rumah sang dukun ternyata sia-sia. Sang dukun ternyata tdk berada di tempat. Kata istrinya, ia tengah ke Jakarta untuk mengobati pasien selama sepekan. Maka diputuskan untuk pulang secepatnya karena mendung di langit mulai menggantung dan cukup tebal. Bu Nurul nampak kecewa. Dalam perjalanan pulang, baru beberapa kilometer dari tempat tinggal sang dukun, hujan mengguyur deras. Air seperti tercurah dari langit.

Saat itu, Ipul dan Bu Nurul yg berboncengan sepeda motor tengah berada di posisi jalan sebuah kawasan hutan. Hingga tdk memungkinkan bagi keduanya mencari tempat berteduh. Dalam terpaan derasnya air hujan dan hawa dingin yg menusuk, Ipul yg mengenakan jaket kulit tebal tak kelewat terpengaruh oleh cuaca tersebut. Ipul hanya merasakan dingin di bagian pinggang ke bawah. Karena celana jins yg dikenakan basah kuyup oleh hujan.

Tetapi tdk bagi Bu Nurul. Ia memang memakai jaket. Namun jaket yg dipakainya dari bahan kain yg kelewat tipis hingga air hujan langsung meresap menembus ke semua lapis pakaian yg dikenakannya. Termasuk ke kutang dan celana dalamnya. Karena dingin yg dirasakan ia yg tadinya membonceng agak merenggang, mulai merapat ke depan menempel ke tubuh Ipul. Bahkan kedua tangannya akhirnya melingkar, memeluk tubuh pria muda anak teman baiknya tersebut kendati agak canggung.

Perubahan posisi yg dilakukan Bu Nurul dalam membonceng sepeda motornya, diyakini Ipul dilakukan wanita itu untuk mengurangi dingin akibat hujan. Namun yg membuatnya risih dan kurang berkonsentrasi dalam mengemudi, ia merasakan buah dada Bu Nurul jadi menempel ketat ke punggungnya. Sepasang payudara yg ia yakin ukurannya cukup besar itu, terasa empuk dan sesekali menekan punggungnya. Membaygkan itu, gairah mudanya jadi terbakar.

Timbul pikiran nakal di kepala Ipul. Saat tubuh Bu Nurul agak merenggang, diinjaknya rem dengan mendadak. Seolah hendak menghindari jalanan berlubang. Dengan begitu tubuh wanita yg diboncengnya terdorong ke depan hingga kembali dirasakan tetek Bu Nurul menekan punggung. Ia melakukannya berkali-kali dan berkali-kali pula tetek besar Bu Nurul menumbuk punggungnya. Hasrat Ipul jadi kian terpacu dan fantasinya makin melambung.

pahadada

Awalnya Bu Nurul mengira injakan rem dilakukan karena Ipul benar-benar tengah menghindari lubang. Namun setelah beberapa kali terjadi dan dilihatnya jalanan yg dilalui sangat mulus, ia menjadi curiga. Terlebih ketika ia disadarkan pada sikap Ipul saat di warung yg seperti tak lepas memadangi busungan buah dadanya. Menyadari itu, Bu Nurul yakin Ipul sengaja melakukannya agar buah dadanya merapat dan menekan punggungnya.

Sejak 5 bulan terakhir, terlebih sejak suaminya mengawini janda muda, Pak Nardi memang sudah tdk menyentuhnya lagi. Ulah nakal Ipul membuat gairah Bu Nurul jadi terpicu. Puting teteknya mengeras mengharap belaian dan remasan mesra. Tanpa sadar ia menggeser posisi duduknya di boncengan sepeda motor. Maju ke depan, merapat serapat-rapatnya ke tubuh yg memboncengkannya. Hingga buah dadanya menempel ketat ke punggung Ipul. Ia yakin pemuda anak temannya bisa merasakan besarnya buah dada yg dimilikinya.

Seperti halnya Bu Nurul yg mulai terangsang gairahnya akibat buah dadanya yg menggesek-gesek punggung pemuda itu, reaksi Ipul malah lebih jauh. Selama ini ia selalu membaygkan tetek Bu Nurul saat beronani. Kini daging empuk dan kenyal itu menempel di punggungnya hingga tak terasa kontolnya mulai mengeras di balik jins ketatnya yg basah oleh hujan.

Hujan mengguyur kian deras dan bahkan mulai kerap ditingkahi oleh suara guruh yg menggelegar serta kilat yg menyambar. Ketika dilihatnya sebuah bangunan pos polisi hutan di pinggir hutan jati, Bu Nurul yg menjadi ketakutan meminta Ipul berhenti untuk berteduh.
“Kita berhenti dan numpang berteduh dulu Nak Ipul. Takut ah kalau terus di jalan,” ujarnya.

Bangunan pos polisi hutan itu kosong tanpa seorang petugas pun di dalamnya. Ada bale besar dari kayu dengan alas tikar, dan dibagian dalam ada sebuah ruangan yang tidak begitu besar dan dilenkapi dengan sebuah ranjang kecil . Bahkan di lantai bagian tengah bangunan ada semacam tungku dengan setumpuk kayu bakar kering. Mungkin biasa dipakai para petugas untuk merebus air atau menanak nasi. Sebuah tempat ideal buat berteduh di hari hujan dan cuaca dingin karena di dalamnya bisa memanaskan diri dengan membakar kayu dalam tungku.

pahadada

Setelah mencopot jaketnya dan menggantungkannya pada paku yg menempel pada tiang bangunan pos polisi hutan, Ipul segera berusaha menyalakan api dalam tungku. Untung ada sisa minyak tanah dalam keleng yg ada di sudut ruang. Dengan bantuan korek Zipo-nya, api langsung menyala membakar ranting-ranting kayu kering.

Tetapi berbeda dengan Ipul yg mulai merasa nyaman dengan kehangatan yg didapat dari posisinya yg berjongkok di depan perapian, Bu Nurul terlihat gelisah. Ia berdiri mematung sambil bersedekap menahan dingin.

“Bude, kenapa di situ. Sini di depan tungku biar hangat,” panggil Ipul melihat wanita teman ibunya seperti menggigil kedinginan.
“Iya nih dingin banget. Eee .. Nak Ipul, jaket kulitnya Bude pinjam dulu ya. Kayaknya bagian dalamnya kering biar tubuh Bude agak hangat,” ujar Bude Nurul.

“Oh silahkan-silahkan Bude, pakai saja,” kata Ipul. Bahkan dengan sigap ia langsung berdiri mengambil jaket tersebut dan bermaksud membantu memakaikannya.
“Nanti dulu Nak, Bude mau copot dulu semua baju ini. Soalnya celana dalam dan kutang Bude ikut basah semua. Ta…… tapi kira-kira ada orang ke sini nggak ya?,” kata Bude Nurul lagi sambil memutarkan pandangannya ke arah luar bangunan tersebut.
“Ah kayaknya nggak ada Bude. Nggak mungkin ada yg datang ke hutan di tengah hujan deras begini,”
Meski agak ragu, Bu Nurul akhirnya membukai pakaiannya. Bukan hanya jaket hitamnya yg basah. Kaos ketat warna krem yg dipakainya pun tak kalah kuyup. Setelah Bu Nurul melepaskan jaket dan menaruhnya di balai-balai yg ada, terpampanglah lekuk-liku tubuh wanita itu. Kaos yg dipakainya memang kelewat basah hingga lengket ke tubuhnya.

Ipul yg berdiri di belakang wanita itu berkali-kali menelan ludah karena lekuk-liku tubuh di hadapannya menjadi seperti telanjang. Namun yg membuat Ipul kian gelagapan adalah saat setelah Bu Nurul melepas kaos dan kutang putihnya. Seperti yg diminta wanita itu, seharusnya dari arah belakang Ipul segera membantu mengenakan jaket kulit yg dipegangnya. Tetapi tubuh telanjang di hadapannya kelewat menarik untuk dilewatkan hingga Ipul lupa dengan yg harus dilakukan. Ia baru tersadar ketika Bu Nurul mengingatkannya.
“Bude kedinginan Pul, tolong jaketnya dipakaikan,” ujar wanita itu.

agen558-2
http://www.agen558.com

pahadada

Ia tampak menggigil kedinginan. Tergesa Ipul segera memakaikan jaket kulit miliknya. Menutupkannya ke tubuh telanjang Bu Nurul. Namun karena kelewat tergesa, tanpa segaja tangan Ipul menyentuh tetek wanita itu. Payudara Bu Nurul yg ukurannya cukup besar terasa empuk dan lembut. Bahkan jemari Ipul sempat pula menyentuh putingnya yg mencuat dan terasa agak keras.

“Ma.. maaf Bude, sa .. saya tdk sengaja,” Ipul berusaha menarik tangannya setelah sesaat sempat menikmati kelembutan buah dada Bu Nurul.

Tetapi anehnya, Bu Nurul seolah mencegahnya. Dipegangnya tangan Ipul dan tetap ditekankannya pada buah dadanya. Seolah memberi kesempatan pemuda itu untuk menggeraygi teteknya.
“Dingin banget ya Pul. Kamu nggak kedinginan?”
“I.. iya Bude, sebenarnya Ipul juga kedinginan,” kata Ipul menimpali.
Dari usaha Bu Nurul agar ia tdk melepaskan sentuhannya pada buah dadanya dan pernyataannya soal kedinginan, Ipul menebak wanita itu membutuhkan sentuhan kehangatan. Namun ia tdk berani terlalu gegabah mengingat perbedaan usia yg sangat jauh dan wanita itu adalah teman dekat ibunya.

Karenanya meskipun ia sangat ingin meremasi tetek Bu Nurul yg sudah ada dalam genggamannya, Ipul tdk berani melangkah lebih jauh. Takut dianggap kurang ajar dan berpengaruh pada hubungan baik ibunya dan Bu Nurul.
“Tadi waktu di warung Ipul ngelihatin tetek Bude terus kan? Juga sengaja main injak rem agar tetek Bude nempel di punggung Ipul kan? Kok setelah ada di pegangan malah didiamkan? Bude sudah tua sih, jadi teteknya udah nggak menarik bagi Ipul,” kata Bu Nurul lagi.
Pernyataan itu membuat Ipul semakin yakin bahwa Bu Nurul mengharapkan sentuhan kehangatan. Sekaligus mengingatkan agar Ipul mengambil insiatif melakukan sentuhan-sentuhan yg mengundang gairah. Maka peluang itu langsung disambutnya. Tangan Ipul yg semula hanya menangkup memegangi busungan buah dada wanita itu, kini mulai berani meremasinya. Remasan yg tdk hanya memberi kehangatan pada diri Bu Nurul yg sudah lama tdk disentuh suaminya, juga memuaskan dahaga Ipul yg selama ini hanya bisa membaygkan kemontokan busung dada wanita itu saat beronani.

“Sa.. saya suka banget tetek Bude. Sebenarnya saya sering membaygkannya khususnya kalau habis lihat Bude. Saya suka membaygkan bentuk tubuh Bude kalau telanjang, pasti sangat merangsang,” ujar Ipul semakin berani.
“Masa? Kalau begitu remaslah Pul, lakukan apa saja yg kamu suka pada tubuh Bude. Sudah lama Pak Nardi nggak menyentuh Bude sejak tergoda janda itu,” kata Bu Nurul sambil membalikkan tubuh.

Kini, yg sebelumnya cuma hanya ada di angan-angannya benar-benar terpampang di hadapannya. Tubuh Bu Nurul yg nyaris bugil karena hanya tersisa celana dalam warna putih yg masih dipakainya setelah jaket yg dipakainya dibiarkan terjatuh ada di depannya. Ah tubuh Bu Nurul ternyata benar-benar masih sangat menawan. Lebih dari yg kubaygkan, begitu Ipul membathin.
Postur tubuh Bu Nurul yg tinggi, montok dan berisi benar-benar menawan di mata Ipul. Payudaranya besar, mengkal, meski agak turun menyerupai buah kelapa. Pinggangnya ramping dan makin ke bawah pinggulnya yg masih terbungkus celana dalam warna putih makin membesar seperti gentong besar.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yg ada, Ipul langsung menubruk dan memeluk tubuh telanjang teman baik ibunya itu. Dengan rakus dihisap-hisapnya puting susu kiri Bu Nurul dengan mulutnya. Puting berwarna coklat kehitaman itu terasa mengeras di mulut Ipul setelah dihisap dan dipermainkan dengan lidah. Kedua tangan Ipul juga meliar di tubuh montok wanita itu.

pahadada

Sambil terus menghisapi tetek wanita itu, tangan kanan Ipul meremasi dan memain-mainkan buah dada Bu Nurul yg lain. Sedangkan telapak tangannya yg sebelah kiri merayap meremasi bongkahan pantat besarnya. Bu Nurul menggelinjang, menahan gairah yg menjadi terbangkitkan. Ia tak menygka, pemuda anak teman baiknya ternyata menyimpan nafsu terpendam pada dirinya.
Bila diperhatikan seksama, sebenarnya tanda-tanda ketuaan pada Bu Nurul sudah sangat kentara. Wanita berambut sebahu yg bertubuh tinggi besar itu, pada bagian perutnya sudah tdk rata. Agak membusung dan sudah ada lipatan-lipatan kecil. Namun di mata Ipul, itu tanda-tanda kematangan pada wanita dan membuatnya makin terangsang.

Puas menghisapi tetek Bu Nurul dan meremasi bongkahan pantat besarnya, perhatian Ipul mulai tertuju ke selangkangan wanita itu. Bagian di bawah perut yg tertutup celana dalam warna putih itu, tampak gembung dan membusung. Bahkan terbentuk sebuah celah membujur karena celana dalam yg menutupnya melekat rapat karena basah kuyup akibat air hujan.
Di bagian paling peka milik wanita itulah tangan Ipul kini meliar. Diusapnya perlahan vagina Bu Nurul dari bagian luar celana dalam yg masih membungkusnya. Ipul yg memang belum pernah menyentuh kemaluan wanita, seolah ingin menikmati dan merasakan setiap inchi dari busungan vagina wanita itu. Selama ini ia hanya melihat vagina wanita dewasa dari video porno yg sering dilihatnya.
Dijalari jari-jari tangan Ipul di bagian yg paling peka, Bu Nurul kian mendesah. Terlebih bukan cuma sentuhan-sentuhan di vaginanya yg membuat gairahnya terbangkitkan. Tetapi karena pentil-pentil teteknya juga mulai menjadi sasaran kuluman dan hisapan pemuda itu.
“Ssshhh… sshh… aaahhh…ahhhh… terus hisap tetek Bude Pul. Aaahhh… ee.. enak banget Pul, ya… ya terus .. terus hisap,” Bu Nurul tak mau kalah.

Sambil menikmati sentuhan jemari Ipul di vaginanya dan hisapan pemuda itu di pentil susunya, tangan wanita itu merayap berusaha membuka kancing celana pemuda anak teman akrabnya. Akhirnya, setelah Ipul membantunya dengan membuka kancing celana jinsnya dan sekaligus memelorotkannya bersama CD nya, Bu Nurul menemukan apa yg dicari-carinya. Tanpa melihatnya Bu Nurul tahu ukuran ****** Ipul tergolong besar dan

panjang. Terlebih jika dibandingkan dengan milik suaminya. Dibelai-belainya batang penis Ipul dan kepala penisnya yg membonggol dan sesekali dengan gemas ia meremasnya. Demikian pula Ipul. Tak puas hanya meraba dan mengusapi vagina Bu Nurul dari luar celana dalamnya, kini jari-jarinya berusaha menyelinap mencari celah agar bisa menyentuh kemaluan wanita yg seusia dengan ibunyaitu. Hanya karena celana dalam warna putih yg dipakai Bu Nurul kelewat ketat, Ipul agak kesulitan untuk menyingkapkannya.

Akhirnya, setelah melepas kulumannya pada puting-puting susu Bu Nurul, Ipul langsung berjongkok. Celana dalam warna putih milik wanita ia pelorotkan melewati pinggul dan pantat besarnya hingga sebuah pemandangan yg sangat menggairahkan terpampang di hadapannya. Di selangkangannya, di antara kedua paha membulat Bu Nurul terlihat vaginanya yg membusung. Ipul terpana sesaat. Seperti yg selama ini ia baygkan, vagina Bu Nurul benar-benar besar dan tembem. Ia tak menygka bisa mendapat kesempatan untuk melihat dan menyentuh vagina  Bu Nurul. Peris di bagian pusar dan bawah perut wanita yg sudah tdk rata lagi itu, sudah banyak lipatan dan kerut-kerut di permukaan kulitnya.

pahadada

Sedangkan di bagian bawahnya lagi, yg merupakan bagian atas dari vagina Bu Nurul terlihat membentuk semacam gundukan daging dengan permukaan yg lebar dan tebal. Sebenarnya Ipul ingin meminta Bu Nurul membuka dan merenggangkan kakinya yg yg berdiri merapat agar pahanya terbuka hingga ia bisa melihat seluruh bagian vaginanya.

Karena dalam posisi berdiri merapatkan kaki, vagina teman ibunya tdk terlihat sampai keseluruhan lubangnya. Seperti balita baru mendapatkan mainan baru yg menarik hatinya, Ipul mulai mengusap-usap gundukan daging yg terasa hangat di telapak tangannya. Ipul agak grogi saat mengusapi vagina Bu Nurul. Usapannya perlahan karena ia baru pertama kali menyentuh bagian paling merangsang pada tubuh wanita tersebut hingga Bu Nurul mengira Ipul kurang menyukainya.

“Bude kan udah tua Pul, jadi vaginanya udah agak peyot. Pasti jauh merangsang di banding punya pacar Ipul ya?”
“Eng… enggak Bude. Sungguh punya Bude merangsang banget. Saya sangat suka. Saya belum punya pacar dan baru kali ini menyentuh yg seperti ini Bude,” ujar Ipul.
“Masa? Kalau melihat?” Kata Bu Nurul
“Kalau di film BF sering. Ju.. juga saya pernah mengintip dan melihat vagina Bude. Waktu itu Bude mandi numpang mandi di rumah. Saya seneng banget sekarang bisa melihat dan memegang langsung,”

Bu Nurul senang sekaligus bangga mendengar jawaban jujur Ipul. Ia tak menygka anak teman baiknya selama ini menjadi pengagum dirinya secara diam-diam. Ia yg tadinya ragu dan malu untuk memperlihatkan seluruh bagian vaginanya dengan merapatkan kakinya karena takut mendapat penolakan dari Ipul menjadi percaya diri.

Direnggangkan dan lalu diangkatnya kaki kanannya serta ditumpukannya pada ranjang kecil yg ada di dekatnya hingga terpampanglah seluruh bagian vaginanya di hadapan pemuda itu. Ipul kian terperangah. Lekat-lekat ditatapinya vagina Bu Nurul. Di bagian tengah yg menggunduk ada celah memanjang dengan bagian daging yg menebal di bagian bibir luar vagina Bu Nurul. Warnanya coklat hitaman, berkerut-kerut dan mengeras seperti bagian daging yg sudah kapalan. Kontras dengan warna daging merah muda di bagian dalam yg terlihat agak basah. Di bagian atas mendekati ujung celah lubang vagina itu, sebentuk tonjolan daging sebesar biji jagung tampak mencuat.

Mungkin ini yg dinamakan itil, pikir Ipul membatin dan itu kian membuatnya terangsang. Rupanya bagian itu kelewat menarik untuk dilewatkan hingga Ipul tergerak untuk menyentuhnya. Diawali dengan mengusap-usap bibir luar vagina Bu Nurul yg berkerut dan terasa kasar, ujung jari Ipul mulai menelusup masuk ke celahnya lalu menyentuh dan menggesek-gesek tonjolan daging mungil itu.
Mendapat rangsangan di bagian paling peka pada kelaminnya, Bu Nurul yg sudah cukup lama tdk dientot Pak Nardi suaminya, tubuhnya menjadi tergetar hebat. Terlebih ketika itilnya mulai dipermainkan Ipul dengan intensitas sentuhan yg makin kerap.
“Ooouuww.. sshh… sshhh ..ahhh..ahh.. ahh…ssshh. Itil Bude kamu apakan Pul? Ahhh… ssshhhh….ssshhhh….akkhhhhh… enak.. banget Pul,” lenguh Bu Nurul mendesah.

pahadada

Namun yg membuat Bu Nurul makin menggelinjang seperti cacing kepanasan serta berkali-kali vaginaik tertahan menahan nikmat yg tertahankan adalah tatkala dirasakan bibir vaginanya serasa dilumat. Karena sangat terangsang, Ipul memang akhirnya melumat bibir luar kemaluan Bu Nurul dengan mulutnya. Ia sebenarnya hanya meniru adegan yg sering ditontonnya dalam adegan film mesum.
Tetapi ternyata, ulahnya itu membuat Bu Nurul kelojotan menahan nikmat. Bahkan ketika Ipul mengecupi dan menghisapi itilnya, erangan dan rintihan Bu Nurul semakin kencang. Ipul jadi semakin bersemangat. Lidahnya tak hanya disapu-sapukan tetapi dijulur-julurkan masuk ke kedalaman lubang nikmat Bu Nurul yg mulai terasa asin karena banyaknya cairan pelicin yg keluar.

Merasa pertahanannya hampir jebol dan didorong keinginannya untuk segera merasakan batang penis Ipul yg berukuran ekstra besar dan panjang, Bu Nurul meminta Ipul menghentikan aksi obok-obok vagina dan itil dengan mulut dan lidahnya.
“Sshh.. sshh.. aahhh.. ahhh… ahhh. Udah Pul, Bude nggak tahan.” kata Bu Nurul sambil menarik kepala Ipul menjauh dari selangkangannya.

Lalu diajaknya Ipul ke naik ke ranjang kecil  tempat para penjaga hutan melepas lelah. Di diranjang kecil itu, Bu Nurul langsung merebahkan tubuh telentang dan membuka lebar pahanya. Ipul tahu tugas yg menunggunya kini adalah menyogok lubang vagina teman ibunya yg memang sudah lama ingin dinikmatinya. Seperti tak sabar Bu Nurul langsung menggenggam penis Ipul ketika pemuda itu telah berada di atas tubuhnya. Ujung penis Ipul yg membonggol besar di arahkannya tepat di tengah lubang vaginanya.
“Masukkan Pul.. ahhh ..ahhh Bude udah kepengen merasakan kontolmu,”
“Sa… saya juga Bude. Ipul sudah lama pengen ngentot dengan Bude. Ipul suka vagina Bude,”
“I.ii. iya Pul, cepat tekan dan masukan kontolmu,” ujar Bu Nurul.
Akhirnya, Ipul menurunkan pinggulnya. Ujung penisnya menyentuh bibir luar vagina Bu Nurul yg sudah menunggu untuk disogok. Tetapi karena kepala penis Ipul kelewat membonggol dan berukuran cukup besar, tak mudah untuk masuk meskipun vagina Bu Nurul tergolong sudah oblong.

“Kayaknya penis kamu gede banget Pul. Jauh lebih gede dibanding punya Pak Nardi jadi agak sulit masuknya,”
“Te… terus gimana Bude?,” Kata Ipul bingung.
Namun Bu Nurul tdk kehilangan akal. Dikeluarkannya ludah dari mulutnya dan ditampungnya di telapak tangannya. Lalu, ludah itu dibalur-balurkannya di ujung penis Ipul agar bisa menjadi semacam pelumas.
“Udah Pul, masukkan lagi kontolmu tapi pelan-pelan ya,”
“Ii… iya Bude,”

Karena terburu-buru dan sama sekali belum pernah melakukannya, ujung rudal Ipul sempat meleset. Kepala penis pemuda itu terantuk di bagian atas lubang vagina Bu Nurul dan hanya mengenai itilnya hingga wanita itu vaginaik. Baru setelah dipandu tangan Bu Nurul, sedikit demi sedikit ujung penis Ipul mulai masuk dan akhirnya bleesss! penis Ipul berhasil masuk sepenuhnya ke lubang nikmat itu setelah ia sedikit menyentaknya dan membuat Bu Nurul kembali vaginaik.
“Sa… sakit Bude?”
“Eee .. enggak Pul. Bude cuma kaget. penis kamu gede banget,”

pahadada

Sudah sangat sering Ipul membaygkan nikmatnya bersetubuh dengan Bu Nurul sambil mengocok-ngocok sendiri kontolnya. Tetapi ternyata, jauh lebih nikmat ngentot langsung dengan wanita itu. Batang kontolnya yg telah membenam di lubang kenikmatan teman ibunya itu, terasa hangat dan nikmat dijepit dinding-dinding vagina Bu Nurul. Disogok penis pemuda berukuran besar, wanita yg sudah lama tdk menikmati permainan ranjang sejak suaminya menikah lagi itu mengulum senyum. Senyum yg membuat wajah tuanya kembali kelihatan cantik dan membuat Ipul tergerak untuk melumat bibirnya. Ciuman itu langsung disambut Bu Nurul dengan lebih panas. Lidah Ipul yg terjulur langsung dihisapnya hingga bukan hanya kemaluan keduanya yg beradu di bagian bawah tetapi mereka juga saling hisap dengan kedua mulutnya.

Hari semakin gelap dan hujan yg mengguyur kawasan hutan jati kian menderas diseling bunyi guruh yg sesekali menggelegar. Namun cuaca buruk yg tengah berlangsung tak mempengaruhi panasnya gairah yg tengah disalurkan pasangan itu. Desahan dan erangan nikmat yg keluar dari mulut pasangan itu seolah ingin mengalahkan bunyi halilintar yg menggelegar.

Bu Nurul benar-benar dibuat melayg dan dihantarkan pada kenikmatan yg belum pernah dirasakan sebelumnya setelah Ipul menaik-turunkan pinggulnya dan memaju-mundurkan batang kontolnya di lubang vaginanya. Apalagi Ipul juga sesekali menyelingnya dengan meremasi susunya yg besar. Bahkan tdk jarang Ipul juga memilintir dan memijit puting teteknya yg membuatnya merintih menahan nikmat.
“Terus Pul… sshhh….. ssshhh…. aahh…. aahhh… enak banget entotanmu Pul. Ssshhhh… sshhhhh…. Bude nggak pernah merasakan seenak ini bila dengan Pak Nardi. Aaahhh….. aaauuwww…. sshhhh… sshhhhh,”

Dulu, semasa Pak Nardi belum kena pelet dan akhirnya mengawini seorang janda, sikap Bu Nurul dalam melayani suaminya sebenarnya tergolong biasa-biasa saja. Apalagi Pak Nardi tergolong kurang potensinya dalam urusan ranjang. Hingga ia merasa tdk perlu menservisnya dan dalam melayani sekadar asal suami bisa muncrat saja air maninya.

Namun menghadapi Ipul dengan tenaga muda serta kekerasan batang kontolnya yg mampu membuatnya merintih nikmat, Bu Nurul merasa harus memberikan respon yg sepadan. Maka sambil menggoyg pinggul dan memutar-mutarkan pantat besarnya, otot-otot bagian dalam vaginanya juga ikut dikejut-kejutkan hingga mampu mencengkeram kuat batang penis pemuda itu. Apa yg dilakukan Bu Nurul membuat batang penis Ipul serasa dihisap hingga memberi kenikmatan tiada tara.

Permainan panas keduanya mendekati puncaknya setelah irama goygan dan hunjaman yg berlangsung dalam gelap mulai tdk teratur. Ipul mulai menancapkan batang kontolnya di lubang vagina Bu Nurul dengan sentakan-sentakan. Sementara Bu Nurul sesekali mulai mengangkat tinggi-tinggi pantatnya.

“Sshhh… ookkkhhh…. oookkkk.. enak banget… enak banget. Ahhhh….ahhh… ssshhh terus Pul… enak banget. Akhhh…. bude hampir keluar.. Pul… ohhhkkhhhh,”
“Ipul juga Bude… aahhhh….. aahhhkk…. terus hisap Bude. Akhhhh….ya…. terusshhhh…. akkhhh vagina Bude anak banget,”
Akhirnya, diawali dengan tubuh mengejang Bu Nurul akhirnya menggelepar menikmati orgasme yg didapatnya. Ditandai dengan semburan hangat dari setiap sudut di lubang vaginanya membasahi batang penis Ipul.

pahadada

Seperti halnya Bu Nurul, di saat yg hampir bersamaan Ipul juga merasa tak mampu lagi membendung apa yg ingin dimuntahkannya.
Setelah mengerang menahan nikmat tiada tara yg didapatnya, Ipul akhirnya ambruk di tubuh montok wanita itu. Tak kalah banyak, air mani Ipul juga menyembur bak lahar panas. Membanjir berbaur dengan cairan yg keluar dari lubang vagina wanita teman dekat ibunya. Keduanya baru menyadari bahwa hari telah beranjak malam setelah beberapa saat melepas lelah dari permainan nikmat yg baru dilakukan.
Dalam gelap dan hanya diterangi sinar dari nyala api di tungku perapian yg ada di tempat berteduh penjaga hutan itu, Ipul segera mengumpulkan pakaiannya untuk dikenakan. Begitu juga Bu Nurul. Setelah semua pakaian dikenakan, Ipul langsung menstater motornya dan melesat menembus kegelapan hutan jati. Hanya, sepanjang perjalanan pulang keduanya terdiam membisu.

Suasana kaku itu baru cair setelah Ipul menghentikan motornya karena berniat membeli rokok di sebuah kios di sebuah kampung.
“Nih pakai uang Bude saja Pul,” kata Bu Nurul menyodorkan lembaran seratus ribu rupiah.
Ipul membeli sebungkus rokok dan dua botol air mineral yg langsung ditenggaknya. Botol air mineral yg lain disodorkannya kepada bu Nurul sambil menyerahkan uang kembalian. Namun Bu Nurul hanya mau menerima air mineralnya saja yg juga langsung dibuka dan diminumnya.

AGEN558.com BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA DAN TERBESAR

pahadada

“Kembaliannya kamu kantongi saja untuk beli bensin,” ujarnya.
Setelah kembali berada di atas sepeda motor, Bu Nurul kembali membuka percakapan.
“Kok Ipul diam saja sih. Nyesel ya melakukan itu dengan orang setua Bude?”
“Ih enggak Bude. Sungguh. Ipul diam karena takut Bude marah. Sungguh Ipul sangat senang berkesempatan berdua dengan Bude seperti tadi,” kata Ipul.

Bu Nurul yg sempat canggung, kini kembali merapatkan posisi duduknya dalam membonceng dan tangannya memeluk tubuh Ipul dari belakang. Sikap mesra keduanya mirip sepasang kekasih yg tengah menikmati masa-masa indah berpacaran karena angan mereka melambung pada bayg-bayg kenikmatan yg baru direguknya.

” Dikeloni Tetangga “

Pahadada

AGEN558.com – “ Aghh…ughh…..”
“Whooahh…whuuahh…”
Suara desahanku bersahutan dengan suara mas Arif yg setengah menjerit karena dia telah mencapai orgasmenya.
“ Hosh..hosh…”
“emphhh…emphmmhh..” Suara nafasku dan Nafas mas Arif yg tdk teratur akibat puncak persenggamaan kami.

Sesaat sebelum ejakulasi, tubuh mas Arif mengejang hebat dan sekitar 3–4 kali k0ntolny menyemprotkan sperma hangatnya di dalam memekku dan rasanya membasahi rahimku. Namun aku tak khawatir karena aku sudah suntik KB. Dan ini bukan pertama kalinya mas Arif menyemprotkan air maninya di dalam.

Setelah mas Arif mencabut kemaluannya yg besar itu, kami segera membersihkan tubuh bersama-sama di kamar mandi.
Lalu sambil merokok dan menghabiskan air dingin satu gelas besar, mas Arif mengajakku ngobrol di atas kasur tempat dimana tadi kami berpacu dalam birahi.

Setelah mengecup lembut keningku mas Arif tidur di sisi sebelah kanan kasur kami. Kasurku dan suamiku, di sisi dimana biasanya suamiku tidur. Tak lama setelah dia tertidur, kupandangi wajahnya. Wajah lelaki yg baru saja menyetubuhi tubuh mulusku ini. Lelaki yg bukan suamiku.

Yah mas Arif bukan suamiku. Suamiku belum pulang dari kerja. Dan diwaktu siang hari seperti ini dimana saat kompleks perumahan kami sepi, entah sudah berapa kali aku bermain gila dengan mas Arif. Kuserahkan tubuh ini pada lelaki yg bukan suamiku. Dan parahnya lagi lelaki itu adalah istri orang. Istri mbak Ning, tetangga sebelah rumah kami. Yah mas Arif dan mbak Ning adalah keluarga yg tinggal di sebelah rumahku.

Masih sambil melihat wajah dan tubuh mas Arif yg sedang tertidur, pikiranku melayg kembali kebelakang saat kejadian yg entah apakah itu memalukan atau justru aku harus senang bahwa hal itu terjadi. Saat aku diperkosa mas Arif. Aku sendiri tdk tahu apakah kata-kata diperkosa pantas digunakan mengingat sampai tadi entah sudah berapa kali tubuh mulusku ini dipacu oleh mas Arif. Dan akupun tak tahu sampai kapan hal ini berlangsung. Dan aku juga tak ambil perduli. Rasa bersalahku memang ada mengingat suamiku yg sangat baik dan sayang padaku. Namun Godaan ini juga terlalu berat untuk kutahan. Atau aku sudah terjebak?? Ah entahlah aku tdk tahu lagi.

Pahadada

“ eeh kapan datang mbak…”
“ subuh tadi naik bis malam, ntar kerumah ya..!”
“ lho nih berdua-duaan pagi-pagi mo kemana toh..?”
“ mo kepasar, ni loh mas Arif udah kangen pengen dimasakin.”
“ nanti ke rumah ya Ratna, kita masak-masak bareng, mas Danu udah berangkat kerja?”
“ Sudah mbak baru aja…gak tau neh katanya lagi sibuk-sibuknya di kantor…”
“ Yo wes kalo gitu kami tak kepasar dulu ya, kamu ga usah masak Ratna, kita masak bareng yah…daaah..”
“ Daah mbak, ati-ati yaa…”

Mbak Ning dan Mas Arif memang pasangan yg serasi. Keduanya selalu tampak mesra dan murah senyum pada siapa saja. Mereka selalu ramah pada setiap orang dan merupakan pasangan yg sangat menyenangkan. Aku sungguh beruntung mempunyai tetangga seperti mereka. Bahkan walaupun aku dan suamiku baru pindah dua bulan di kompleks ini, mereka sudah menganggap aku seperti saudara sendiri.

Apalagi kompleks ini adalah perumahan sederhana yg baru dibangun sehingga penghuninya masih belum banyak. Suamiku memilih disini karena disamping harganya cukup murah dibanding perumahan lain, tempatnya tenang dan nyaman. Walaupun agak jauh dari jalan raya, namun melihat pergerakan industri di kotaku membuat kami yakin bahwa cepat ato lambat daerah sekitar perumahan kami akan ramai, dan harganya pasti akan naik. Itulah mengapa saat ada kesempatan dan rejeki untuk bisa membeli rumah, kami memilih di kompleks ini.

Karena belum banyak penghuninya maka, perumahan ini nampak sepi sekali. Bahkan di blok kami hanya ada segelintir keluarga. Salah satunya adalah keluarga mbak Ning dan mas Arif, yg kebetulan persisi disebelah rumah kami. Mas Arif bekerja di pabrik kaca nasional bagian maintenance mesin, dan lebih banyak kerja pada malam hari. Sementara Mbak Ning juga bekerja sebagai detailer salah satu farmasi, dan sering harus keluar kota.

Namun apabila di rumah, Mbak Ning selalu mengajak aku maen di rumahnya, entah itu hanya sekedar menggosip sampai makan-makan bareng. Apalagi suamiku mas Banu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dan kebetulan baik keluargaku dan keluarga mbak Ning sama-sama belum punya anak. Dan karena sangat akrab, aku sudah biasa masuk rumah mereka seperti rumah sendiri, begitu juga dengan mereka. Bahkan aku sering minta mas Arif untuk membetulkan sesuatu di rumahku bila ada yg rusak.

Pahadada

“ Sendirian aja Ratna..?”
“ Eeh…iya mas..” Kedatangan mas Arif secara tiba-tiba mengejutkanku yg sedang mencuci piring dan gelas di dapur.
“ ngopi mas?” tanyaku, sambil membereskan gelas dan piring yg baru saja kucuci. Terus terang aku agak grogi, karena ini pertama kalinya aku dan mas Arif benar-benar berdua.

Mbak Ning tadi shubuh sudah berangkat ke luar kota, sementara suamiku kemaren sore juga pergi ke luar kota.

“gak usah Ratna, ada yg mau aku omongin sama Ratna neh..” suara mas Arif yg berat ditambah perkataanya tadi membuatku makin deg-degan. Namun aku singkirkan perasaan ini. Toh mas Arif sudah aku anggap sebagai sodara sendiri.
“ada apa sih mas koq kayaknya serius banget nih, yuk ngobrol di ruang tamu aja” ajakku sambil berjalan menuju ruang tamu.

Sampai di ruang tamu aku agak terkejut melihat pintu rumah dalam keadaan tertutup, tapi aku tdk berpikiran macam-macam, mungkin mas Arif sengaja menutup lagi. Lalu aku duduk di sofa ruang tamu, dan mas Arif duduk menjejeri aku.

“ada apa mas, ngomong aja!” ujarku sambill tersenyum berusaha untuk santai.
“ Ratna, maaf kalo apa yg mau aku omongin ini bikin kamu kaget” aku jadi tembah deg-degan mendengar perkataan mas Arif.
“ Ratna, dari pertama aku ngeliat kamu, aku jadi kepikiran kamu terus “ dan benar akupun kaget mendengar perkataan mas Arif ini dan berusaha menerka apa maksudnya.
“ hampir tiap malem aku mbayangin kamu Ratna, kamu ayu, seger, bahenol, aku bener-bener ga tahan Ratna “ belum sempat aku berkata apa-apa mas Arif sudah memegang tanganku.

“ maksudnya apa sih mas “
“ aku pengen kelonan sama kamu Ratna, aku udah ga tahan dan ngiler banget liat kamu, aku tahu pasti kamu ngira aku laki-laki bajingan dan kurang ajar, tapi aku ga perduli Ratna, pokoknya aku pengen sekarang kita kelonan” kini satu tangan mas Arif sudah merangkul pundakku.

Pahadada

Lidahku rasanya kaku tdk bisa bilang apa-apa, dan tentu saja aku takut setengah mati.

“ mas inget mas, kita udah berkeluarga, mas tolong mas” aku berusaha melepaskan rangkulan tangan mas Arif.
“aku ga perduli Ratna, aku tahu kamu bakal nolak, tapi aku tetep maksa, aku minta baik-baik Ratna, memang kedengerannya gila, tapi aku udah gak tahan liat kamu, pengen cepet cepet bobok ama kamu, aku ga mau perkosa kamu, aku sayang kamu Ratna, tapi kalo kamu nolak, mau gak mau aku akan perkosa kamu, dan aku udah mikirkan ini” omongan mas Arif semakin membuatku takut, rangkulan tangannya semakin kuat menekan pundakku berusaha merapatkan tubuhku ke arah tubuhnya.

“mas jangan mas, inget mas, inget keluarga kita masing-masing mas” aku berusaha menenangkan diriku sendiri
“udahlah Ratna, mau ya, justru kalo kamu masih sayang sama keluara kita masing-masing kamu kudu mau, kalo enggak mau aku tetep maksa, dan aku udah niat mau perkosa kamu Ratna, aku udah ga tahan”
“ mas inget mas….” Aku jadi semakin takut, dan aku tdk tahu lagi mau berbuat apa, aku putuskan untuk lari, aku ga percaya hal ini. Mas Arif dan mbak ning yg sudah kuanggap sebagai sodara sendiri.

“ aahh mas tolonglah mas, aahh…inget mas…” tanganku dicengkeram dengan kuatnya olah mas Arif saat aku berusaha lari.
“ aku juga minta tolong Ratna, nurut aja ya…percuma kamu mo kabur kemana?, kalo kamu ga ngikutin apa mauku, nanti keluarga kita malah berantakan, apa kamu berani ngomong sama suamimu??”
“ mas….” Aku Cuma bisa menangis, aku kalut dan takut
“ ayolah Ratna, cuman kita aja yg tau, aku udah ga tahan neh pengen ngelonin kamu, kalo kamu ga nurut aku ga tahu apa yg bakal terjadi, aku ga mau ngancem “

Seketika juga mas Arif membopong tubuhku, lalu berjalan ke arah kamar tidurku.Aku hanya bisa menutup mata dan menangis. Ya ampun aku takut sekali. Dan kurasakan kini tubuhku telah dibaringkannya di atas kasur. Pelan-pelan kubuka mataku, kulihat mas Arif sedang mengunci pintu kamar.

“ mas tolong mas, ingat mas…” aku masih berusaha menyadarkannya,walau suaraku kalah oleh isak tangisku.
“ sudahlah Ratna, aku ga mau nyakitin kamu, aku sayang kamu Ratna..”
“ hmpppmhhhh…” tiba-tiba mas Arif mencium bibirku ganas, kedua tanganku ditahannya kuat sekali.

Pahadada

Kukatupkan bibirku rapat-rapat sambil berusaha memberontak. Namun nampaknya mas Arif sudah tdk perduli, otaknya sudah dikuasai hawa nafsunya. Dia tetap saja mencium bibirku, sambil menahan tanganku dengan kuat.

“ BUUUGGGHHH..!!!” tiba-tiba mas Arif meninju bantal tepat di sebelah kepalaku dengan kuat, membuat aku semakin takut, dan tangisanku makin menjadi.
“ Ratna aku ga mau maen kasar, aku juga ga suka kasar sama kamu, jadi Ratna nurut ya sayang..” sambil tersenyum mas Arif mengucapkan kata-kata itu, dan memang nadanya diucapkan dengan lembut.

Aku tdk tau harus berbuat apa, aku hanya bisa berdoa dan menangis. Kini mas Arif mencopot kaosnya, nampak tubuhnya yg memang kuakui lebih berisi ketimbang suamiku. Dadanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Setelah itu sekarang dia perlahan meremas payudaraku dengan perlahan dari luar dasterku. Yah aku memang hanya menggunakan daster selutut kalau di rumah dan sialnya aku jarang menggunakan bra sehingga dengan mudahnya mas Arif menemukan putting payudaraku dan mulai memainkannya bergantian anatara yg kiri dan kanan.

“ hmm… Ratna tetekmu kenceng banget, ga kegedean juga ga kekecilan, pas ama seleraku sayang…akhirnya aku bisa juga megang tetekmu yg sekal ini..”

Perlahan dicopotnya dua buah kancing dasterku, lalu tanggannya mulai menyusup kedalam mencari payudaraku yg sebelah kiri. Diremas-remasnya lalu dipelintirnya putting payudaraku.

Lalu tiba-tiba….

“KREEEKK….” Sekali hentakan disobeknya bagian depan dasterku, hingga kini kedua payudaraku nampak tanpa tertutup apa-apa lagi.

Aku semakin takut dan hanya bisa menutup mataku sambil menangis perlahan.

“ hmmm.. Ratna tetekmu emang bener-bener indah sekali…ga rugi aku nekat…” lalu dengan rakusnya diremas dan dijilatinya satu persatu kedua payudaraku.
“ hmpph….tetekmu enak banget Ratna, kamu juga keenakan kan sayang…”
“ uhk…hu…ihk…” aku hanya bisa terisak, aku tdk tahu harus berbuat apa, saat mas Arif menggigit-gigit kecil putting payudaraku..
“heesssppppp…..” mas Arif menghisap payudaraku, rupanya dia membuat cupang di atas putingku.

Pahadada

Setelah puas bermain dengan buah dadaku mas Arif membuka seluruh dasterku yg sudah disobeknya tadi, aku hanya menangis dan pasrah tak tahu lagi harus berbuat apa. Kini di tubuhku hanya menyisakan celana dalam, aku yakin tak lama lagi pasti celana dalam ini juga akan dilepasnya. Dan mas Arif berhasil melihat seluruh lekuk tubuhku.

Aku mengatupkan kedua tanganku di atas dadaku, hanya itu yg bisa kuperbuat, mataku sama sekali terpejam, aku tdk sanggup untuk melihatnya. Dan benar tak lama kemudian mas Arif memelorotkan celada dalamku. Nampaklah kini kelaminku, sesuatu yg harusnya kujaga dan hanya dapat kuberikan untuk suamiku, kini dengan mudahnya mas Arif bisa melihatnya.

Sesaat mas Arif tdk menyentuhku, dari suara yg aku dengar, aku rasa dia mencopot celananya.

“Ratna sayang buka matanya…” diusapnya air mataku, namun aku masih tdk berani membuka mataku.
“Ratna tolong jangan sampe aku maen kasar, aku ga mau maen kasar sama kamu..” mendengar ancaman mas Arif aku menjadi takut, perlahan kubuka mataku yg masih tak henti-hentinya mengucurkan air mata.

Dan kini kulihat mas Arif berdiri disamping tempat tidur dalam keadaan telanjang. Kemaluannya sudah menegang keras sekali, nampak kalau dia memang sudah dikuasai nafsu birahi. Kemaluannya cukup besar, aku akui lebih panjang dan lebih besar ketimbang milik mas banu suamiku.

“ duduk Ratna…duduk sini….” Ditariknya tubuhku supaya aku duduk menghadapnya.

Aku tak tahu apa yg akan dilakukannya terhadapku. Kini aku duduk dihadapannya dan wajahku kutundukkan karena wajahku tepat berada di depan kemaluannya yg sedang tegang itu.

“ hei Ratna buka matanya, ga usah malu…” diangkatnya daguku dan kini wajahku tepat di depan kelaminnya yg besar itu.
“ pegang ini sayang…ga lama lagi Ratna akan keenakan sama kntol ini…hehehe…” diambilnya tanganku lalu diarahkannya untuk memegang kelaminnya.

Ini pertama kalinya aku memegang kelamin laki-laki selain milik suamiku.

“ besar kan sayang?…hehehe…besar ga..? jawab dong…” aku hanya berani mengangguk kecil. Wajahku kembali aku tundukkan.
“ Loh koq diem aja…ayo dihisep donk….masa ga pernah ngisep kntol? …” aku terkjejut mendengar perintahnya, ya ampun aku belum pernah menghisap kelamin laki-laki, bahkan punya suamiku sekalipun, aku merasa aneh kalau harus menghisap kelamin laki-laki.
“ HISAP RATNA!!!! ISEP!!! Dikasih barang enak koq nolak…?” aku kaget mendengar bentakannya, lalu tiba-tiba ditekannya kepalaku maju kearah kelaminnya. Aku takut dan merasa jijik.

Aku menutup mata saat mukaku menempel dgn kelamin mas Arif.

Pahadada

“ auugghhh…” rambutku dijambak mas Arif, lalu tangannya yg satu menyodorkan kelamin itu ke arah mulutku. Aku hanya menutup mata dan menutup mulutku.
“ hisep Ratna, tolong jangan paksa aku maen kasar…” dengan terpaksa dan ketakutan kubuka mulutku dan masuklah kelamin yg besar itu kedalam mulutku.

Lalu diarahkannya tanganku lagi untuk memegang kelaminnya. Sementara tangan mas Arif masih menahan kepalaku.

“ Isep sayang….kamu ga pernah isep kntol ya?..” aku menggeleng pelan.
“ bagussss…hahaha….nah sekarang isep yg kuat, enakkan???” walaupun merasa aneh dan jijik, dengan terpaksa aku hisap juga kelamin mas Arif yg besar ini. Aku hanya berharap semua ini cepat selesai.
“ oohhhh uuhhhh enak banget Ratna….terus hisep yg kuat sayang…” mas Arif masih menahan kepalaku, dan aku masih menghisap kelaminnya.

Aku tak tahu lagi apa yg kulakukan, aku hanya menurut perintahnya karena aku takut.

Sekitar 10 menit aku menghisap kemaluan mas Arif, dan rasanya mulutku ini capek. Air mata ini masih terus menetes. Tiba-tiba tekanan tangan mas Arif dikepalaku semakin kuat.

“ ouugghhh Ratnaaa….isep terus yg kenceng…yg kenceng,….” Kini pinggul mas Arif mulai ikut maju mundur, menyodok kemaluannya didalam mulutku. Dan rasanya semakin lama semakin cepat.
“ oougghhh….aku mau keluar Ratna, jangan dilepasin, aku pengen keluarin pejuku di bibirmu yg seksi….” Aku terkejut mendengar kata-kta mas Arif, tapi cengkaraman tangan mas Arif yg menahan kepalaku semakin kuat, dan aku hanya bisa pasrah.
“ ouuhhhhgggg……ahhhh…..enaaak bhhangeeetthh…..” dan seketika keluarlah sperma mas Arif hangat dan kental membanjiri mulutku.

Kepalaku masih ditahan oleh kedua tangannya, ini pertama kalinya aku merasakan air sperma, entah apa rasanya aku sudah tdk perduli, yg aku inginkan adalah ini cepat berakhir. Lalu diangkatnya daguku sehingga wajahku menghadap ke atas. Sementara kelaminnya masih di dalam mulutku berdenyut-denyut.

“ enak banget Ratna…ahhh…. Kamu juga enak kan…ntar juga kamu pasti ketagihan sama peju ku….sekarang telan semua jangan sampe dimuntahin…awas…!!!” dengan terpaksa kutelan sperma mas Arif, skali lagi aku sudah tdk perduli yg aku inginkan saat ini adalah semua ini cepat berakhir.
“ nah sekarang isep neh, ada kluar dikit, nanggung kalo ga diabisin..” mas Arif menekan kelaminnya, keluarnya sedikit air spermanya, dan aku disuruh menghisapnya.

Jujur aku merasa terhina sekali namun aku tak tahu harus berbuat apa.

“ bagus…Ratna kamu cepet belajarnya…bener-bener ga sia-sia aku nekat seperti ini..” lalu tubuhku kembali dibaringkannya di atas kasur.

Pahadada

Mas Arif ikut berbaring di sebelahku. Aku hanya bisa menutup dadaku dengan tanganku. Mas Arif membelai-belai rambutku, sementara tangan satunya menggeraygi tubuhku, mengelus-elus perutku, pinggulku juga pahaku.

“ Ratna maafin aku yah…aku sayang sama Ratna dan ga tahan liat Ratna…aku janji asal Ratna mau nurut semua akan baik-baik aja dan aku ga mau maen kasar…”

Lalu mas Arif naek ke atas tubuhku. Dibukanya kedua tanganku yg menutupi dadaku tadi. Lalu kembali di jilatinya payudaraku bergantian kiri dan kanan dengan rakusnya. Lalu perlahan dijilatinya seluruh tubuhku, mulai dari perut, ke pinggul ke paha sampai ke kaki, lalu jilatannya naik lagi hingga leherku. Kembali dengan buasnya leherku diciumi dan dijilantinya.

“ hmmhhh….hppmmmmhhhh…..” nafas mas Arif terasa beras terdengar ditelingaku saat dia dengan lembutnya mengecup dan bermainlidahnya di sekitar telingaku.
“eempphh….” Aku sendiri terkejut ketika secara tak sadar aku ikut mendesah. Dan sesahanku semakin kuat ketika mas Arif kembali bermain-main di putting payudaraku.
“ uuhhmmmppp…” tiba-tiba perasaan geli melandaku, aku tak tahan dengan cumbuan mas Arif, birahiku terusik. Apalagi kini mas Arif menggigit putingku dengan lembut.

“ouughh….” Aku juga tdk tahu kenapa tiba-tiba tubuhku bereaksi ikut menggeliat seakan-akan menikmati cumbuan mas Arif.

Gakmungkin!! Ga boleh!! Aku berusaha menyadarkan diriku sendiri.

“ AUUUHHHGGG….” Aku menjerit, saat tiba-tiba mas Arif menyentuh kelentitku.

Persaan geli itu makin besar saat mas Arif mulai menggelus-elus tonjolan di atas bibir kelaminku.

“ muuaahh…ayo Ratna…kita nikmatin sama-sama ya sayang….aku ga mo kasar sama Ratna..aku akan kasih kamu kenikmatan…” mas Arif mengecup pipiku dan membisikkan kalimat itu di telingaku.

Pahadada

Aku hanya menutup mata, aku tdk berani melihat semua ini, tapi aku tdk tahu kenapa dengan diriku sekarang. Tubuhku bereaksi, birahiku menggeliat seakan lupa dengan siapa sekarang aku ini. Dan aku tak sempat berpikir lagi saat kurasakan kedua kakiku dibuka oleh mas Arif dan dia mulai menciumi liang kelaminku dengan lembut.

“ hmmphh….hrupmmp….” terdengar bunyi bibirnya beradu dengan bibir kemaluanku.

Dan aku tdk kuasa melawan rasa ini, yah rasa geli yg belum pernah kurasakan. Belum pernah mas baru mencium kelaminku. Kini sekali lagi untuk pertama kali aku mengalaminya dengan mas Arif. Tetanggaku yg sedang memperkosaku.

“ uuuhhh….uuuhh….” kurasakan jebol juga pertahanannku, jilatan lidah mas Arif di dalam kelaminku bersamaan dengan jarinya yg memainkan kelentitku membuat aku tak kuasa menahan semua ini, aku rasanya sudah tdk mampu berpikir lagi.

Geli…yah geli yg kurasakan…geli yg nikmat…tp ini salah!! Ini tdk boleh…aku tdk boleh menikmatinya. Perang batin terjadi dalam diriku namun serangan-serangan mas Arif membuat aku tak mampu berpikir. Apalagi kini dia menghisap kelentitku dengan ganasnya.

“ ooouuuugghhhhh……” aku tdk tahan, jujur kuakui ini belum pernah kurasakan.

Sensasi yg nikmat, saat mas Arif tak henti-hentinya menghisap-hisap kelentitku. Tak sadar tanganku mencengkrram seprai kasurku. Dan tubuhku mengejang, tiba-tiba aku dapat merasakan aliran darah dalam tubuhku, dan rasanya ada sesuatu yg akan meledak dari dalam tubuhku ini.

“ooouuggghhh…..” aku melenguh panjang, tubuhku mengejang, kelaminku berdenyut-denyut, nafasku semakin cepat. Aku orgasme, yah aku orgasme.

Ah betapa memalukannya diriku ini orgasme dengan org yg memperkosaku. Tapi aku akui orgasme ini panjang dan luar biasa sensasinya. Aku makin bingung dan malu. Aku hanya menutup mataku.

“muuacchh….” Aku merasakan mas Arif mencium bibirku. Lalu diangkatnya sedikit pantatku dan pahanya menahan pahaku.

Aku menduga dia akan melakukannya sekarang. Sementara aku masih tersengal-sengal dengan orgasmeku tadi, kurasakan sesuatu menyentuh liang kelaminku dan aku yakin itu kemaluan mas Arif.

“ Ratna buka matamu…” saat kubuka mataku kulihat wajah mas Arif, dan tubuhnya berada di atas tubuhku.
“ sudah lama aku pengen kelonin kamu, nikmatin tubuhmu Ratna….aku masukin sekarang ya sayang….!! Jawab!! “ aku mengangguk pelan, aku pasrah, aku malu, ah entahlah aku tak tahu lagi.

Akhirnya kurasakan kelamin mas Arif masuk menerobos liang kemaluanku. Rasanya sesak dan penuh. Dan kuakiui rasanya nikmat sekali. Rupanya mas Arif sangat pintar dan lihai dalam berhubungan badan. Hentakan-hentakan dan genjotannya terhadap tubuhku selalu
mengenai titik nikmatku. Dan aku akui aku dibuat lemas oleh permainannya.

Pahadada

AGEN558.com BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA DAN TERBESAR

Siang itu kurang lebih selama 1 jam mas Arif melepaskan hasratnya terhadap tubuhku. Setelah itu kami tertidur, akupun tertidur dalam pelukannya. Aku menangis dalam hati, apakah aku ini, aku sudah melanggar janji suci perkawinanku, atpi aku tak tahu harus berbuat apalagi. Dan aku akui aku menikmati apa yg mas Arif lakukan terhadap diriku.Malamnya mas Arif tdk ngantor, dan menginap di rumahku.

Semalaman, tubuhku dipacu oleh hasrat birahinya, sekali saat kami mandi bersama-sama, sekali saat aku didapur mas Arif menyetubuhiku sambil berdiri dari belakang. Dan puncaknya dikamar tidur, aku benar-benar menjadi pemuas nafsu mas Arif hingga shubuh. Walaupun aku hanya diam, tapi aku tak kuasa menolak ajakannya. Apapun yg diminanya selalu aku turutin. Aku sendiri tdk tahu kenapa.

Pahadada

 

agen558-2

BANDAR TARUHAN BOLA TERPERCAYA.

Hubungi Kami:

Situs & Livechat :
http://www.agen558.com
Pin: D6291372
YM : cs_agen558@yahoo.com
SMS/WA:+6281-2696-2889
Line : agen558.com


PahadadaPahadada